Tajuk : Genderang Perang Sang Petahana

Kabar Makassar — Bakal Calon Walikota Incumbent Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto telah menabur genderang perang. Sang petahana ini telah menentukan sikapnya. Deklarasi bersama pinangannya pun tak main-main.

Anjungan pantai losari yang menjadi saksi pengukuhan bakal calon Danny Pomanto dan Indira Mulyasari ini. Disaksikan hampir sebagian besar warga kota Angging Mammiri. Losari yang menjadi ikon kota ini, dipenuhi ribuan pendukung dan simpatisan dengan atribut berwarna orange. Warna kebanggaan bakal calon kandidat ini.

Tagline “DIA mi” yang menjadi kesepakatan bakal calon ini. Siap bertarung pada perhelatan Pemilihan Walikota Makassar dan Wakil Walikota Makassar (Pilwali) 2018 mendatang. Meski diterpa berbagai isu miring, pasangan ini sudah mendeklarasikan diri. Siap mencari penantang mereka yang akan maju di Pilwali nanti.

Pertanyaannya ? Bagaimana dengan kandidat lain. Apakah kandidat yang memiliki slogan yang hampir sama dengan sang panantang. Syamsu Rizal yang disebut-sebut sebagai kandidat yang patut diperhitungkan. Apakah siap bertarung melawan sang petahana?

Pria yang akrab disapa Deng Ical ini juga telah menentukan pilihan. Politisi asal Partai Keadilan Sosial (PKS) yang akrab disapa Ije, digadang-gadang jadi pendampingnya. Legislator Kota Makassar yang dikenal HM Iqbal Djalil telah menerima pinangan Deng Ical.

Baca juga :   Empat Pimpinan DPRD Sulbar Jadi Tersangka Dugaan Korupsi APBD 2016

Menariknya, sepasang kandidat ini menggusung tagline yang hampir sama. Tampak ketika tim pendukung mereka mulai menyebarkan foto pasangan ini dengan slogan “DIA ji”. Slogan ini sudah mulai viral di dunia maya.

Saat sang penantang melakukan deklarasi. Meme slogan “DIA ji” lalu lalang di media sosial tim pemenangannya. Gambar dan meme kreatif bermunculan, mencari perhatian publik. Seolah-olah saling mengklaim, figur manakah yang berhak menyandang tagline “DIA” ini.

Slogan “DIA” menjadi sebuah kata yang sakral di kedua pendukung dan tim pemenangan kedua pasangan ini. Entah siapa yang berhak. Kedua bakal calon ini sudah membuktikan slogan ini sakti di masa lalu. Tagline “DIA” telah membuka pintu 01 dan 02 kota ini menjadi milik mereka di periode ini.

Adanya persaingan sengit kedua pasangan ini. Ternyata, menjadi daya tarik bakal calon kandidat lainnya. Pecah kongsi kedua kandidat itu di saat memasuki tahun ketiga masa pemerintahan DIA. Memunculkan figur-figur lain.

Sebut saja, praktisi media Husain Abdullah yang sempat mencoba-coba muncul ke publik. Entah mengapa, mantan jurnalis televisi nasional ini tak melanjutkan keinginannya.

Ditengah redupnya Juru Bicara Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla itu. Muncul figur lain, yang tiba-tiba mengklaim memiliki gerbong besar. Menantu konglomerat Sulsel Aksa Mahmud ini mulai mengumpulkan simpatisan. Slogan “APPI mo” yang diambil dari nama besarnya.

Baca juga :   Tajuk: Fenomena None di Makassar

Dianggap cukup kuat menghimpun basis massa pendukung fanatik dan loyalis tim juku eja. Dia mengaku memiliki kekuatan suporter kesebelasan sepakbola PSM yang memiliki basis yang kuat. Ditambah gerbong holding Bosowa Grup yang memiliki ribuan karyawan di kota ini.

Pria bernama Munafri Arifuddin ini mengaku cukup berpeluang untuk bisa memenangkan pertarungan di Pilwali mendatang. Apalagi kerabat dekat Aksa Mahmud ini memiliki kedekatan personal dengan Wapres JK. Terbukti, campur tangan orang nomor dua istana ini mampu meyakinkan gerbong partai Golkar menggusung keluarga dekat Aksa Mahmud ini.

Berbagai trik dan manuver politik dilakukan orang yang berpengaruh di Sulsel ini. Terbukti beberapa partai politik yang akan mendukung kandidat petahana lainnya. Berhasil direbut melalui lobby dan pendekatan langsung dengan pucuk pemimpin mereka di tingkat pusat.

Tim pemenangan mereka pun, aktif melempar slogan-slogan kampanye. Timnya pun mulai bermain kata di dunia maya. Istilah tim mereka “kalau DIA mi, DIA ji yang mau jadi pemimpin, lebih baik APPI Mo saja deh”. Serangannya cukup menarik perhatian publik.

Baca juga :   Bandara Tutup 3 Hari, Maskapai Ini Terancam Refund Puluhan Juta

Entah, apa yang akan dilakukan figur ini. Apakah dirinya mampu mendorong bakal calon ini mendeklarasikan dirinya. Meski diakui belum jelas siapa pendamping sang mantu konglomerat Sulsel ini. Belum lagi, kegagalan tim sepakbola kebanggaan warga Kota Makassar pada kompetisi bergengsi lalu. Sempat membuat CEO PSM Makassar ini terpukul dan mulai ragu maju sebagai kandidat pada perhelatan Pilwali mendatang.

Selain APPI mo, seorang birokrat Sulsel disebut-sebut mulai mengukur elektabilitas dirinya. Pada perhelatan Pilwali sebelumnya, calon kandidat ini menempati posisi yang diperhitungkan. Saat ini, timnya sudah mulai berhitung. Jalur independen maupun kendaraan parpol, cukup berpeluang besar di rebut figur ini.

Entah, siapa penantang tangguh sang petahana. Tahapan Pilwali Makassar telah berjalan, kita hanya menunggu. Hak pilih kita akan dibawa kemana ? Itu tergantung dengan sikap anda. Figur mana yang layak membawa kota ini ke arah lebih baik. (*/nck)