Gara Gara Alpukat, Gadis Ini Lepas Status ASN

Owner Kedai Alpukat Kocok, Fitri Alvionita. [Foto: Andi Lasinrang]

KabarMakassar.com — Alpukat merupakan salah satu buah yang sangat digemari oleh kalangan masyarakat. Buah ini pun juga menjadi menu favorit cafe ataupun tempat tongkrongan pada umumnya karena rasanya yang segar. Cara pengolahannya yang terbilang mudah membuat buah ini sangat laris di pasaran.

Dititik tertentu, alpukat juga bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan apabila kita mampu mengolah buah ini dengan baik.

Hal inipun yang dilakukan Fitri Alvionita, wanita yang telah bekerja selama tiga setengah tahun sebagai pegawai kejaksaan negeri memilih resign dan bergelut dibisnis kuliner alpukat. Berawal dari kesukaannya dengan buah ini hingga akhirnya mampu menjadikan sebuah bisnis yang sampai saat ini digelutinya dan menjadi hits di Makassar.

Alpokat Kocok Duo Big kini menjelma sebagai kuliner yang wajib di coba ketika berkunjung ke Makassar.

Siang itu saya mampir ke kedai kecil milik wanita yang akrab di sapa Pioong ini. Di kedai kecil yang berada di Jalan Amanagappa itu tampak saya melihat beberapa driver online yang rela mengantri untuk menunggu pesanan yang telah diordernya.

Kedai Alpokat Kocok Duo Big Yang Terletak di Jalan Amanagappa (Foto Andi Lasinrang)

Ketika berada dalam kedai tersebut, tampak 6 meja kecil tersusun rapi diisi oleh para pelanggan setianya yang duduk bercengkrama sambil menikmati Alpokat Kocok Duo Big.

Pioong tampak semangat melayani pesanan para costumer maupun driver online yang setia menunggu. Dibantu oleh karyawannya, Pioong sibuk menyerut Alpukat jenis Maumere yang setiap hari menghabiskan sampai 70-100kg.

Setelah hampir setengah jam saya menunggu, Pioong pun datang menghampiri sambil membawakan alpokat oreo yang menjadi menu andalan darinya. Pioong pun bercerita bagaimana awalnya merintis hingga menikmati pencapaiannya sekarang ini.

“Kebetulan waktu itu teman temanku banyak yang buka usaha. Dari situ sempat timbul mi’ niat juga mau buka usaha. Cuman masih bingung usaha apa yang bagus dibuka, karena saya nda mau setengah setengah juga membuka. Saya nda mau berhenti ditengah jalan.”

Wanita berusia 25 tahun ini pun menambahkan mulai mendapat ide dengan mencoba mengubah alpukat menjadi satu minuman yang segar.

“Jadi dulu sampe sekarang memang saya suka sekali dengan alpukat. Dari situ terfikir mi’ untuk coba membuka usaha minuman pure dari buah alpukat. Awalnya saya coba searching di youtube bantu cari referensi untuk olahan seperti apa dan bagaimana cara membuatnya. Akhirnya saya coba membuat dirumah.”

Baca juga :   Kuota Extra Dari Freedom Ooredo

Untuk awal pemasaran pun mendapat tawaran untuk berjualan di pelataran salah satu Mall yang ada di Makassar. Dari sinilah juga terbentuk nama dari Alpokat Kocok Duo Big.

“Waktu itu dapat tawaran untuk berjualan selama bulan puasa satu bulan full di pelataran Mall Mari. Disitu bingung untuk berjualan harus punya brand nya apa dan harus unik. Kebetulan memang waktu itu ada teman saya sama sama membangun ini usaha namanya Firyal Nabila. Nah kebetulannya lagi saya dan Nabila itu punya badan yang BIG alias gemuk makanya dari situlah muncul Alpokat Kocok Dou Big.”ucapnya tertawa

Diawal Pioong berjualan pun pada hari pertama ragu untuk membawa cups yang banyak karena masih dalam tahap awal.

Fitri Alvionita dan Firyal Nabila Ketika Pertama Kali Mengikuti Event di Mall Mari

“Jadi pas berjualan hari pertama cuman bawa 50 cups, karena takutnya nda habis dan itu terbukti. Tapi alhamdulillah banyak yang suka dan dibantu promosikan. Dan dihari kedua disitu kita sudah kehabisan karena ternyata banyak yang penasaran. Dihari ketiga mulai lah para pelanggan antri sampai sebulan full selalu berjualan itu alhamdulillah habis.”ujar wanita yang menyelesaikan pendidikan Strata satunya di Unismuh ini

Setelah dari event inilah Alpokat Kocok Duo Big mulai banyak dikenal di masyarakat. Sampai akhirnya pun ada kisah perjuangan yang harus dilalui wanita yang pernah 8 bulan bekerja di Kejaksaan negeri Maumere ini.

“Jadi setelah event yang di Mall Mari, alhamdulillah Duo Big mulai banyak yang tahu dan banyak yang mulai pesan. Jadi saya tetap melanjutkan buka usaha meskipun lewat pesan online. Dulu belum terdaftar di pemesanan online, jadi kalau ada yang pesan saya yang antarkan sendiri menggunakan motor. Dalam sehari saya antarkan ke pelanggan itu 10-50cups perhari sendiri. Cobaan pun tidak berhenti disitu juga, pernah saya naik motor bawa sekarung alpukat dan jatuh dijalan.”

Baca juga :   Kandungan Detonator Berbahaya, Ini Penjelasan Kabid Humas Polda Sulsel

Musibah yang dialami Pioong tidak menyurutkan semangat untuk melanjutkan usahanya. Dirinya percaya ini hanya cobaan kecil yang diberikan untuknya. Apa yang selalu diniatkan untuk hal yang baik pasti akan menjadi baik.

Semakin lama, Alpokat Duo Big mulai terkenal di Makassar terkhusus kuliner. Tawaran untuk mengikuti event kuliner pun mulai berdatangan, Pioong pun tidak menolak dikarenakan butuhnya sebuah promosi untuk usahanya tersebut.

Hingga akhirnya Alpokat Kocok Duo Big ikut dalam pagelaran festival F8 yang diadakan di Anjungan Pantai Losari. Selama empat hari inipun Pioong harus kewalahan menerima banyaknya orderan serta panjangnya antrian yang ketagihan dengan Alpokat Duo Big.

Wanita yang sempat 10 bulan bekerja di Kejaksaan Negeri Pangkep ini pun bercerita selama mengikuti event di F8.

Alvokad Kocok Duo Big Diserbu Oleh Pelanggan Setianya Pada Ajang F8 di Anjungan Pantai Losari

“Jadi waktu di F8 itu diluar dari perkiraan. Karena yang kita bawa dihari pertama itu tidak cukup dan cepat sekali habis. Dan ketika hari kedua kita sudah ada persiapan dan tetap juga habis. Alhamdulillah selama event empat hari itu, keuntungan yang didapat diluar dugaan sekali.”ucapnya

Hasil dari F8 inilah akhirnya Pioong mempunyai inisiatif untuk membuka outlet agar pelanggan setianya bisa menikmati secara langsung sambil melihat proses pembuatannya.

“Alhamdulillah hasil dari event F8 saya sudah niatkan untuk membuka tempat. Dan bos saya di kantor lah yang menawarkan tempatnya disini (Jalan Amanagappa.red) setelah deal, mulai lah saya membangun dan merenovasi tempat ini.”

Tetapi ada kesedihan yang dirasakan Pioong ketika mulai bergerak untuk memulai tempatnya tersebut. Teman seperjuangannya Nabila harus merantau untuk kerjaan barunya.

“Iya saya sampaikan ke Nabila, kita disini sama sama lagi memulai yang baru. Tapi ternyata dia lebih memilih merantau demi pekerjaannya dan saya tidak bisa memaksakan.”

Pioong yang pernah bertugas di Kejaksaan Cabang Pelabuhan selama setahun lebih ini pun menceritakan dukanya selama merintis usaha yang digelutinya selama hampir setahun ini.

“Jadi saya kak itu sudah tiga tahun lebih bekerja di Kejaksaan, mungkin sudah empat kali dipindah tugaskan hingga yang terakhir saya di Pengadilan Negeri. Jadi saya resign dari pekerjaan ku tiga bulan lalu karena saya sudah tidak fokus dipekerjaan ku. Dalam seminggu itu paling saya cuman tiga hari masuk kantor. Jadi bosku sarankan untuk fokus ke usaha saja karena lebih menjanjikan. Akhirnya saya putuskan mi’untuk resign dari kerjaan dan fokus ke usaha ku yang sekarang ini.”

Baca juga :   Danny : Generasi Milenial Jangan Berpikir Instan

Pioong pun menambahkan, tantangan untuk usahanya yaitu ketika sedang tidak musimnya alpukat. Terkadang Pioong harus menyiapkan stock lebih untuk keperluan jualan kedepannya. Pada awal jualannya pun sempat harus menjual rugi dikarenakan harga alpukat yang sangat tinggi di pasaran. Tetapi dengan niatnya yang gigih, akhirnya Pioong bisa menikmati hasil dari usaha kerasnya selama ini.

Ditempatnya yang baru ini pun kini Pioong bisa menghabiskan dalam sehari sampai 200cup. Dikala siang hari, Kedai Alpokat Kocok menjadi tempat tongkrongan yang pas. Bahkan Kedai Alpokat Kocok milik Pioong pernah kedatangan Ibu Kejari Cirebon yang sengaja mampir karena penasaran ingin mencoba sensasi Alpokat Kocok Duo Big.

Ibu Kejari Cirebon Ketika Berkunjung di Kedai Alpokat Kocok Duo Big

Pioong pun tak lupa berterima kasih kepada para Jaksa dan juga tata usaha ditempatnya bekerja dulu di kejaksaan negeri pelabuhan.

“Saya mau ucapkan terima kasih sama ibu Rinjani Arifin SH, ada juga Herzen Suryo Pramudityo SH.MH, dan Rachmat Idrak SH.MH . Mereka semua yang selalu support dan peduli dengan saya.”

Diakhir cerita kami berdua, Pioong pun punya harapan mulia untuk usaha yang hampir setahun dijalaninya ini.

“Semoga dengan usaha ini bisa memotivasi banyak orang, karena prinsip saya dari awal membangun usaha ini itu kalau orang semua bisa kenapa saya tidak. Dan yang kedua semoga usaha ini makin berkah dan bisa memenuhi harapan saya untuk bisa membawa mama saya untuk umroh.”tutupnya

Penulis Andi Lasinrang