G1000 Kebaikan Tanam 13.480 Rumpun Bambu

Kabar Makassar.com— Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka Pencanangan Gerakan Seribu Kebaikan (G1000) Penanaman 13.480 rumpun bambu dan membuka Perkemahan Bakti Saka Wanabakti (Pertiwana Daerah 2017) di Parangloe, Kabupaten Gowa, Kamis, (7/12).

Gubernur SYL juga hadir sebagai Ketua kwartir daerah (Kwarda) Provinsi Sulawesi Selatan.

SYL dalam sambutannya menyebutkan kegiatan ini memiliki arti penting, karena pohon sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia.

“Ada pohon itu bagus, pohon itu pabrik nafas, pabrik oksigen, berarti siapa yang menanam pohon berarti menghidupkan manusia, air juga akan terjaga,” kata Syahrul YL.

Baca juga :   Penjelasan Dinas PU Terkait Banjir di Makassar

Sementara bambu yang ditanam disebutkan oleh SYL, setiap bagiannya memiliki fungsi, sebagai bahan bangunan, berbagai peralatan, bahkan dulu digunakan untuk melawan para penjajah dengan bambu runcing.

Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan Muhammad Tamzil menjelaskan gerakan ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Presiden Republik Indonesia Jokowi dalam rangka menyukseskan “Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Selama Hidup”.

Baca juga :   Kekuatan SYL Pada Pilgub 2018, Tidak Dapat Dinafikan

“G 1000 kebaikan tahun ini dengan menanam 13.480 rumpun bambu di bantaran Sungai Jeneberang dan daerah bekas longsoran Gunung Bawakaraeng,” kata Tamzil.

Sementara perkemahan yang dilakukan sangat tepat karena dilaksanakan bersamaan dengan Gerakan 1000 Kebaikan Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel.

Perkemahan Saka Wana Bakti Tingkat Daerah Sulsel Tahun 2017 dikuti 25 kontingen dengan jumlah peserta sebanyak 397 orang peserta.

“Selama perkemahan ini selain kegiatan penanaman peserta juga dibekali materi kepramukaan serta lomba keterampilan, dan kegiatan life skill lainnya,” sebut Tamzil.

Baca juga :   Nelayan Ikut Upacara di Makassar,Peringat HUT RI Ke-72

Pada kesempatan ini juga dilakukan pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Wana Bakti Tingkat Daerah Sulsel Masa Bakti 2017-2022 oleh SYL.

Penulis Nur Marwah Yuwa