News

Forkotama RT/RW Tolak Smartphone Beraplikasi Sadap

Forkotama RT/RW Tolak Smartphone Beraplikasi Sadap

Kabar Makassar-- Pemerintah Kota Makassar akan membagikan smartphone kepada seluruh Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) se-Kota Makassar yang dilengkapi aplikasi khusus untuk merekam percakapan.

Hal tersebut kemudian mendapat penolakan dari beberapa RT/RW. Salah satunya Ketua RT di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Junaedi atau yang akrab disapa RT Mudayya.

Menurutnya hal tersebut terlalu berlebihan, tidak sewajarnya RT/ RW diawasi pembicaraannya.

"Kita ini cuma RT/RW tidak masuk akal kalau percakapan kami disadap, memangnya kita mengelolah anggaran ? kita juga bukan pembuat dan penentu kebijakan jadi untuk apa percakapan kami diawasi," terang Junaedi. Kamis 26 Oktober 2017.

RT Mudaya yang juga merupakan pendiri Forum RT/RW Kota Makassar (FORKOTAMA) ini juga menyampaikan bahwa yang seharusnya diawasi itu adalah aparat pemerintah bukan RT/RW.

"Yang harus diawasi itu pemerintah karena yang bisa melakukan penyelewengan anggaran dan penyalahgunaan wewenang adalah pemerintah bukan kami, jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa yang harus diawasi dengan cara seperti ini adalah Walikota, Kepala Dinas, Camat dan Lurah karena mereka yang mengelolah anggaran," tegasnya.

Bukan hanya Junaedi, beberapa RT/RW juga angkat bicara terkait hal tersebut, salah satunya Ketua RW di Kelurahan Walawalaya, Kecamatan Tallo, Ocang. Menurutnya dengan melakukan perekaman percakapan terhadap RT/RW maka secara otomatis hal tersebut adalah penyadapan dan itu melanggar undang undang ITE.

"Saya cuma RT tapi setau saya ini sudah menyalahi undang undang ITE, masa seorang walikota tidak tau undang undang itu," terang Ketua RT 04 tersebut.

Ocang juga menyampaikan bahwa yang punya wewenang hanya aparat hukum bukan Pemerintah Kota.

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: