F8 Mampu Tingkatkan Ekonomi di Sulsel

Kabar Makassar —– Makassar International Eight Forum and Festival (F8) berhasil menyita perhatian dunia dengan ragam budaya yang ditampilkannya. Sehingga memberikan dampak di banyak sektor, termasuk okupansi hotel dan minat terhadap makanan khas Sulawesi Selatan.

Seperti yang dilansir SindoNews.com, pengamat Ekonomi Unhas, Marzuki DEA mengatakan, F8 merupakan event International bergengsi, sehingga memberikan sumbangsi besar dalam pembangunan Sulsel.

Hal ini memberikan peluang terbukanya kontrak bisnis antara pelaku bisnis, baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antara pemerintah dengan pebisnis.

“Jangka menengah dan panjang terasa, jika kontrak bisnis yang dilakukan dapat berjalan seperti dimungkinkannya Makassar mempunya sister city dalam hal kepariwisataan dengan Taiwan misalnya, termasuk kontrak-kontrak rencana pembangunan kilang air bersih dan lain-lain. Acara tersebut telah mununjukkan kesiapan Makassar dan pantas menjadi kota yang mendunia,” katanya, Kamis, 8 September 2017.

Baca juga :   Situs Leang Leang Sebagai Situs Prasejarah yang Tertua di Dunia

Ia juga menjelaskan, adanya F8 menjadi salah satu wadah yang dapat menstimulus pengembangan dan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata seperti kuliner, sejarah maupun alam.

“Sekarang ini Sulsel ingin ditetapkan dan dianggap pariwisata sebagai sektor yang menjanjikan, sehingga F8 merupakan wadah yang bisa pemancing yang harus terus dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga mengungkapkan, kegiatan terbesar yang digelar atas hasil kerja sama antara Pemerintah kota dan Dinas Pariwisata ini berdampak terhadap naiknya tingkat okupansi hunian kamar sebesar 10% hingga 15%. Adapun perkiraan transaksi hotel dan restoran mampu mencapai sekitar Rp 1,8 Miliar.

Baca juga :   Makassar Turut Berpartisipasi dalam BBTF 2017

Menurutnya, kegiatan serupa F8 harus lebih sering dilaksanakan jika ingin meningkatkan hunian kamar dan jumlah transaksi rumah makan dan restoran.

Anggiat mengakui, selama dua hari terlaksana, F8 sukses mengantongi angka Rp 5 Miliar, jumlah tersebut merupakan pencapaian dari seluruh element yang berpartisipasi di F8 seperti UMKM, dan lain-lain.

“PHRI sangat bersyukur adanya F8 dan berharap ada event lainnya seperti F8,” tuturnya.(*)

Baca juga :   Sepeda Terbesar di Dunia Akan Hadir di TWP Sidrap

Sumber foto: f8makassar.com