KabarMakassar.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Sulawesi Selatan.
Hal tersebut disampaikan pada agenda Indonesia Islamic Financial Summit (IIFS) 2026 yang secara resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Senin (02/11).
Ia menilai, komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel beserta jajaran, yang dinilai konsisten mendorong perluasan akses keuangan masyarakat melalui berbagai program prioritas.
Secara khusus, Friderica memberikan ucapan selamat atas capaian luar biasa Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Selatan pada ajang penghargaan tingkat nasional.
“Kemarin di kegiatan TPAKD Nasional yang dihadiri Bapak Presiden, Sulawesi Selatan berhasil menyabet dua juara sekaligus, yakni untuk kategori TPKAD Provinsi dan TPKAD Kabupaten/Kota. Selamat untuk Pak Gubernur dan jajaran,” ujarnya.
Dia menambahkan, keberadaan TPAKD yang saat ini sudah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi produk serta program keuangan syariah.
Friderica menjelaskan bahwa di tengah dinamika keuangan global yang tidak pasti akibat ketegangan geopolitik, inflasi tinggi serta tren suku bunga tinggi (higher for longer), sektor jasa keuangan nasional terbukti tetap tangguh dan stabil.
Berdasarkan data per September 2026, aset keuangan syariah di tingkat nasional berhasil menembus angka lebih dari Rp3.300 triliun. Angka ini mencerminkan kontribusi sebesar 11,21 persen terhadap total aset keuangan nasional.
“Komposisinya terdiri dari perbankan syariah sebesar Rp1.108,45 triliun, pasar modal syariah mencapai Rp2.000 triliun dan industri keuangan non-bank (IKNB) syariah mendekati Rp200 triliun. Capaian ini terus tumbuh dibanding akhir tahun 2025,” jelasnya.
Meski pertumbuhan aset terus mencatatkan angka positif, OJK menyoroti beberapa tantangan utama yang harus diselesaikan Bersama oleh seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem syariah ke depan.
Beberapa diantaranya adalah:
-Kapasitas dan Ketahanan Lembaga
Memperkuat tata kelola, permodalan, dan manajemen risiko di seluruh lembaga keuangan syariah.
-Diferensiasi dan Inovasi Produk
Mendorong kesesuaian antara talenta SDM keuangan syariah dengan kebutuhan riil sektor bisnis.
-Peningkatan Literasi dan Inklusi
Mengakselerasi pemahaman masyarakat agar berbanding lurus dengan pemanfaatan produk keuangan syariah.
-Harmonisasi Regulasi
Memperkuat keterpaduan aturan dan koordinasi antar-kementerian, lembaga dan otoritas terkait.
Kegiatan IIFS 2026 ini turut dihadiri oleh Gubernur Sulsel beserta jajaran Forkopimda serta perwakilan Komisi XI DPR RI.