kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250

IHSG Merosot, Investor Asing Keluar dari Bursa Saham Indonesia

IHSG Masuk Zona Merah! Setelah Dibuka Menguat
Ilustrasi Saham (Dok : KabarMakassar).
banner 468x60

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sepanjang pekan lalu, ditandai dengan keluarnya investor asing dari Bursa Efek Indonesia. Pada penutupan Jumat (14/6) kemarin, IHSG ditutup di level 6.734,83, mengalami penurunan sebesar 1,42% dibandingkan hari sebelumnya.

Secara mingguan, IHSG mengalami penurunan lebih dalam sebesar 2,36%, memperburuk kondisi pekan sebelumnya yang turun 1,04%. Berdasarkan data dari Bloomberg, aksi jual mendominasi pasar minggu ini dengan rata-rata transaksi harian mencapai 25,3 miliar unit saham, naik 60% dibandingkan minggu sebelumnya. Nilai transaksi harian juga meningkat menjadi Rp10,58 triliun, tumbuh 1,93% dari minggu lalu.

Pemprov Sulsel

Investor Asing Melepas Saham dan Surat Utang

Sentimen pasar global yang memburuk dan kekhawatiran akan masa depan fiskal Indonesia di bawah pemerintahan baru yang akan dilantik Oktober mendatang menyebabkan investor asing banyak melepas kepemilikan saham dan surat utang mereka. Minggu ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp4,37 triliun di pasar reguler, jauh lebih tinggi dari minggu lalu yang mencatatkan net sell sebesar Rp1,71 triliun.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan pada 12 Juni lalu, investor asing melepas surat utang negara (SBN) sebesar US$49,6 juta atau sekitar Rp812,15 miliar, menjadi yang terbesar sejak 15 Mei. Sementara pada 14 Juni, investor asing juga mencatatkan penjualan bersih saham sebesar US$44,4 juta atau sekitar Rp727 miliar.

Tekanan jual ini turut mempengaruhi nilai rupiah yang melemah hingga mencapai level terendah sejak awal April 2020 di Rp16.412/US$. Selain itu, imbal hasil (yield) SBN juga meningkat tajam, dengan SBN acuan 10 tahun mencapai 7,200%, naik 16 basis poin dalam sehari. SBN dengan tenor 5 tahun naik 13,4 basis poin ke 7,042%, dan tenor 2 tahun naik 4,6 basis poin ke 6,633%. Sementara itu, SBN tenor 30 tahun melonjak 7,2 basis poin ke 7,126%.

Ketika investor asing menjual saham dan surat utang dari pasar Indonesia, dana mereka beralih ke pasar Asia lainnya seperti India, Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan.

Dilansir dari Bloomberg, data menunjukkan pada 13 Juni, investor asing membeli obligasi pemerintah India senilai US$114,8 juta atau sekitar Rp1,87 triliun. Mereka juga memborong saham di bursa India dengan nilai pembelian bersih mencapai US$331,6 juta pada hari yang sama, menandai lima hari berturut-turut reli pembelian.

Di Malaysia, investor asing membeli saham senilai US$41,9 juta pada 13 Juni, sementara di Taiwan, nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai US$711,5 juta. Di Korea Selatan, pada 14 Juni, investor asing membeli obligasi senilai US$158,8 juta dan saham senilai US$408 juta.

Saham-Saham Top Gainers dan Top Losers

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih berhasil mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 83%, diikuti oleh JSPT yang naik 30,88%, dan PPRI yang naik 30,16%.

Berikut adalah daftar saham yang masuk dalam kategori top gainers pekan ini:
– SKLT: naik 83%
– JSPT: naik 30,88%
– PPRI: naik 30,16%
– CGAS: naik 25,21%
– PAMG: naik 24,59%
– MHKI: naik 16,67%
– JIHD: naik 16,28%
– BBSI: naik 15,59%
– AREA: naik 15%
– TRUS: naik 14,44%

Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. PT Panca Global Securities Tbk (PEGE) mencatatkan koreksi terdalam sebesar 43,44%, diikuti oleh TRON yang turun 37,13%, dan ACST yang turun 35,51%. Berikut adalah daftar saham yang masuk dalam kategori top losers pekan ini:
– PEGE: turun 43,44%
– TRON: turun 37,13%
– ACST: turun 35,51%
– INOV: turun 35%
– TRUK: turun 28,77%
– SONA: turun 27,68%
– SGER: turun 27,27%
– RICY: turun 21,88%
– WIKA: turun 20,72%
– BBRM: turun 20,63%

Strategi Investasi di Tengah Gejolak Pasar

Dalam kondisi pasar yang bergejolak, beberapa saham konstituen indeks IDX Value30 dapat menjadi pilihan investasi. IDX Value30 mengukur 30 saham dengan valuasi harga yang rendah namun memiliki likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. Saham-saham dalam indeks ini seperti GJTL, BBTN, AUTO, ELSA, PGAS, ERAA, dan ASII memiliki valuasi yang paling undervalued dari sisi Price Earning (PE), Price Book Value (PBV), dan Price per Sales Ratio (P/S).

Untuk target jangka pendek hingga menengah, jika ada indikasi sinyal beli, potensi kenaikan bisa mencapai 4%–10% dan jangka panjang bisa lebih dari 10%. Namun, saat ini strategi yang disarankan adalah wait and see atau buy on weakness karena pasar masih dalam tekanan.

Saham dengan valuasi termurah adalah ADRO dengan PER 3,73 kali, ASII dengan PER 6,07 kali, dan PGAS dengan PER 4,5 kali. Target harga ASII ada di Rp 5.000 per saham, ADRO di Rp 2.970, dan PGAS di Rp 1.550 per saham. Selain itu, BBTN, BSDE, dan CTRA juga tergolong murah secara valuasi dan akan lebih menarik jika The Fed menurunkan suku bunga. Target harga BBTN berada di level Rp 1.500 per saham, sementara BSDE dan CTRA masing-masing di Rp 1.150 dan Rp 1.300.

Dengan strategi yang tepat dan memilih saham undervalued, investor dapat tetap optimis di tengah gejolak pasar yang terjadi.

PDAM Makassar