- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 83,33 miliar.
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 75,02 miliar.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 25,14 miliar.
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar Rp 24,07 miliar.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp 21,87 miliar.
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp 17,01 miliar.
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) sebesar Rp 15,89 miliar.
- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sebesar Rp 13,29 miliar.
- PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp 10,29 miliar.
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp 9,85 miliar.
Ekonomi Bisnis
IHSG Menguat, Ditopang Pengumuman Kabinet Baru dan Surplus Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (15/10), mencatat kenaikan sebesar 0,89% ke level 7.626,95. Kenaikan ini menandai kembalinya IHSG ke atas level psikologis 7.600 setelah sepekan berfluktuasi di kisaran 7.480-7.500.
Redaksi
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (15/10), mencatat kenaikan sebesar 0,89% ke level 7.626,95. Kenaikan ini menandai kembalinya IHSG ke atas level psikologis 7.600 setelah sepekan berfluktuasi di kisaran 7.480-7.500.
Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp 10,5 triliun, dengan 22,7 miliar saham berpindah tangan dalam 1,3 juta transaksi. Sebanyak 303 saham mengalami penguatan, sementara 261 saham melemah dan 237 lainnya stagnan.
Penguatan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen positif dari pengumuman calon menteri pemerintahan baru Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Transisi politik yang berjalan mulus, ditandai dengan pertemuan Prabowo bersama 49 calon menteri di kediamannya, memberikan sinyal stabilitas yang diapresiasi pasar.
Partisipasi Sri Mulyani dalam pembahasan APBN dan program ekonomi prioritas bersama Prabowo turut memberikan optimisme terkait kelanjutan kebijakan ekonomi yang sudah berjalan. Kembalinya Sri Mulyani sebagai kandidat Menteri Keuangan dipandang pelaku pasar sebagai jaminan berlanjutnya kebijakan fiskal yang kredibel dan pro-pertumbuhan.
Di sisi lain, data neraca perdagangan Indonesia turut memberikan dorongan bagi pasar. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan sebesar US$3,26 miliar pada September 2024, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat surplus US$2,9 miliar.
Surplus ini merupakan yang ke-53 berturut-turut sejak Mei 2020, didukung oleh penurunan impor serta kinerja ekspor komoditas nonmigas seperti bahan bakar mineral, minyak nabati, dan besi baja.
Kombinasi faktor politik dan ekonomi tersebut membangkitkan optimisme di kalangan investor, mendorong IHSG bergerak positif dan menandakan kepercayaan terhadap prospek perekonomian nasional di bawah pemerintahan baru.
Unruk informasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan hari kedua pekan ini, hal ini membuat IHSG mencatat kenaikan untuk ketiga hari berturut-turut. Sepanjang perdagangan, IHSG terus bergerak positif, menunjukkan sentimen pasar yang optimis.
Kembalinya minat investor asing menjadi salah satu faktor pendorong penguatan IHSG. Data menunjukkan adanya net buy asing sebesar Rp 339,77 miliar di seluruh pasar, mengindikasikan investor asing yang mulai berbalik arah dan kembali aktif membeli saham setelah beberapa waktu cenderung menjual.
Meskipun demikian, sejumlah saham tetap menjadi target aksi jual investor asing. Berikut 10 saham dengan nilai penjualan bersih (net sell) terbesar oleh asing pada Selasa:
Pilihan Lain