Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Menguat 0,32 Persen, Berikut Rekomendasi Saham dari Sejumlah Broker

IHSG menguat 0,32 persen ke level 6.113 pada Senin (12/10/2026). Simak rekomendasi saham dari sejumlah broker, mulai dari BBCA hingga AMMN.

Nofisari Diperbarui
Ilustrasi (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan pada perdagangan hari ini Senin (12/10). Tercatat, pada pukul 10.15 WITA, indeks mengalami kenaikan sebanyak 0,32 persen atau setara dengan menguat ke posisi 6.113.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 6,6, miliar saham dengan nilai transaksi yakni Rp1,23 triliun.

Tercatat, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 216.939 kali, dimana saham yang menguat ada 293, saham yang melemah ada 255, sedangkan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 206.

Berdasarkan BRI Danareksa Sekuritas, terjadinya pemulihan dikarenakan tekanan jual pada sesi perdagangan lalu. Akan tetapi, penguatan indeks butuh dikonfirmasi atas keberlanjutan arus dana asing serta stabilisasi sentimen global.

Saat ini, pasar tengah mencermati pergerakan yield US Treasury, nilai tukar rupiah juga harga minyak yang kini masih berada di tengah risiko inflasi.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Senin (12/10), yaitu:

-Phillip Sekuritas

ARCI dan SINI

-CGS International Sekuritas

AKRA, AMMN, EMAS, MDKA, BUMI, dan HMSP

-BRI Danareksa Sekuritas

EMAS, KLBF, dan PACK

-Mirae Asset Sekuritas

AMMN, BUMI, dan TPIA

-BNI Sekuritas

RAJA, TINS, ASLI, DOOH, ISAT, dan MAPI

-Panin Sekuritas

AADI, ERAA, dan BBCA

-MNC Sekuritas

BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG

-Phintraco Sekuritas

ASII, TLKM, AMMN, BBRI, dan DSSA

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua