Edy Manaf Minta Ilham Azikin Beri Pelatihan Kepada Petugas Penanganan Covid-19

KabarMakassar.com — Sebuah video yang memperlihatkan Anggota DPRD Sulsel, Edy Manaf terlibat adu mulut dengan sejumlah petugas penanggulangan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bantaeng terebaR di media sosial. Video itu pun mendapat beragam respon.

Terkait hal itu, Edy Manaf yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan jika dirinya tidak ingin memperlebar ini masalah. Akan tetapi, kata dia, ada orang yang merekam kejadian itu sehingga viral seperti sekarang. “Saya tidak permasalahkan sebenarnya tapi yah sudahlah,” kata Edy, Senin (20/4).

Ia menilai jika pada posko panangan Covid-19 tersebut terjadi kesalahan prosedur. Diantaranya, kata dia, petugas memaksa seluruh penumpang untuk turun dan tanpa ada imbauan untuk melakukan physical distancing.

“Kita semua di paksa turun dan banyak penumpang termasuk dari mobil lain. Apalagi ada perempuan yang teriak-teriak, bahkan ada yang sampai tendang drum. Dan tidak diterapkan physical distancing, itu kan tidak benar,” katanya.

Ia menambahkan jika dirinya tidak melewati posko tersebut karena dilarang oleh petugas. “Saya balik dan lewat jalan alternatif sampai Kota Bantaeng. Ketika sampai diperbatasan Bantaeng-Bulukumba saya mendapati perugas yang bagus dilakukan pemeriksaan suhu tubuh,” ujarnya.

Karena itu, ia telah melaporkan kejadian itu kepada Bupati Bantaeng, Ilham Azikin. Ia meminta kepada Ilham Azikin agar dilakukan pelatihan kepada petugas yang terjunkan pada setiap posko penangan Covid-19.

“Ini demi kebaikan kita semua. Kita apresiasilah kesiapan Pemkab Bantaeng. Tapi kan harus ada protap juga, jangan seperti ini. Makanya kita minta agar petugas di lapangan itu dilakukan pelatihan. Dan Pak Bupati tadi juga sudah minta maaf dan akan melakukan evaluasi,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak dari Kota Makassar. Kata dia, dirinya habis makan bersama koleganya di Partai Amanat Nasional (PAN) di Jeneponto. “Jadi saya lewat itu bukan dari Makassar. Saya janjian sama Pak Karlos dan Pak Irwandi di Jeneponto untuk makan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr. Andi Ihsan mengatakan, jika pemeriksaan kepada seluruh warga yang melintas di perbatasan Bantaeng hanya bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karenanya, ketika ada warga yang merasa tidak nyaman pihaknya minta maaf.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sulsel yang merasa tidak nyaman, kami melakukan penyemprotan disinfektan kendaraan, antiseptik yang aman bagi tubuh, dan pemeriksaan suhu tubuh dan pendataan pengunjung yang akan tinggal di Bantaeng. Semua ini kami lakukan bertujuan untuk melawan penularan Covid-19 di Bantaeng,” kata Andi Ihsan.

“Bahan yang digunakan dalam proses penyemprotan ini adalah antiseptik yang aman bagi kulit manusia dari bahan surfaktan dan alkohol 70% yang bertujuan untuk menghancurkan struktur dinding sel virus,” tambahnya.

Ia mengaku akan melakukan evaluasi internal terhadap sistem pemeriksaan di perbatasan terutama teknik komunikasi, informasi dan edukasi dan melakukan refreshing petugas.

“Ini kami lakukan agar tidak ada lagi miskomunikasi antara pengguna jalan dengan tim yang bertugas,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI