Dukungan IYL-Cakka Berkurang 3.390, Ada Apa ?

Foto: Suharlim

KabarMakassar.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan akhirnya menetapkan hasil rekapitulasi dukungan KTP calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar sebanyak 476. 734 yang Memenuhi Syarat (MS)

Dengan demikian, berdasarkan persyaratan ambang batas dukungan calon perseorangan sebanyak 480.124 maka pasangan ini harus menyetor lagi minimal sebanyak dua kali lipat dari 3.390 dukungan yang dianggap TSM atau sebanyak 6.780 berkas dukungan.

Sementara, disisi lain, Tim Kuasa Hukum IYL – Cakka sempat menyorot kinerja KPU Kabupaten/Kota yang dianggap tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Pasalnya, diduga banyak berkas dukungan IYL – Cakka yang di verifikasi faktual tidak prosedural atau menyalahi prosedur dalam verifikasi faktual, salah satunya adalah KPUD Selayar kemudian langsung dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Baca juga :   Partai Rekrut Perempuan Cantik, Ini Tujuannya

“Tim kami menemukan bahwa verifikasi di Selayar dilakukan tidak melalui semua metode. Tidak ada video call bahkan ada yang tidak didatangi. Walaupun sudah dikoordinasikan oleh LO kita di lapangan,” ujar Yasser, Selasa (02/01/2018) kemarin.

Selain itu, kata dia, beberapa kantong – kantong pendukung IYL – Cakka juga tidak pernah didatangi. Bahkan ada beberapa daerah juga yang mana surat dukungan IYL – Cakka hilang atau dengan kata lain ‘dicuri’. Seperti di Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai. “Jadi memang heran bin ajaib karena langsung dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat),” kata dia.

“Secara keseluruhan ada 6744 surat dukungan KTP untuk IYL – Cakka yang dianggap hilang, dan kami tidak tahu yang menghilangkan KPU Provinsi, KPUD Kabupaten ataukah PPS. Ini yang perlu dijelaskan oleh KPU,” tandas Yasser saat menghadiri Rapat Pleno KPU Sulsel di Ballroom Sandeq Hotel Clarion Makassar, Selasa 02 Desember 2018.

Baca juga :   Ditolak Golkar, Gerindra Sulsel Usung Pribadi NH

Terkait hasil Pleno tersebut, Pengamat Pemilu Sulsel, Zulfinas Indra kembali menyentil kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan karena tidak mampu menuntaskan verifikasi administrasi terhadap berkas dukungan perseorangan pasangan calon gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

“Kelalaian ini berdampak di KPU Kab/Kota, karena terdapat ketidaksesuaian antara jumlah softcopy (SILON) dan hardcopy. Sementara, dihardcopy sendiri terdapat perbedaan antara rekapitulasi (Formulir Model B.2-KWK) dengan lampiran by name (Formulir Model B.1-KWK),” jelas mantan Ketua KPU Kepulauan Selayar, Zulfinas Indra, saat dikonfirmasi Kabarmakassar.com, Rabu (03/01/2018).

Baca juga :   Terkait Dana Hibah HMI, Ini Komentar Pengurus Demisioner

Lebih lanjut, kata dia, bahwa kasus ini kemudian mengemuka di Gowa bahkan yang ironisnya di daerah lain ada dukungan IYL – Cakka yang tidak diverifikasi faktual oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS). Tentunya hal ini sangat merugikan pasangan bakal calon yang bersangkutan.

“Proses ini sangat merugikan bagi IYL-Cakka, dan menjadi bahan evaluasi bagi KPU Sulsel untuk bisa lebih tertib administrasi dan melakukan tindakan sesuai prosedur peraturan. Jangan sampai hal serupa terjadi lagi pada proses – proses selanjutnya,” tutupnya.(*/sng)

Penulis Suharlim Syamsuddin