News

Dugaan Korupsi Penyewaan Lahan Negara, Buka Pintu Tersangka Baru

Dugaan Korupsi Penyewaan Lahan Negara, Buka Pintu Tersangka Baru

Kabar Makassar -- Penetapan tersangka dugaan korupsi penyewaan lahan milik negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar kepada PT PP selaku pembangunan Makassar New Port dinilai merugikan negara sebesar Rp 500 juta pada tahun 2015.

Tiga nama yang telah ditetapkan sebagai tersangka di antaranya, M. Sabri selaku Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Serta dua warga yakni Rusdin dan A. Jayanti Ramli yang mengaku sebagai pemilik lahan telah ditahan lebih dahulu.

M. Sabri yang ditahan pada Senin, 10 Juli kemarin diperiksa selama kurang lebih 5 jam oleh penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar sebelum dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 A Makassar untuk menjalani penahanan.

Asisten Tipidsus Kejati Sulsel, Tugas Utoto, mengatakan M. Sabri dijadikan tersangka atas dasar dugaan penyalahgunaan kapasitas sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan yang seolah-olah mengatasnamakan Pemerintah Kota Makassar.

"Dalam memfasilitasi penyewaan lahan negara kepada PT. PP untuk pembangunan Makassar New Port. Dalam Kasus Ini, tersangka telah merugikan negara sebesar Rp 500 Juta," terangnya.

Adapun penahanan dilakukan berdasarkan surat perintah Kepala Kejati Sulselbar bernomor : PRINT-412/R.4.5/Fd.1/07/2017 tanggal 10 Juli 2017 sampai dengan 29 Juli 2017 di Lapas Klas 1 A Makassar.

Meski demikian, penahanan tersangka, kata Tugas akan memungkinkan adanya tersangka baru, karena masih berhubungan dengan penyelidikan reklamasi di sekitar Pantai Makassar yang diduga tidak sesuai ketentuan.

"Kita tunggu fakta persidangan lah. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru," katanya.

Sebelumnya, kedua tersangka, yakni Jayanti dan Rusdin mengakui sebagai pemilik surat garapan tahun 2003 atas tanah negara yang merupakan akses ke proyek pembangunan Makassar New Port.

Kedua tersangka menerima sewa lahan dari PT PP selaku pelaksana pembangunan New Port Makassar dengan lama sewa satu tahun. Padahal diketahui bahwa surat garap yang dimiliki tahun 2003 tersebut, lokasinya masih berupa laut hingga tahun 2013.

Foto: Int

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close