DPRD Sulsel Diminta Evaluasi Proyek Stadion Barombong

Kopel Indonesia

KabarMakassar.com — Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan melakukan evaluasi kinerja Pemprov Sulsel agar menghentikan sementara pekerjaan proyek Stadion Barombong.

Direktur KOPEL Sulsel Musaddaq meminta DPRD SUlsel melakukan rapat dengar pendapat atau Hearing dengan menghadirkan pihak terkait dan mendesak penghentian sementara pekerjaan proyek itu sampai ada hasil audit.

Pria yang akrab disapa Dadang ini menilai pihak kontraktor, pengawas dan konsultan harus bertanggung jawab termasuk dinas terkait yang tidak melakukan kontrol efektifitas pekerjaan.

“Saya kira pihak konsultan sudah menghitung kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di luar rancangan yang ada. Ini bukan faktor alam tetapi keteledoran. Makanya semua pihak harus turun lapangan mengecek termasuk DPRD Sulsel,” ucap Musadaq dengan nada keras saat dihubungi KabarMakassar.com di Makassar, Senin 4 Desember 2017.

Dia meminta DPRD Sulsel meninjau ulang kontrak pekerjaan yang telah disepakati Pemerintah Provinsi Sulsel bersama pihak ketiga karena ambruknya segmen satu tribune selatan Stadion Barombong bukan karena bencana alam.

“Jika hasil audit menyatakan ambruknya bangunan tersebut karena kelalaian kontraktor maka DPRD harus merekomendasikan Pemprov Sulsel memberikan sanksi kepada pihak kontraktor itu termasuk memutuskan kontrak kerjasama. Itu konsekwensi keteledoran pihak kontraktor, semua kerugian harus ditanggung pihak kontraktor,” ujarnya.

Baca juga :   Berita Foto : Makassar, Kota Pertama Deklarasi Cak Imin - AHY

Dia menambahkan kejadian ini pertanda bahwa pengawas dan konsultan proyek tidak menjalankan tugasnya. Pelaksana proyek harus tanggung jawab perbaikan kembali dengan kualitas bangunan berstandar

“Dihimbau kepada Dispora Sulsel untuk tidak melakukan adendum kontrak dengan kejadian ini misalnya dengan melakukan penambahan anggaran karena murni kelalaian pelaksana proyek. Jangan sampai Pemprov dirugikan,” ujarnya

Dia meminta Pemprov Sulsel agar tidak melakukan serah terima hasil pekerjaan jika pekerjaan bangunan belum sesuai dengan kualitas yg diharapkan.

Sebelumnya, Proyek stadion Barombong yang dirancang sesuai standar internasional atau FIFA itu ambruk setelah Pemerintah Provinsi Sulsel mengejar target perampungan 17 Desember 2017 mendatang.

Informasi terkait ambruknya pembangunan stadion Barombong dibenarkan Kepala Bidang Perencanaan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Muhlis Mallarangeng.

Menurutnya, salah satu mega proyek pemerintah provinsi Sulsel tersebut mengalami ambruk di lantai tiga tribun selatan.

Baca juga :   Ratusan Kader Partai Demokrat Menunggu Kedatangan AHY

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Stadion Barombong ini sebelumnya mengaku optimis pembangunan stadion Barombong dapat dirampungkan 17 Desember mendatang.

“Iya, sebenarnya sudah 1 minggu di pasang kayu penyanggahnya. Tetapi karena hujan setiap hari, jadi tidak langsung dilakukan pengecoran. Ini semua disebabkan faktor cuaca. Sabtu, 3 Desember 2017.

Membaiknya kondisi cuaca hari ini, lanjutnya pekerja akan memutuskan melakukan pengecoran. “Tapi tak disangka, pas dilakukan pengecoran kayunya tidak sanggup menahan beban sehingga kayunya ambruk” jelas muchlis

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulsel memperkirakan perampungan gedung olahraga itu rampung April 2018 untuk melengkapi janji politik masa kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang.

Namun, hingga akhir tahun ini ternyata stadion yang telah menghabiskan anggaran sekitar ratusan miliar dari APBN dan APBD itu tiba-tiba ambruk dan menjadi perhatian publik.

Diketahui, awal pembangunan Stadion Barombong menerima kucuran dana dari APBN sebesar Rp14,5 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengerjaan lapangan. Setahun berselang, tepatnya 2012, pemerintah pusat kembali menggelontorkan anggaran Rp10,5 miliar untuk penimbunan, lintasan, dan penanaman rumput serta fondasi.

Baca juga :   Dibandingkan Triwulan II, Pertumbuhan Ekonomi Sulsel  Triwulan III Peningkatannya Cenderung Melambat

Pada 2013, giliran Pemprov Sulsel yang mengucurkan dana Rp3 miliar dari APBD. Pengalokasiannya untuk desain dan aksesoris lapangan di Stadion Barombong itu. Tahun 2014 kembali mendapat bantuan APBD sekitar Rp20 miliar dan tambahan lagi dari APBN Rp17 miliar untuk mengerjakan tribun bagian timur dengan 17 segmen.

Setelah itu, Pemprov Sulsel kembali mengucurkan Rp20 miliar pada Tahun 2015. Dan ini dipakai uuntu kelanjutan pembangunan tribun bagian timur dan sebagian tribun bagian utara serta melanjutkan tiang pancang.

Memasuki tahun 2016 dana APBD Sulsel digelontorkan lagi Rp17 miliar untuk kelanjutan pengerjaan tribun bagian utara. Dan terakhir anggaran dikucurkan Rp95 miliar untuk APBD Tahun Anggaran 2017. (*/nck)