DPRD Minta Mall di Makassar Bebas Minol

Anggota DPRD Kota Makassar melakukan sidak ke di salah satu Mall di Kota Makassar, yang ditengarai menjual minuman beralkohol (Minol). (IST)

KabarMakassar.com – DPRD Kota Makassar telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah mall yang ditenggarai menjual minuman beralkohol (Minol). Hasilnya, dewan meminta agar mall bebas dari keberadaan minol yang bisa memberikan efek negatif.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Azwar mengatakan, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar agar memperhatikan apabila menerbitkan izin usaha. Salah satunya, terkait izin aktivitas jual-beli minol dalam pusat perbelanjaan atau di Mall.

“Pemkot harus menutup usaha jual minol dalam mall. Ini sudah banyak laporan dari masyarakat bahkan sudah ada pernyataan Mall bebas miras,” kata Azwar, Minggu (26/1).

Berdasarkan regulasi, Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2014 tentang pengawasan dan pengendalian pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol disebutkan dalam pasal 5 bahwa penjualan minol diminum langsung ditempat hanya di Hotel, Bar, Diskotik,Karoke dan Pub.

Kata Azwar, regulasi milik Pemkot Makassar sudah sangat jelas sehingga pengusaha juga diminta agar mematuhi peraturan yang ada. Sidak yang dilakukan DPRD Kota Makassar di dua lokasi, yakni Mall Pipo dan Mall Trans Makassar.

“Teman-teman dari berbagai ormas mendukung Mall bebas Miras. Kota Makassar ini kota beradab maka semestinya sudah menjauhi hal-hal yang negatif,” katanya.

Kedepan, kata Azwar, dirinya akan berkoordinasi dengan internal komisi A untuk membentuk tim khusus (Timsus). Tujuannya, melakukan investigasi terhadap adanya izin yang diterbitkan padahal tidak sesuai petunjuk dalam regulasi.

“Insya allah kita akan bentuk tim. Kenapa keluar izin-izin di mall padahal sudah ditau mall bukan wilayah jual minol,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar Nunung Dasniar mengatakan, sidak ini dilakukan menindak lanjuti laporan masyarakat terkait adanya penjualan minuman keras (Miras) lokasi dalam Mall.

“Setelah kita melihat langsung memang ada penjualan minuman jenis Miras. Ini yang kita sayang kenapa pemerintah kota dengan mudahnya mengeluarkan izin,” kata Nunung.

Dijelaskan Nunung, apapun alasannya menjual miras di tempat seperti di Mal sangat tidak dibenarkan.

“Kita akan menyurati Dinas terkait kenapa dengan mudah mengeluarkan izin tanpa terlebih dahulu melakukan survei lokasi,” terangnya.

Nunung juga mengatakan, penjualan minuman jenis miras di tempat terbuka seperti di Mall Panakkukang ini sangat berbahaya karena akan berdampak sosial bagi anak-anak dan kaum remaja. Tidak hanya itu, aktivitas tersebut juga akan memicu keributan.

“Memang ada izin tapi disitu hanya tertulis izin minuman tidak dijelaskan lebih rinci jenis minumannya. Dan izinnya itu cafe bukan bar,” katanya.

Kata Nunung, pihaknya menegaskan dengan meminta dinas terkait untuk segera melakukan tindakan dengan cara menutup aktifitas yang dilakukan di cafe tersebut.

“Tempatnya harus ditutup tidak boleh ada nego-nego lagi. Kita akan tindak lanjuti dengan RDP,” ujarnya. (*)

Reporter :

Editor :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI