DPRD Makassar Setujui Perda IMTA

Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. [Sumber: Int.]

Kabar Makassar– Upaya Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja untuk memberlakukan retribusi perpanjangan retribusi perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), rupanya didukung penuh oleh DPRD Makassar melalui Peraturan Daerah (Perda).

Secara umum, sembilan fraksi menyambut baik ranperda tersebut pada rapat Paripurna pertama masa sidang ketiga tahun sidang 2016/2017 menyangkut Penarikan retribusi tertera dalam Ranperda tentang perubahan Perda No 5/2012 tentang perizinan tertentu di Kantor DPRD Makassar. Selasa, 16 Mei 2017

Baca juga :   KPID Award 2017 Sulawesi Selatan Siap Digelar

Juru bicara fraksi PKS Makassar, Haslinda misalnya. Menurutnya, regulasi ini diperlukan untuk menambah sumber pendapatan daerah.

“Perlu ada retribusi perpanjangan IMTA,” katanya.

Tanggapan serupa juga datang dari pandangan fraksi PAN Makassar. Juru bicara fraksi PAN Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, rencana perubahan perda ini memicu muncul retribusi baru, seperti retribusi perpanjangan IMTA.

“Menjadi peluang bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menambah pundi-pundi PAD,” katanya.

Karena itu, potensi penambahan PAD ini sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan Makassar. Peningkatan PAD ini juga sejalan dengan upaya dan usaha pemkot untuk meningkatkan PAD.

Baca juga :   Jelang Natal dan Tahun Baru, Danny Kerahkan Ratusan Penjaga Keamanan

Sementara itu, juru bicara Fraksi Demokrat Makassar, Arifuddin Dg Kulle menyarankan, ranperda ini harus memuat secara detail. Objek, subjek, golongan retribusi harus jelas.

“Sasaran dan tarif harus jelas juga,” tambahnya.

DPM-PTSP Makassar menargetkan perizinan tertentu tersebut mulai berjalan efektif pada 2018 nanti. Di mana, usulan tarif IMTA mencapai 100 USD per Tenaga Kerja Asing (TKA) setiap tahun.

Baca juga :   Agenda Pemkot Makassar 22 Juli 2017

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar menyusun draft Peraturan Daerah (Perda) tentang perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (Imta). Hal ini dimaksudkan guna menambah pendapatan baru untuk Pemerintah Kota Makassar.(*)