News

DPD II Golkar: Pilwali 2018, DP Memungkikan Untuk Dikalahkan

DPD II Golkar: Pilwali 2018, DP Memungkikan Untuk Dikalahkan

Kabar Makassar-- DPD II partai Golongan Karya (Golkar), Rahman Pina menyebutkan potensi Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdah Pomanto pada Pilkada Sulsel 2018 mendatang memiliki tingkat keterpilihan paling rendah dari lima petahana lainnya.

Baik itu dari sisi elektabilitas maupun dukungan dari partai yang akan mendukungnya pada perhelatan pilawali 2018 mendatang.

"Meskipun masih memimpin, namun berdasarkan survei kecenderungan pak danny (sapaan Wali Kota Makassar) terus menurun. Biasanya untuk seorang incumbent, setahun menjelang pilkada surveinya selalu diatas 60 persen," kata Rahman Pina. Sabtu 26 Agustus 2017.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari lima petahana, seperti Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, Wali Kota Parepare Taufan Pawe, Bupati Endrekang Muslimin Bando, dan Bupati Bone Andi Fashar padjalangi yang akan mengikuti pilkada di Sulsel, hanya Danny Pomanto yang belum mengatongi rekomendasi usungan dari parpol.

Bahkan tiga dari petahana telah menyiapkan skenario untuk melawan kotak kosong. Rahman Pina juga menyebutkan kalau Danny Pomanto juga enggan untuk merincikan hasil survei dari partai Golkar dengan alasan strategis.

"Dari seluruh petahan yang akan bertarung, pak Danny paling lemah dan sangat memungkinkan dikalahkan. Lihat saja, tidak ada incumbent yang hasil surveinya bawah 60 persen kecuali pak Danny," ujarnya.

Sementara, lanjut Rahman Pina, incumbent lainnya telah mengantongi rekomendasi partai bahkan telah menyiapkan berbagi strategi lanjutan untuk melawan kotak kosong. Danny Pomato, baru saja mendapatkan surat tugas, itupun dari parpol yang masih bersengketa.

"Jika dibandingkan dengan incumbent Burhanuddin Baharuddin di Takalar yang akhirnya tumbang, peluang partai Danny kian menipis. Jelang pilkada, elektabilitas Danny pun jauh lebih rendah," papranya.

Sedangkan untuk partai Golkar sendiri, akunya masih mempunyai kader yang layak untuk diusung pada pilkada nanti.

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close