Dokumen Kerjasama Australia Hilang, Ini Penjelasan Pemkot

Ilustrasi

KabarMakassar — Bagian Perekonomian dan Kerjasama Sekretariat Daerah Kota Makassar akan mencari dokumen kerjasama Sister City Kota Lismore, Australia dan Pemerintah Kota Makassar yang hilang di era tahun 1990-an lalu

Kepala Sub Bagian Kerjasama Antara Lembaga Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Najiran Syamsuddin mengaku banyak arsip dan dokumen kerjasama dengan kota-kota Sister City lainnya yang tidak tertata dengan baik pada masa-masa itu.

Menurutnya, sistem administrasi dokumen karjasama Kota Makassar baru dibenahi setelah Pemkot Makassar membentuk Badan Kerjasama Sekertariat Kota Makassar pada tahun 2014. Banyak arsip yang belum masuk ke administrasi Badan Kerjasama, dia mencontohkan salah satu dokumen kerjasama sister city yang tidak kembali naik dipermukaan adalah kerjasama Sister City Makassar dengan Kota Lismore, Australia,

“Terkait Lismore saya baru dengar, untuk kerjasama sister city pada tahun 1990an, bagian kerjasama tidak ada, sehingga permasalahan dokumen masih tidak sebagus sekarang, apalagi sekarang sudah bagus sekali, sekarang semua orang bisa mengakses di open data online terkait kerjasama yang dimiliki Kota Makassar,” ungkap Najiran saat ditemui awak redaksi KabarMakassar.com.

Baca juga :   Penyusunan APBD Menjadi Indikator Dalam Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

Adanya kerjasama yang tertunda itu, Najiran mengaku akan melakukan koordinasi ke Kementerian Luar Negeri, untuk mencari data-data perjanjian kerjasama. Dia berharap dokumen kerjasama yang dilakukan sebelum 2014 dapat dilihat lagi, dan kalau bisa mengambil copyannya.

“Sekarang kita masih menunggu kemenlu, dari hasil follow up ini, kita akan lakukan renewal terhadap kerjasama-kerjasama yang ada dulu” Tambah Najiran dalam merespon Sister City Makassar dan Lismore yang sedang bersifat pasif akibat terkendala administrasi

Najiran menambahkan dengan adanya sister city, kedua belah kota mempunyai kewajiban untuk memancing perkonomonian yang tertuang dalam perjanjian. Kehadiran Sister City juga dapat menguntungkan berjalannya kerjasama kedua kota.

Baca juga :   Kepala Bank BI Sulsel Paparkan Kegiatan selama 2017

Sister City, kata dia bisa mempermudah proses administrasi sehingga efisiensi kerjasama. “Kami berharap agar respon pemerintah daerah juga positif, meski sudah selalu positif. Kota Makassar akan kami jadikan salah satu contoh kota yang bisa menjalankan kerjasama bagi kota lain karena sistem administratif kita mengikuti peraturan pusat.” Tambah Najiran

Terkait kerjasama Sister City Makassar lainnya, lanjutnya pihaknya baru melakukan persetujuan dengan kota sevilla, salah satu kota di spanyol sekaligus smart city terbaik yang ada di eropa dan menjadi Kota Heritage. Kita juga ada kerjasama dengan Kota Málaga di Spanyol, kita juga ada kerjasama dengan kota Cape Town di Afrika Selatan dibagian pendidikan,” tambahnya.

Baca juga :   Wagub Minta Samakan Persepsi Soal Pajak

Sister city yang merupakan konsep kerjasama kota kembar menjadi salah satu metode yang digunakan kota-kota di Indonesia, tanpa terkecuali Kota Makassar, Sulawesi Selatan dalam mengembangkan potensi yang terdapat di kedua kota yang menjalankan kerjasama sister city.

“Dalam menjalin kerjasama Sister City, Makassar bersifat selektif dalam memilih parnert kerjasama, baik luar maupun dalam negeri. Makassar tidak ingin proses kerjasama hanya berakhir di meja penandatanganan,” lanjut Najiran saat ditemui awak redaksi KabarMakassar.com beberapa waktu yang lalu.

Penulis Muh Fajar Nur