Dispora Sulsel Segera Berkantor di Mattoanging

Stadion Andi Mattalatta Mattoangin. (int)

KabarMakassar.com — Pascapenyerahan Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) yang dilakukan Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) kepada Pemprov Sulsel pada Senin (2/3) kemarin, pihak Pemprov Sulsel langsung mengambil langkah konkret terkait pelaksanaan rehabilitasi stadion tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulsel, Andi Arwien Azis mengatakan, salah satu langkah konret dan sesuai arahan dari KPK, pihaknya akan segera berkantor di Stadion Mattoanging.

“Setelah terjadi penyerahan antara YOSS dengan pemprov, secepatnya Pemprov Sulsel untuk bisa berkantor di Mattoanging. Dan memang kita ada Unit Pelaksana Teknis Daerah/Dinas (UPT-D Sarana dan Prasarana). Itu kemungkinan besar kita segera menetapkan kantornya di Mattoanging,” kata Arwien, Selasa (3/3).

Langkah ini, kata dia, diambil untuk memudahkan dalam pemantauan dan pengawasan proses rehabilitasi stadion yang menjadi kandang PSM Makassar tersebut.

“Untuk lebih memudahkan pengelolaan. Disamping itu, dalam rangka rehabilitasi stadion, tentu kita memanfaatkan beberapa ruangan untuk dijadikan tempat pengawasan terhadap proses rehabilitasi nantinya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Arwien, langkah konkret lainnya yang telah diambil Pemprov Sulsel dalam tahapan rehabilitasi stadion tersebut yakni melakukan audit forensik.

“Audit forensik dilakukan untuk mengetahui bangunan mana yang layak dan sudah tidak layak.
Karena stadion Mattoanging itu teramsuk national heritage atau cagar budaya yang harus kita teliti bagian bangunannya, yang mana dipertahankan dan yang mana harus dibongkar total,” jelasnya.

Lebih jauh Arwien mengatakan, pekan depan rencananya Tim Koordinasi Perencanaan Rehabilitasi Stadion Mattoanging juga akan segera melaksanakan lelang manajemen konstruksi.

“Mungkin pekan depan, mudah-mudahan sudah bisa masuk untuk lelang manajemen konstruksi,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, saat ini proses rehabilitasi Stadion Mattoanging yang dianggarkan di APBD Provinsi Sulsel tahun 2020 sebesar Rp200 miliar ini sudah pada tahap tayang lelang Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).

Reporter :

Editor :

Herlin Sadid

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI