News

Disnaker Makassar Perketat Pembayaran THR

Disnaker Makassar Perketat Pembayaran THR

Kabar Makassar ----- Tradisi setiap tahun, pemberian tunjangan hari raya atau yang lebih populer dengan sebutan THR, perusahaan penyedia pekerjaan wajib membayarkan gaji kepada karyawannya.

Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar menyatakan setiap perusahaan wajib melunasi THR paling lambat satu pekan sebelum hari raya. Bagi yang tidak memenuhi, akan dikenakan sanksi tegas

“Kita akan awasi. Kalau ada yang tidak menyalurkan, ada prosedurnya. Sanksinya bisa sampai pencabutan izin,” kata Irwan di Makassar. Sabtu, 3 Juni 2017.

Ia menjelaskan, bahwa kewajiban menyalurkan THR tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016. THR wajib dibayarkan kepada pekerja setiap menjelang hari raya sebagai pendapatan non-upah. Nilainya setara gaji sebulan bagi pekerja dengan masa kerja di atas satu tahun.

“Bagi yang di bawah satu tahun masa kerjanya dibagi 12 dan dikalikan upah pokok,” katanya.

Menurutnya hal itu telah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 6 Tahun 2016 Tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan.

Seperti yang dikatakan Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri sebelumnya yang telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6/2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja/ buruh di perusahaan, yang diundangkan mulai 8 Maret 2016 lalu.

“Dalam peraturan baru, pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan, kini berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) yang besarannya dihitung secara proporsional dengan masa kerja,” kata Menaker Hanif mengutip isi pasal 2 ayat 1 Permenaker No. 6/2016, di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Menteri Hanif mengatakan, sebelumnya dalam Permenaker 4/1994 dinyatakan THR diberikan kepada pekerja dengan masa kerja minimal tiga bulan. Namun, berdasarkan Permenaker No. 6/2016 yang baru pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan berhak mendapatkan THR. Sedangkan bagi pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih akan mendapatkan THR sebesar satu bulan upah. (ADV)

Marwah Ismail

Journalist

Pewarta yang telah memiliki sertifikasi "Jurnalis Muda" dari Dewan Pers. Mahasiswi Jurusan Broadcast Universitas Fajar ini aktif menulis sejak 2013 lalu.

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close