News

Disnaker Makassar Mulai Perketat Pengawasan Pekerja Asing

Disnaker Makassar Mulai Perketat Pengawasan Pekerja Asing

Kabar Makassar--- Dinas Tenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar akan memperketat pengawasan terkait keberadaan tenaga asing di Kota Makassar.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Disnaker Makassar, Andi Irwan Bangsawan usai menerima kunjungan Kepala Kantor Imigrasi Kelas IA Makassar, Haspion Irman di kantornya, Jalan A.P. Pettarani.

Irwan menjelaskan, kunjungan pihak Imigrasi Makassar guna meningkatkan koordinasi di hal sistem pengawasan orang asing yang bekerja di Makassar.

“Karena disinyalir dapat terjadi pemalsuan IMTA (Izin Memperpanjangan Tenaga Asing). Jadi Disnaker dan Imigrasi terus berkoordinasi dan meningkatkan pengawasan dan memperketat tebitnya surat-surat izin perpanjangan bagi tenaga asing,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengeluarkan beleid baru penggunaan pekerja warga negara asing. Diundangkan pada 30 Desember 2013, Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenakertrans) No. 12 Tahun 2013 mengatur tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing(TKA). Permenakertrans ini menggantikan beleid serupa yang terbit 2008 silam.

Salah satu aturan baru yang berbeda dari Permenakertrans No. 2 Tahun 2008 adalah pemberi kerja bagi TKA. Beleid terbaru, perusahaan pemberi kerja harus berbadan hukum. Kalaupun ada pengecualian buat badan usaha bukan badan hukum, harus dinyatakan dalam undang-undang.

Dalam peraturan lama, persekutuan komanditer (CV), misalnya, diperkenankan menggunakan TKA. Dalam beleid baru, kata Diar, tidak diperkenankan lagi sepanjang tak disebut dalam undang-undang.

Larangan itu tertera dalam Pasal 4 Permenakertrans No. 12 Tahun 2013. Adapun rumusan di antaranya Pemberi kerja TKA yang berbentuk persekutuan perdata, firma (Fa), persekutuan komanditer (CV), dan usaha dagang (UD) dilarang mempekerjakan TKA kecuali diatur dalam undang-undang. Rumusan ini berarti CV, UD, atau Firma hanya boleh menggunakan TKA jika diatur dalam undang-undang.

Permenakertrans baru bisa menutupi kekurangan beleid sebelumnya, apalagi dalam rentang waktu 2008-2013 banyak perubahan terjadi di masyarakat, yang memungkinkan penggunaan TKA semakin banyak. Berlakunya kerangka perdagangan bebas seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN diyakini semakin meningkatkan kebutuhan atas pekerja asing.

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close