Diserang Black Campaign, Ini Tanggapan Aziz Qahar.

Foto : Harlink

Kabar Makassar — Salah satu bakal calon Wakil Gubernur Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar kembali diserang black campaign atau kampanye hitam saat menghadiri Milad ke-108 Muhammadiyah di Kabupaten Jeneponto, Sabtu 25 November 2017 lalu.

Black Campaign tersebut dilakukan melalui foto yang viral di sosial media. Dalam foto itu, tampak pimpinan pondok pesantren Hidayatullah ini menelepon dengan menggunakan ponsel berstiker pasangan IYL-Cakka bertuliskan “Bersama Itu Kita”.

Terkait hal itu, Aziz Qahhar Mudzakkar saat dikonfirmasi, Minggu 26 November 2017 mengatakan, bahwa pada saat itu pihaknya sedang menerima panggilan telepon dari ponsel milik politisi PAN Sulsel, Syamsuddin Karlos.

Baca juga :   Sosok NH di Mata Andi Ilhamsyah Mattalatta

“Saat itu saya sedang menerima telepon dari teman dengan menggunakan handphone pak Karlos, saya tidak pedulikan ada stiker HP-nya, kan memang kita harus selalu menyambung tali silaturahmi,” ujarnya saat dikonfirmasi awak redaksi KabarMakassar.com.

Meskipun demikian, pasangan Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid ini mengaku tetap bersikap ikhlas terhadap kampanye hitam yang menyerangnya.

“Saya selalu maafkan. Ini bagian dari dinamika, saya ikhlaskan karena niat awal saya memang hanya ingin mengabdi untuk Sulsel,” ujarnya.

Baca juga :   Miliki Pasangan Maju Pilkada Wajo, Amran Mahmud Deklarasi di Makassar

Kemudian, Ia pun mengimbau agar ke depannya sikap tidak dewasa dalam dunia perpolitikan tersebut tidak terulang kembali.

“Ini yang harus ditekankan, kita mesti kedepankan politik santun tanpa saling menjatuhkan. Sudah bukan waktunya untuk bermain black campaign apalagi bermain curang,” pesannya.

Berdasarkan pantauan, perhelatan Pilgub Sulsel ini Aziz Qahhar memang kerap menjadi objek kampanye hitam, terutama menyangkut isu sentimen agama.

Sebelumnya, ia juga dikabarkan akan melakukan pemaksaan memeluk agama Islam. Namun, hal tersebut selalu ditegaskan Aziz Qahhar sebagai isu bohong.

Baca juga :   Pejabat Pemkot Ini Bantah Terlibat Politik Praktis

“Saya tiga periode di DPD, dan turut merumuskan penguatan empat pilar kebangsaan. Ada UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Saya kira toleransi antar umat beragama harus terus ditegakkan,” tegasnya.

Penulis : Suharlim Syamsuddin