Dinsos Makassar Target Keluarkan 1.000 KK dari Daftar PKH

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir.

KabarMakassar.com — Dinas Sosial Kota Makassar menargetkan sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) di Kota Makasar tahun ini bisa dikeluarkan dari daftar penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengatakan, 1.000 KK yang ditarget untuk dikeluarkan dari daftar penerima bantuan PKH tersebut adalah keluarga yang sebenarnya sudah tidak memenuhi variabel untuk menerima bantuan PKH (bukan keluarga prasejahtera).

“Kami ingin tahun ini harus keluarkan atau graduasi 1.000 KK yang saat ini masih masuk di daftar penerima bantuan PKH. Alhamdulillah di Januari, Februari dan Maret ini sudah ada 400 KK yang keluar,” kata Mukhtar, Jumat (13/3).

Menurut Mukhtar, keluarnya 400 KK tersebut dari daftar penerima bantuan PKH tahun ini dikarenakan adanya pemasangan pemberitahuan di rumah-rumah penerima PKH.

“Ada yang keluar sendiri, tapi ada juga yang kita paksa. Maksudnya, sebenarnya dia memenuhi variabel (untuk keluar dari PKH), tapi tidak mau keluar. Kami pasang di rumahnya pemberitahuan yang isinya tulisan ‘penerima bantuan dan sangat miskin’. Dengan dipasang itu, dia kan malu dan akhirnya mengundurkan diri sendiri,” ungkapnya.

Keluarnya 400 KK ini dari daftar penerima bantuan PKH, lanjut Muktar, juga didasarkan pada hasil pengecekan dan survei langsung. Dimana ditemukan bahwa mereka ternyata telah mampu membeli kendaraan dan memiliki handphone mahal.

“Di dalan sistem itu ada pertanyaan ‘kamu punya kendaraan?’, terus dia jawab ada (mobil). Berarti itu sudah mampu mandiri. Sopir grab berarti kan sudah bisa menghidupi satu rumah. Kedua, ‘handphone apa yang kamu gunakan?’. Ternyata dia pakai handhone yang harganya lebih dari 1juta. Berarti kan dia mampu,” jelasnya.

Lebih jauh Mukhtar mengatakan, Pemkot Makassar dalam hal ini Dinas Sosial juga telah melakukan pembinaan berupa pemberian pelatihan-pelatihan dan bantuan-bantuan baik tunai maupun nontunai kepada sejumlah keluarga prasejahtera.

“Pemkot sendiri memonitoring dan memberikan bantuan-bantuan seperti program-program yang lalu itu ada kelompok usaha bersama (Kube) yang dikeluarkan dari APBD ada program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang diberikan dari kita ada keterampilan yang kita kasih, dan ada yang kita sambungkan ke mitra-mitra tempat dimana kita bisa terkait,” bebernya.

Ia berharap, ke depan makin banyak masyarakat di Kota Makassar yang menjadi mampu berdaya dan hidup mandiri serta lepas dari tanggungan pemerintah.

“Apalagi dengan adanya kebijakan Kementerian Sosial yang menyatakan bahwa ada sekitar 2 juta lebih KUBE akan disalurkan ke seluruh Indonesia. Kita berharap bantuan itu bisa dirasakan warga kita,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI