Diminta Perjuangkan Rehab Monumen LAPRIS, Ini Kata Legislator PKB

KabarMakassar.com,Takalar— Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda meminta agar dilakukan rehab atau perbaikan Monumen LAPRIS yang terletak di Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar.

“Monumen LAPRIS sudah semestinya direhab. Seperti pagar dan simbol kelaskaran yang bergabung membentuk LAPRIS. Selain itu, tugu monumen ini sebaiknya dibangun lebih tinggi lagi” kata Arsyad Pinggan saat anggota DPRD Takalar, H. Abdul Haris Nassa SE melakukan reses ke 3 tahun 2017 di Monumen LAPRIS, Minggu 24 Desember 2017.

Senada dengan itu, salah seorang tokoh masyarakat Bulukunyi mengungkapkan, selain perbaikan akses jalan, monumen yang merupakan situs perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia ini belum dialiri listrik. Sehingga saat malam tiba, disekitar area monumen gelap gulita.

Baca juga :   Bosowa Semen Kurban 13 Sapi Untuk Warga Bantimurung

H. Haris Nassa yang juga Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Takalar mengaku siap memperjuangkan aspirasi tersebut. Menurutnya situs sejarah harus mendapat perhatian serius dari semua fihak, khususnya Pemda Takalar.

“Disinilah para pejuang kemerdekaan bersama Ranggong Daeng Romo, membangun kesepakatan bersama sejumlah kelaskaran dari berbagai daerah di Sulawesi untuk bersatu berjuang melawan kolonial Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sehingga semua fihak khususnya pemerintah berkewajiban membangun, menjaga dan merawat tempat ini”, terangnya.

Baca juga :   Pastikan Pelayanan Optimal, BPJS Kesehatan Kunjungi Daerah Perbatasan

Selain itu, imbuhnya, monumen ini akan memberikan dampak yang lebih baik kepada warga jika dijadikan destinasi wisata sejarah. Pasalnya monumen ini berada di puncak bukit, yang menawarkan pemandangan alam Takalar yang masih asri.

“Pemandangan masih asri, berdekatan juga dengan permandian alam Saluka. Sayang sekali kalau potensi ini diabaikan. Justru akan mendorong peningkatan ekonomi warga jika dikelola dengan baik,” tutupnya.

Diketahui, monumen yang menjadi tempat pertemuan para pejuang kemerdekaan ini, memang nampak tidak terawat dengan baik. Pagar tembok yang mengelilingi situs bersejarah ini sdh rubuh di beberapa bagian, ditambah lagi kesan kumuh, lantaran sudah menghitam tidak pernah lagi tersentuh cat. Kondisi yang sama juga terlihat pada baruga monumen. Beberapa lantai papannya sudah rapuh, sehingga bisa membahayakan pengunjung.(*/sng)

Baca juga :   Kalpataru Smansa Maros Upacara HUT RI ke-72 Di Puncak Bulu Sorongan

Penulis Anca