Dilarang Masuk Kampus Sendiri, Mahasiswa dan Satpam Bentrok

Suasana depan gerbang Unismuh yang dijaga pihak keamanan kampus (Foto: Wawan Indrawan)

KabarMakassar.Com — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) merasa geram lantaran tidak di perbolehkan masuk di kampus nya sendiri. Sabtu, 9 Desember 2017.

Mahasiswa yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa pendidikan Bahasa Arab merasa di rugikan lantaran pihak satpam kampus tidak mengizinkan untuk masuk di area kampus.

Sebelum nya memang ada arahan bahwa tanggal 9 Desember kampus di liburkan dari aktivitas perkuliahan, namun beberapa mahasiswa masih tetap datang karena memiliki agenda lain.

Baca juga :   KPU Sulsel Gelar Coklit Data Pemilih Serentak

“Kami ingin menghadiri acara pelantikan himpunan kami, tapi dilarang masuk oleh pihak satpam. Padahal banyak mahasiswa lain yang bergiliran masuk toh kenapa giliran saya dan teman-teman yang mau menghadiri pelantikan di larang masuk.” Kata Nurhidayah

Mahasiswa yang tetap ingin masuk terus berdiskusi dengan para satpam yang menjaga gerbang hingga akhirnya berujung keributan akibat tidak ditemukannya kesepakatan oleh kedua belah pihak.

Baca juga :   Tingkatkan kualitas SDM, PDAM buat Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi
Suasana ricuh akibat tidak adanya kesepakatan antara mahasiswa dan pihak keamanan kampus yang melarang mahasiswa untuk masuk. (Foto: Wawan Indrawan)

“Ini kampus kamu, kenapa kami dilarang masuk berkegiatan di dalam”, kata seorang mahasiswa yang berteriak kepada satpam di depan gerbang kampus yang tertutup rapat.

Beruntung ada pihak polisi yang datang untuk memisahkan kedua belah pihak sehingga tidak terjadi perkelahian yang lebih besar.

Setelah terjadinya keributan, mahasiswa kemudian kembali diizinkan masuk setelah melakukan negosiasi dengan pihak kampus sekitar 30 menit.

Baca juga :   Begini Cara Pelni Antisipasi Tiket Aspal

Sebelumnya memang ada isu yang beredar akan ada demo yang akan dilakukan oleh mahasiswa Unismuh pada tanggal 9 Desember dalam memperingati hari anti korupsi. (*/Mfn)

Penulis : Wawan Indrawan