Dihantam ‘Badai Covid-19’, Puluhan Hotel di Sulsel Tutup dan Rumahkan Karyawan

Ilustrasi - INT

KabarMakassar.com — Puluhan hotel di Sulawesi Selatan (Sulsel) menghentikan operasional dan merumahkan karyawannya untuk sementara waktu. Hal ini terpaksa dilakukan para pengusaha industri perhotelan karena minimnya tamu atau pengunjung akibat mewabahnya virus Corona (Covid-19).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan, perhari ini, setidaknya sudah ada 41 hotel di Sulsel yang terpaksa melakukan hal tersebut (menghentikan operasional dan merumahkan karyawan).

“Tutup dan tidak mampu lagi hidup karena tidak ada tamu,” kata Anggiat, Sabtu (4/4).

Jumlah hotel di Sulsel yang memilih untuk tutup dan merumahkan karyawannya ini, kata dia, masih akan terus bertambah. Hal ini karena belum ada yang bisa memastikan kapan wabah Covid-19 ini berakhir dan kondisi bisa membaik

“Itu pasti (bertambah). Hari ini saja sudah masuk lagi penyampaian bahwa 1 lagi hotel akan tutup, seperti Hotel Pantai Gapura di Makassar,” terangnya.

Menurut Anggiat, jumlah karyawan hotel di Sulsel yang terdampak akibat keputusan para pengusaha industri perhotelan ini bisa mencapai 1.600 orang.

“Prediksi atau hitung-hitungan kita jumlahnya bisa tembus sekitar 1.600 karyawan,” ujarnya.

Anggiat berharap, ada perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah untuk industri perhotelan di masa-masa sulit seperti ini, khususnya bagi karyawan hotel yang terpaksa harus dirumahnkan.

“Hingga hari ini belum ada insentive bagi yang dirumahkan. Kita berharap bantuan langsung tunai (BLT) bisa segera dijalankan atau disalurkan untuk menghindari kriminalitas di masyarakat akibat banyaknya masyarakat yang tak bisa bekerja ataupun kehilangan pekerjaan dengan kondisi seperti ini,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Firdaus

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI