Dibakar Cucu Tirinya, Daeng Sattu Meninggal Dunia

Daeng Sattu saat dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Rabu 14 Juni 2017 [Foto: Baba Duppa]

Kabar Makassar — Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar dan mendapatkan perawatan selama empat hari sejak Sabtu 10 Juni 2017 lalu, nyawa Daeng Sattu (60 tahun) tak terselamatkan. Daeng Sattu meninggal. Rabu 14 Juni 2017 petang kemarin akibat luka bakar diatas lima puluh persen.

Jenazah almarhum Daeng Sattu kemudian dibawa di Desa Pajukukang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros Sulawesi Selatan untuk dimakamkan.

“Kemarin meninggal sekitar jam lima sore, sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara kemudian dirujuk ke Wahidin, disana ia dirawat sekitar empat malam, kalau kasat mata agak sehat tapi tidak tahu kehendak yang diatas, kalau Rani sudah ada perubahan tapi masih dirawat di Ruang PICU Wahidin,” Kata Ishak Daeng Nompo, mertua Daeng Sattu ditemui di Rumahnya di Jalan Seroja Kelurahan Kampung Buyang Kecamatan Mariso, Makassar Kamis 15 Juni 2017.

Baca juga :   Kasus Bunuh Diri di Sulsel Meningkat ini Kata Psikolog

Daeng Sattu menjadi korban kedua yang meninggal dunia setelah sebelumnya Sania (40 tahun) yang juga merupakan ibu tiri dari pelaku yang terlebih dulu meninggal dunia pada Sabtu 10 Juni lalu.

Adapun pelaku Iphul yang merupakan anak tiri dari Sania telah menyerahkan diri kepihak Kepolisian Sektor Mariso dan saat ini diamankan di Mapolrestabes Makassar.

Baca juga :   Komeng, 10 Tahun Menderita Gizi Buruk

Sebelumnya pada Jumat 9 Juni 2017 kemarin, Iphul melakukan pembakaran di rumah keluarganya di Jalan Seroja Kelurahan Kampung Buyang Kecamatan Mariso Makassar Sulawesi Selatan. Iphul menyiram bensin kemudian menyalakan api ke dalam ruang tamu yang didalamnya ada Sania ibu tiri Iphul, Daeng Sattu ayah kandung Sania dan Rani adik sebapak Iphul.

Belakangan diketahui jika peristiwa ini terjadi ketika Ipul sedang memperbaiki motornya yang sedang rusak. Sedangkan, Sania (ibu tirinya), Rana alias Acce (adik sebapak), dan Sattu (ayah dari ibu tirinya) sedang tertidur di dalam rumah.

Baca juga :   Kasus Penimbunan Pasar Karisa Belum Jelas

Saat itu, Ipul menyiram bensin ke dalam rumah dan menyulutnya dengan api. Ketiga keluarganya yang sedang tertidur pun langsung ikut terbakar. Dan akhirnya Iphul menyerahkan diri ke Polsek Mariso setelah mengetahui jika ibu tirinya meninggal.

[divider sc_id=”sc672241568802″]divider-3[/divider]

[team layout=”2″ staff=”487″ sc_id=”sc910817781627″]