Dewan Minta Pemkot Revisi Anggaran untuk Atas Covid-19

Dewan Minta Pemkot Revisi Anggaran untuk Atas Covid-19

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara online via aplikasi zoom bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Jumat (27/3).

Kegiatan itu membahas terkait langkah antisipasi Pemkot Makassar dalam melakukan penanganan dan pencegahan Covid-19 dan dihadiri Kadis Kesehatan dr. Naisyah Azikin, Kadis Sosial Dr.Mukhtar Tahir, Kadis Damkar Taufiqurrahman, Kepala BPBD, dan Camat Mariso Harun Rani.

Kemudian ada Ketua DPRD Rudianto Lallo, Wakil Ketua Andi Suhada Sappaile, Wakil Ketua Andi Nurhaldin Nurdin Halid, Ketua Komisi D Abdul Wahab Tahir, Wakil Ketua Komisi D Fatmawaty Wahyuddin, Sekretaris Komisi D Sahruddin Said, dan Anggota Komisi D, Yeni Rahman, BudiHastuti, Al Hidayat Samsu.

Pada kesempatan itu, Muh Ansar mengatakan jika belanja tidak terduga yang tersedia di sekretariat daerah sebesar Rp.30 miliar. “Untuk kebutuhan anggaran di setiap SKPD melebihi dari anggaran yang tersedia,” kata Ansar.

“Untuk Dinas Kesehatan membutuhkan Rp.26 miliar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) butuh Rp.4 miliar, Dinas Sosial akan menelan biaya Rp.13 miliar sedang Dinas Pemadam Kebakaran butuh Rp.87 juta,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D, Fatmawati Wahyuddin mengatakan jika hasil rapat itu menyepakati dan mensupport Pemkot Makassar untuk melakukan revisi anggaran dengan mengurangi biaya yang tidak urgen pada setiap SKPD untuk disatukan menjadi biaya tanggap darurat mengatasi covid-19.

Untuk Dinas Kesehatan, kata dia, agar dapat mengadakan alat rapid test covid-19, alat pengukur suhu dan 1 juta masker untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Untuk BPBD membelanjakan Alat Pelindung Diri ( APD) bagi pengurus, pemandi jenazah dan penggali kubur, alat penyemprot disinfektan beserta cairannya,” kata Fatmawati.

Sementara kepada Dinas Pemadan Kebakaran dan Dinas Sosial, Fatmawati meminta dalam waktu dekat agar mencairkan anggaran tanggap darurat seperti logistik, dapur umum dan sembako kepada masyarakat yang terkena dampak.

“Kita juga minta Pemkot menyiapkan ruangan khusus di RSU Daya yang dapat menampung 40 pasien sehingga itu dapat dipaki nantinya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo langsung menyimpulkan hasil rapat. Intinya, kata politisi Nasdem ini bahwa kondisi darurat akan dievaluasi hingga 31 Maret pekan depan.

Kata dia, jika kondisi darurat maka pemerintah daerah sepakat kembali melakukan sistem Work From Home bagi ASN dan tetap meliburkan anak sekolah. “Hanya saja, kita tetap berdoa agar kondisi segeta pulih dan kami semua dan seluruh warga kota dapat beraktivitas kembali seperti biasa,” kata Rudi.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI