Desa Harapan di Barru Menanam Kopi dengan Sistem Argoforestry

KabarMakassar.com — Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru merupakan desa yang memiliki potensi alam yang cukup baik. Hal ini dikarenakan memiliki potensi hutan dengan sistem kelola agroforestry.

Sistem kelola agroforestry sendiri merupakan suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek.

Diantara tanaman komoditi yang ditanam oleh warga sekitar yakni cengkeh dan kopi. Khusus untuk kopi, warga Desa Harapan menanam jenis arabika, robusta dan liberika.

Salah satu pendamping Desa Harapan, Rudi Rustam mengatakan jika nantinya warga akan fokus pada pengembangannya ragam kopi sehingga Barru bisa memiliki kopi khas tersendiri.

“Sistem pengelolaan dengan argoforestry ini sangat bermanfaat karena tanpa merusak hutan tapi mampu menghasilkan komoditi yang bermanfaat bagi masyarakat desa,” kata Rudi, Sabtu (6/6).

Ia mengaku sebagai pendampingan dalam hal mengelola potensi desa maka warga akan diajarkan kepada masyarakat cara menanam dan mengelola hasil kopi yang baik hingga mampu memproduksi kopi yang berkualitas.

“Kita ingin Barru memiliki kopi yang memiliki cita rasa tersendiri. Makanya masyarakat diajarkan dengan baik tentang pengelolaannya sekaligus memberdayakan masyarakat dalam mengelola hasil kebunnya sendiri,” ujarnya.

Kata dia, pihaknya baru melakukan pendampingan selama satu tahun. Menurutnya dulu masyarakat berfikir menanam kopi hanya untuk dikonsumsi sendiri.

“Saat ini masyarakat sudah mulai berfikir untuk bisa memproduksi kopi yang nantinya akan memiliki nilai jual yang baik untuk meningkatkan ekonomi warga dan desa,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu anggota kelompok tani Desa Harapan, Pung Hawa mengatakan bahwa pengelolaan kopi di desanya masih dengan cara tradisional.

Kata dia, biasanya warga Desa Harapan mengelola kopi dengan cara dimasak masih dipertahankan oleh warga. Menurutnya dengan cara itu dapat mengurangi keasaman pada Kopi.

“Mengelola kopi ini kita menggunakan mesin yang agak sedikit modern, tiap kelompok tani memiliki mesin itu namun tapi tidak melupakan sistem pengelolaan dengan cara lokal yaitu dengan dimasak” kata Pung Hawa.

Diketahui, Desa Harapan akan menanam sebanyak 150.000 pohon kopi yang diagendakan pada November mendatang dan bibit itu telah diserahkan secara simbolis kepada warga oleh Bupati Barru, Suardi Shaleh.

Reporter :

Editor :

Sulistiawati

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI