Demo Tolak Tambang Pasir Berlangsung Ricuh

Kabar Makassar —– Unjuk rasa mahasiswa tolakan penambangan pasir laut yang berlangsung di depan kantor DPRD Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan berlangsung ricuh. Kamis siang, 6 Juli 2017.

Mahasiswa yang mencoba menutup akses jalan lintas kabupaten ini dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian, bahkan salah seorang pengguna jalan nyaris dihakimi oleh pengunjuk rasa. Puluhan mahasiswa aksi unjuk rasa yang tergabung dalam himpunan pemuda dan Mahasiswa Takalar dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Baca juga :   Ini Mekanisme Deteksi Dini Narkoba di Sulsel

Kericuan bermula saat puluhan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan aktivitas penambangan pasir laut yang berlangsung di perairan Galesong dan Sanrobone dibubarkan oleh aparat saat mahasiswa mencoba menutup akses jalan antar kabupaten

Beruntung kericuhan tidak lama setelah Kapolres Takalar turun tangan mengamankan anggotanya. Tidak lama berselang, sejumlah pemuda yang mengatas namakan dirinya pemuda Kepulauan Tana Keke, kembali menutup jalan dan nyaris terlibat bentrok dengan pengguna jalan

Baca juga :   H+10 Lebaran Volume Kendaraan Meningkat Drastis

Dua kelompok pemuda dan mahasiswa ini menuntut Pemerintah Kabupaten Takalar terkait keberadaan kapal penambang pasir laut asal belanda yang melakukan aktifitas pengerukan pasir untuk reklamasi pantai Center Point of Indonesia (CPI) yang berada di Tanjung Bunga Makassar. Sebab akan berdampak pada mata pencaharian nlayan dan berdampak juga pada kerusak alam

Setelah melakukan orasi, para pendemo menyeruduk kantor dprd dan melakukan pertemuan dengan sejumlah anggota dewan dari komisi dua di ruangan badan musyawarah. Dari hasil pertemuan, anggota DPRD Takalar dari komisi dua berjanji akan melakukan kordinasi dengan Ketua DPRD untuk segera menindaklanjuti tuntutan masyarakat

Baca juga :   Info Lalin : Jalan Selamet Riyadi Macet

Penulis : Saleh Sibali
[Foto: Saleh Sibali]