Demo di Kantor Gubernur Sulsel, Geram Tolak RUU Omnibus Law

Perwakilan Pemerintah Provinsi Sulsel didampingi Kapolrestabes Makassar menemui perwakilan massa dari Geram yang melakukan aksi demonstrasi menolak RUU Omnibus Law Cilaka, di depan Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (11/3). (Foto: KabarMakassar/Abdul)

KabarMakassar.com — Ratusan buruh, mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aliansi Gerakan Rakyat Menolak (Geram) Omnibus Law melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumiharjo, Rabu (11/3).

Massa dari berbagai elemen menyampaikan orasi di depan pintu masuk kantor Gubernur Sulsel dengan menggunakan truk tronton untuk menegaskan penolakan mereka terhadap Rancangan Undang Undang Omnibus Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) yang akan dibahas di DPR RI.

Juru Bicara (Jubir) Geram, Andi Malangke mengatakan Omnibus Law Cilaka pada kedudukannya cacat secara hukum karena tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Indonesia.

“Omnibus Law Cilaka hanya bisa diberlakukan dalam negara yang menganut paham ‘common law‘ seperti Amerika Serikat. Bukan seperti Indonesia yang menganut paham ‘civil law‘,” kata Andi Malangke dalam orasinya.

Ia menilai secara prosedural politik, Omnibus Law cacat karena dalam perumusan formulasi kebijakan sama sekali tidak melibatkan kelompok kepentingan yang sangat rentan terpapar langsung dampak dari Omnibus Law seperti kelompok buruh, Petani dan masyarakat adat.

“Omnibus Law Cilaka merupakan produk oligarki rezim penguasa pada ada saat ini. Sebab dalam perumusannya hanya melibatkan kalangan akademisi dan pengusaha,” jelasnya.

Akan tetapi, keinginan massa untuk bertemu Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah harus berakhir dengan kekecewaan. Karena, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu sedang ke luar kota.

“Mohon maaf, Pak Gubernur berada di luar kota, dan Pak Sekda sementara istirahat karena sakit beberapa hari ini,” kata Kepala Kesbanpol Sulsel, Asriady Sulaeman.

Walau demikian, pihaknya tetap menerima aspirasi dengan mengizinkan masuk untuk membicarakan kepada perwakilan para pengunjuk rasa.

Akibat aksi ini di depan kantor Gubernur Sulsel, terjadi kemacetan sepanjang 1 kilometer di Jalan Urip Sumiharjo.

Diketahui, aksi ini penolakan RUU Omnibus Cilaka juga dilakukan di Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Reporter :

Editor :

Abdul Kadir

Sofyan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI