Dampak Virus Corona, Harga Masker di Makassar Naik 300 Persen

Ilustrasi. Foto: womensweekly.com.sg)

KabarMakassar.com — Merebaknya wabah virus corona menjadi keresahan bagi masyarakat dunia termasuk warga Kota Makassar. Sejumlah langkah antisipasi pun dilakukan untuk mencegah penularan virus yang mematikan ini. Salah satunya dengan menggunakan masker.

Meningkatnya jumlah permintaan masker ini berdampak pada ketersediaan benda tersebut yang beberapa hari belakangan semakin langka, dan secara otomatis mendongkrak harga alat pelindung diri khususnya untuk pernafasan tesebut.

Berdasarkan pantauan KabarMakassar.com di sejumlah apotek dam mini market di Kota makassar, harga masker beberapa hari belakangan mengalami kenaikan cukup signifikan.

Seperti di Apotek Kimia Farma di Jalan Ahmad Yani, harga masker jenis N95 harganya melejit hampir 400 persen dari yang sebelumnya Rp23.500 per buah, naik menjadi Rp90.000/buah. Begitupun jenis masker yang lainnya. Harganya juga melonjak sampai tiga kali lipat.

“Semenjak adanya virus corona, masker N95 menjadi langka dan harganya juga jauh lebih mahal. Itu dikarenakan ketersediaan barang di distributor sangat kurang, makanya mau tidak mau harganya juga naik. Sebelumnya per 1 biji harganya Rp23.500 naik menjadi Rp90.000. begitupun dengan masker jenis yang lainnya. ada yang awalnya kita jual Rp8.000 ribu tapi karena langka makanya harganya naik sampai Rp23.000,” terang Michelle, pendamping di Apotek Kimia Farma di Jalan Ahmad Yani Makassaar, Kamis (13/2).

Menurut Michelle, konsumen yang membeli masker di apotek tempatnya bekerja tidak hanya berasal dari warga Kota Makassar saja, tetapi ada juga yang berasal dari luar Makassar.

“Banyak yang membeli untuk kemudian dikirim ke luar kota. Banyak juga yang mengeluh kenapa harganya naik, tapi kita hanya bisa menjawab bahwa dari distributornya yang memang menaikkan harganya, bukan kami,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan salah seorang pegawai di Apotek Abadi Farma di jalan Bulusaraung. Bahkan, kata dia, akibat langkanya masker pelindung penafasan, apotek tempatnya bekerja sudah beberapa minggu ini tidak mendapatkan stok benda tersebut.

“Pernah jual, cuma sekarang karena mulai susah stoknya dari distributor jadi kami tidak jual lagi,” ujarnya.

Tak hanya di Apotek, di beberapa minimarket juga harga masker mengalami kenaikan. Salah satunya seperti di salah satu minimarket di jalan Sombaopu.

Reporter :

Editor :

Qiswanty

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI