Covid-19 “Naik Kelas”, Kurs Rupiah Terus Melemah

(INT)

KabarMakassar.com — Nilai tukar atau kurs rupiah kembali melemah. Pada pembukaan perdagangan hari ini, kurs mata uang garuda berada pada angka Rp14.355 per dollar Amerika (USD). Pukul 10.00 WIB, kurs rupiah semakin melemah hingga berada di angka Rp14.519 per USD.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini tak terlepas dari memburuknya sentimen pelaku pasar akibat penyebaran wabah virus corona (Covid-19) yang terus meningkat signifikan di luar China.

Kondisi ini semakin diperparah dengan “naik kelasnya” wabah virus yang bisa menyebabkan kematian tersebut, dengan ditetapkan menjadi pandemi global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Rabu (11/3) kemarin.

“Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus COVID-19 di luar China telah meningkat 13 kali lipat, dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat. Karena itu kami telah membuat penilaian bahwa COVID-19 dapat dikategorikan sebagai pandemi,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, Rabu (11/3) kemarin, seperti dikutip dari CNBC.

“Pandemi bukan kata yang mudah atau digunakan secara gegabah. Itu adalah kata yang jika disalahgunakan dapat menimbulkan ketakutan yang tidak masuk akal atau merasa pertarungan sudah berakhir, yang membawa pada penderitaan dan kematian yang tidak seharusnya terjadi,” ungkapnya.

Setelah pengumuman tersebut, bursa saham AS (Wall Street) langsung merosot 5%. Hal ini menjadi indikasi memburuknya sentimen pelaku pasar. Anjloknya bursa saham Wall Street yang merupakan patokan bursa saham dunia itu tentunya juga mengirim hawa negatif ke pasar Asia.

Sekadar diketahui, hingga Kamis (12/3) pukul 08.00 WIB, Covid-19 sudah menjangkit di sebanyak 114 negara, dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi sebanyak 125.865 kasus. Dari jumlah tersebut, 67.044 dinyatakan sembuh dan sebanyak 4.616 meninggal dunia.

Khusus untuk di Indonesia, sampai hari ini (pukul 08.00 WIB), jumlah pasien positif Covid-19 sudah sebanyak 34 kasus. Dimana dari jumlah tersebut, 2 diantaranya sudah dinyatakan sembuh, 1 meninggal dunia, dan sisanya (31 orang) masih dalam perawatan intensif.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI