Ciptakan Pelaku UKM Ber-SNI, Pemkot Makassar Gandeng BSN

Pertemuan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, dengan Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Pusat, Zakiyah, di Rujab Wali Kota Makassar, Selasa (3/3). (IST)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar bersama Badan Standarisasi Nasional (BSN) Indonesia berkomitmen untuk melakukan standarisasi terhadap produk-produk yang diciptakan para pelaku usaha di Kota Makassar.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN Pusat, Zakiyah menyampaikan, sebagai salah satu wujud dari komitmen tersebut, pada minggu kedua bulan Maret 2020 pihaknya akan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar dalam upaya peninglkatan kualitas dan daya saing produk unggulan daerah melalui penerapan SNI.

Selain itu, juga meningkatkan kualitas layanan pemerintah di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), misalnya dengan menerapkan SNI ISO 9001.

“Pemerintah Kota Makassar juga dapat menerapkan SNI ISO 37001: Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai salah satu tool bagi organisasi untuk mencegah tindak korupsi. Ini tentunya sangat bagus karena kita tidak hanya memperhatikan produk unggulan dari produknya saja, tapi dari manajemennya untuk terlepas dari korupsi juga. Apalagi ini kita akan fokus pada produk khas Kota Daeng ini,” kata Zakiyah, saat bertemu Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, di Rujab Wali Kota Makassar, Selasa (3/3).

Lebih lanjut ia menerangkan SNI ISO 37001 merupakan standar yang bisa membantu organisasi untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko penyuapan serta untuk mencegah, mendeteksi dan menangani penyuapan.

“Standar ini bisa diintegrasikan dengan sistem lain seperti SNI ISO 9001, SNI ISO 14000 dan  dapat diterapkan oleh organisasi besar maupun kecil,” sebutnya.

Sementara, PjWali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menyambut baik kerjasama ini. Katanya, para pelaku usaha nanti akan dibina mulai dari kelayakan tempat usaha, bahan yang digunakan, hingga paling penting yakni packaging yang merupakan cover dari sebuah produk.

“Kerjasama ini sangat baik membantu produk-produk lokal kita menjadi lebih bermutu. Dan itu bisa menaikkan potensi perputaran ekonomi kita kedepannya,” ungkapnya.

Iqbal berharap, kegiatan ini bisa berjalan sesuai standarnya, sehingga bisa menciptakan para pelaku UKM berstandar sesuai dengan yang telah ditetapkan.

“Biasanya itu pembinaan dilakukan dari 6-12 bulan. Semoga bisa terakumulasi semua. Kerjasama dengan Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Qyswanty

Daus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI