Cegah Covid-19, Pemkab Pinrang Minta 69 Warganya Lakukan Isolasi Mandiri

Ilustrasi - INT

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabuaten Pinrang mengaku telah melakukan contact tracing terhadap orang-orang di wilayahnya yang pernah melakukan kontak pasien 557 (warga Pinrang yang kemarin telah dinyatakan positif Covid-19), termasuk, para jemaah umrah yang satu kloter atau rombongan dengan pasien tersebut.

Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengidentifikasi sebanyak 69 warga pinrang yang berangkat umrah bersama dengan pasien 557.

“Kan satu kloter mereka pulang, jadi kita lakukan tracing. Sudah ditemukan, makanya kita sudah pakaikan radius 100 meter untuk isolasi, termasuk para keluarganya,” kata Irwan Hamid, Rabu (25/3).

“Mereka sudah kita minta untuk melakukan isolasi mandiri. Maka dari itu kita minta masyarakat tetap tenang. Kami dari pemkab bekerjasama dengan Polres Pinrang dan Kodim 1404/Pinrang bekerja setiap hari untuk meninjau di lapangan,” lanjutnya.

Irwan Hamid menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pinrang. Diantaranya dengan melakukan penyemperotan desinfektan.

“Kami sudah koordinasi untuk dilakukan penyemprotan desinfektan tiap hari,” terangnya.

Sekadar diketahui, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari, Selasa (24/3) sore, mengumumkan adanya tambahan 2 pasien di Sulsel yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Sulsel. Keduanya masing-masing pasien 309 dan pasien 557.

Ichsan menjelaskan, pasien 309 merupakan warga Kota Makassar yang dirawat dan diperiksa swab di Jakarta. Hasilnya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Yang bersangkutan kemudian dirujuk ke Makassar sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes. Karena yang bersangkutan ini memang tinggal (warga) Makassar. Sampai di Makassar, dia ke RS Wahidin untuk diperiksa, dan karena keadaaannya sudah tidak ada gejala-gejala lagi, makanya dia diputuskan untuk isolasi mandiri di rumah. Jadi tidak dirawat lagi di Makassar,” kata Ichsan melalui video conference, Selasa (24/3) sore.

Sementara untuk pasien 557, lanjut Ichsan, saat ini yang bersangkutan sementara dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Menurut Ichsan, pasien 557 ini memiliki riwayat baru pulang dari menunaikan ibadah umrah pada tanggal ada tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2020.

Setelah pulang dari umrah, yang bersangkutan mengalami demam dan batuk. Tanggal 16 Maret, pasien tersebut dirawat di RS Fatimah Parepare. Kemudian tanggal 17 Maret dirujuk ke RSUD Andi Makkasau Parepare dengan keluhan batuk demam, dan sakit kepala.

“Tanggal 17 itu dia masuk ke RSUD Andi Makkassau, dan dilakukan pengambilan sampel atau spesimennya. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 24 Maret. Pasien 557 ini merupakan warga Pinrang, tetapi dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare,” terang Ichsan.

Ichsan menegaskan, Pemerintah Provinsi Provinsi dan pemerintah kabupaten kota di Sulsel sangat serius melakukann penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Tim kita terus bekerja untuk melakukan pelacakan atau contact tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Kita juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing atau phsyical distancing. Pasalnya, hanya dengan ini kita bisa melakukan pemutusan mata rantai penularannya,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Sofyan Basri

Firdaus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI