Cegah Covid-19, Bupati Selayar Minta Penyebarangan Kapal Fery Bira-Pamatata Dikurangi

Basli Ali didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Selayar Marjani Sultan, Ketua DPRD Selayar Mappatunru, Kapolres Selayar bersama Dandim 1415 Selayar.

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali melaporkan kondisi terkini terkait dengan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Selayar kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah melalui video conference, Kamis (26/3).

Pada kesempatan itu, Basli Ali didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Selayar Marjani Sultan, Ketua DPRD Selayar Mappatunru, Kapolres Selayar bersama Dandim 1415 Selayar.

Hadir pula para ssisten, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Kh. Hayyung, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala BPKPAD, Kepala BP3KB, serta Kepala Dinas PMPTSPTK.

Dalam laporannya, Basli Ali mengatakan bahwa sampai hari ini yang masuk dalam data Orang Dalam Pemantauan (ODP) enam orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 0 (nol).

Terkait dengan arahan dari Presiden RI dan Gubernur Sulsel, Basli Ali menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar telah melaksanakan seluruh arahan tersebut.

“Alhamdulillah masyarakat pada dasarnya dapat menerima dengan baik, himbauan dan arahan dari pemerintah untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Ini semua berkat dukungan dari semua Forkopimda dan jajaran pemerintahan dan masyarakat,” kata Basli Ali.

Meski demikian, Basli mengungkap beberapa kendala yang dihadapi oleh Pemkab Selayar dalam pencegahan covid-19. Diantaranya, kata dia, terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker N95, maupun surgical mask bagi tenaga medis dan petugas posko pada empat titik pintu masuk di Selayar.

“APD sangst sulit untuk didapatkan, termasuk terbatasnya alat thermometer infrared yang digunakan pada empat posko. Karena itu kami meminta untuk diberikan alat tes untuk Covid-19,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke Kota Makassar walau telah dihimbau untuk tidak melakukan kunjungan. Maka dari itu, Basli meminta agar dengan kewenangan yang dimiliki oleh Gubernur Sulsel supaya penyeberangan fery yang di Pelabuhan Bira dan Pamatata diminta untuk dikurangi volumenya.

“Misalnya dari tiga kali menjadi satu kali penyeberangan dalam sehari, dengan prioritas mobil pengangkut sembako ke Selayar,” ucapnya.

Ia mengaku jika saat ini Pemkab Selayar sementara melakukan persiapan untuk memberikan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 9.000 Kepala Keluarga (KK).

“Ini untuk mengantisipasi terkait dengan adanya pembatasan beraktivitas di luar rumah. Olehnya itu agar kiranya Gubernur Sulsel dapat mendesak pemerintah pusat agar program bantuan sembako secepatnya diturunkan ke daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa protokol standar prosedur pencegahan wabah Covid-19 sudah dilakukan oleh para Bupati dan Wali Kota. “Saya sangat senang mendengar bahwa seluruh Bupati dan Wali Kota sudah bersinergi dengan Forkopimda yang ada untuk bersama-sama mencegah penularan wabah virus corona di Sulsel,” kata Nurdin Abdullah.

Ia meminta agar Pemkab Selayar tetap waspada terutama daerah yang belum terjangkit covid-19, sembari berharap wabah virus corona ini segera berakhir sehingga roda perekonomian kembali berjalan lancar seperti biasanya.

Terkait permintaan pengurangan jadwal angkutan laut, NA mengaku sepakat demi untuk memutus rantai penularan covid-19. “Ini saya kira sangat penting kita lakukan dan segera saya akan menyurati instansi yang berwenang,” katanya.

Terkait APD yang belum mencukupi, mantan Bupati Bantaeng itu mengaku jika hal ini akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. “Stok yang ada akan dikoordinasikan untuk segera disalurkan,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Redaksi

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI