Rayakan HUT Bhayangkara ke-74, Kapolsek Polsel Salurkan Sembako

KabarMakassar.com — Kapolsek Pollongbangkeng Selatan (Polsel), AKP Zeim Arman didampingi oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Polsel Polres Takalar, Aiptu Nurhajir menyerahkan langsung bantuan sembako kepada warga terdampak Covid 19 di Kecamatan Polsel, Selasa (30/6) kemarin.

Kapolsek Polsel, AKP Zeim Arman mengungkapkan bahwa jelang HUT Bhayangkara ke-74 tahun 2020 ini, Polri ingin hadir dan berbagi ditengah masyarakat yang membutuhkan terlebih disaat pandemi Covid-19.

“Polri dengan semboyannya melayani dan mengayomi masyarakat akan tetap dirasakan oleh masyarakat dalam keberadaannya,” kata AKP Zein.

Ia berharap dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Jangan dilihat besarnya bantuan yang kami berikan, namun kebersamaan kita dalam membantu sesama harus tetap terjalin ke depan,” ungkapnya.1

Sementara itu, penerima bantuan sembako, Sahruni Daeng Bollo mengatakan sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan jajaran Polres Takalar. “Selama pandemi Covid-19 ini, untuk memperoleh penghasilan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sangatlah susah,” kata Sahruni.

Karena itu, kata dia, dirinya mewakili keluarga sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Polres Takalar. “Mudah-mudahan dapat bernilai ibadah disisi Allah Swt amin,” pungkasnya.

Ketua PMI Takalar Pimpin Apel Pagi Pencegahan Covid-19

KabarMakassar.com — PMI Kabupaten Takalar melaksanakan apel bersama relawan Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Takalar H. Achmad Dg. Se’re di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Sabtu (6/6).

Pada kesempatan itu, H. Achmad Dg. Se’re menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran PMI Sulsel nomor 237/5.5.0/VI/2020 tanggal 1 juni 2020 tentang kegiatan penyemprotan serentak PMI Sulsel.

“Covid-19 yang melanda dunia saat ini merupakan krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat ini kita sedang berperang dengan musuh yang tidak terlihat dan ini adalah perang semesta,” kata Achmad Dg. Se’re.

Ia berharap seluruh masyarakat Takalar tetap di rumah dan jika keluar rumah harus sesuai dengan protokol kesehatan seperti memakai masker, sering mencuci tangan, tidak berkerumun dan jaga jarak sebagai upaya kita memutus mata rantai Covid-19.

Lanjut, Ketua PMI Takalar ini mengaku turut prihatin karena dari data yang ada Provinsi Sulsel sampai saat ini masuk 3 besar dalam penyebaran Covid-19 dibawah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

“Untuk itu mari bersama-sama berusaha untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan dengan normal seperti biasa,” ungkapnya.

“Kita bersama jajaran TNI/Polri dan organisasi kemasyarakatan lain secara bersama melakukan upaya meminimalkan penyebaran Covid-19 dengan melakukan penyemprotan serentak selama 2 hari,” tambahnya.

Satu Santri Ponpes Al Fatah Magetan Asal Bulukumba Dinyatakan Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatah Magetan, Jawa Timur, yang merupakan warga Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabyupaten Bulukumba, terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).

Hal ini dipastikan setelah hasil uji swab dari Laboratorium yang dilakukan pada santri berusia 18 tahun itu keluar pada Jumat (24/4) kemarin.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal mengatakan, sejak tiba di Bandaara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada 18 April lalu hingga akhirnya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, yang bersangkutan belum sempat ke Kabupaten Bulukumba.

“Saat tiba di bandara, yang bersangkutan bersama ratusan santri lainnya langsung mendapat penanganan tim dari kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Sultan Hasanuddin karena memiliki suhu tubuh di atas 38° C dan langsung dikarantina di Kampus BPSDM Provinsi Sulsel sampai akhirnya dinyatakan positif. Jadi memang belum sempat ke Bulukumba,” kata Daud, Sabtu (25/4).

“Meski KHR tidak ditemukan dan diperiksa oleh tim surveilence Bulukumba, namun yang bersangkutan dikategorikan sebagai pasien positif Bulukumba karena identitasnya beralamat Bulukumba,” jelasnya.

Dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 asal Bulukumba ini, kata dia, maka jumlah total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba sampai hari ini sebanyak tiga orang.

“Satu pasien sudah sembuh dan dua lainnya sudah berada di RS Wahidin Sudirohusodo untuk menjalani isolasi dan perawatan,” terangnya.

Daud meminta dukungan dan doa masyarakat Bulukumba untuk kesembuhan pasien positif Covid-19 asal Bulukumba tersebut, agar bisa kembali bergabung bersama keluarganya. Apalagi dengan usia masih usia muda, tentu memiliki daya tahan tubuh yang masih bagus.

“Kita berharap dua pasien positif kita yang dirawat di Makassar ini cepat pulih dan dinyatakan sembuh sebagaimana pasien positif 001 sebelumnya,” tutup Daud. (*)

Pemkab Gowa Siapkan Proposal Penerapan PSBB

KabarMakassar.com — Jumlah kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data Media Center Covid-19 Kabupaten Gowa, hingga Jumat (17/4), tercatat pasien positif sebanyak 23 orang, dari sebelumnya 22 orang. Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 285 orang; dan Pasein Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 124 orang.

Menyikapi perkembangan khususnya di tiga kecamatan yang merupakan episentrum penyebaran di wilayah Kabupaten Gowa, yakni: Kecamatan Somba Opu, Pallangga dan Barombong, Pemerintah Kabupaten Gowa menyiapkan proposal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya, untuk diajukan kepada Gubernur Sulsel untuk dikaji.

“Proposalnya sudah selesai, tinggal kita ajukan ke pak gubernur untuk dikaji, bagaimana mekanismenya kedepan,” kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, Sabtu (18/4).

Pengajuan penerapan PSBB ini, kata dia, dilakukan dengan beragam pertimbangan. Diantaranya: laju perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gowa mengalami peningkatan signifikan, dan adanya tiga daerah pandemi di masing-masing wilayah dataran rendah. Termasuk melihat kondisi kesiapsiagaan Pemkab Gowa terkait keamanan, kesiapan alat kesehatan, dan pengamanan jaringan sosial.

“Kami sangat butuh bantuan Pemprov Sulsel untuk segera mengkaji proposal kami untuk diusulkan ke Menkes. Dengan pertimbangan melihat kondisi saat ini, sehingga untuk memutus dengan cepat mata rantai penyebaran Covid-19 maka harus dilakukan PSBB,” ujarnya.

Menurut Adnan, berdasarkan data peningkatan jumlah pasien positif, PDP maupun ODP, ada tiga kabupaten/kota di Sulsel yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19, yakni Makassar, Gowa dan Maros. Sehingga untuk memutus mata rantai penularan, perlu diperketat dan intervensi yang kuat di tiga wilayah ini.

Kabupaten Gowa dan Maros ikut menjadi daerah episentrum penyebaran karena menjadi penyangga Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulsel.

“Banyak warga Kabupaten Gowa dan Maros bekerja di Makassar, begitu pun sebaliknya banyak orang Makassar berkerja di Kabupaten Gowa dan Maros. Di wilayah kami saja, ada 45 persen warga kami bekerja di Makassar. Begitupun data pada pasien yang terpapar Covid-19 di Gowa, sekitar 80 persen dari total yang ada adalah mereka yang aktivitasnya di Makassar,” terangnya.

Olehnya itu, lanjut Adnan, alangkah baiknya jika Kabupaten Gowa dan Maros ikut menerapkan PSBB bersamaaan dengan Kota Makassar. Paling tidak, di kecamatan-kecamatan yang berbatasan langsung agar bisa menekan arus keluar masuk.

“Kita butuh kerjasama yang kuat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini yang semakin hari semakin meluas,” ucapnya.

Adnan menekankan, langkah penerapan PSBB ini harus ditempuh karena banyaknya masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk berada di rumah.

“Kami menganggap tidak penting lagi adanya imbauan dan edukasi, sudah lebih sebulan kita melakukan edukasi dan mengeluarkan imbauan baik lisan maupun tertulis tapi tetap saja banyak yang melanggar,” pungkasnya.

Antisipasi Mudik, Presiden Instruksikan Jajarannya Siapkan Skenario Komprehensif

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan skenario-skenario yang komprehensif dalam rangka mengantisipasi arus mudik tahun ini.

“Jangan sepotong-sepotong atau satu aspek saja atau sifatnya sektoral atau kepentingan daerah saja, tetapi dilihat secara utuh. Baik itu dari hulu, di tengah dan di hilir,” kata Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas (Ratas) lanjutan dari Istana Kepresidenan Bogor melalui video conference, membahas antisipasi mudik, Kamis (2/4), seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet.

Jokowi mengingatkan seluruh jajarannya bahwa pemerintah telah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai rujukan bersama.

“Perlu saya tegaskan lagi, bahwa mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, sampai ke kepala desa, harus satu visi yang sama, satu strategi yang sama, satu cara yang sama dalam menyelesaikan persoalan yang kita hadapi sekarang ini,” ujarnya.

Menurut Jokowi, rujukan maupun prosedurnya sebenarnya sudah sangat jelas. Namun, ia juga meminta Menteri Kesehatan untuk segera mengatur lebih rinci dalam peraturan menteri, apa-apa saja kriteria daerah yang bisa diterapkan PSBB, termasuk langkah yang bisa dilakukan oleh daerah.

“Saya minta dalam waktu maksimal 2 hari peraturan menteri itu sudah selesai,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga mengatakan, dalam rangka atau upaya menenangkan masyarakat, ada kemungkinan alternatif mengganti Hari Libur Nasional di lain hari untuk Hari Raya, termasuk menggratiskan tempat-tempat wisata yang dimiliki oleh daerah.

“Ini (mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya), mungkin bisa dibicarakan. Kemudian yang kedua, memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti tersebut,” ujarnya.

“Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan, kita bisa memberikan sedikit ketenangan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Tunggu Arahan Gubernur jadi Alasan Pemkab Pinrang Belum Liburkan Sekolah

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Pinrang belum memutuskan untuk meliburkan aktifitas proses belajar mengajar di seluruh sekolah mulai tingkat TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs yang ada di wilayahnya, seperti yang beberapa daerah lainnya di Sulsel sudah lakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penularan Virus Corona (Covid-19).

“Belum ada libur (sekolah) ini, dan akan ditindak lanjuti. Belum ada arahan langsung dari gubernur. Kita menunggu, apakah diliburkan, sementara ada ujian SMK/SMA sederajat. Untuk SD, SMP mungkin satu dua hari kita lihat dulu regulasinya,” kata Sekda Kabupaten Pinrang, Andi Budaya, Senin (16/3).

Meski begitu, lanjut Andi Budaya, sesuai imbauan Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, untuk menghindari penyebaran Covid-19, absensi elektronik (fingerprint) untuk ASN di lingkup Pemkab Pinrang untuk sementara ditiadakan.

Bupati Pinrang, kata dia, juga melarang para ASN meninggalkan Pinrang atau berkunjung ke daerah-daerah yang terpapar Covid-19.

“Untuk menghindari Covid-19. Untuk ASN ditiadakan absen elektronik (fingerprint). Sementara digantikan dengan absen manual,” ungkapnya.

“Tadi apel pagi dipimpin kadis kesehatan sudah disampaikan ke ASN, agar menghindari kerumunan orang banyak, tidak tinggalkan Pinrang sesuai intruksi Pak Bupati. Termasuk tidak bersalaman atau kontak fisik sesuai aturan WHO, dan jika dirasakan ada gejala, disarankan untuk periksa di Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Sekadar diketahui, pemerintah pusat telah menetapkan wabah Covid-19 sebagai bencana nassional nonalam sejak 14 Maret kemarin. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Ahad (15/3) kemarin juga telah meminta kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus memonitor kondisi dan berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah situasi di daerahnya masing-masing.

Selain itu, Jokowi juga meminta seluruh kepala daerah di Indonesia untuk terus berkonsultansi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukan status daerahnya masing-masing apakah masuk kategori siaga darurat ataukah tanggap darurat bencana non-alam.

Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran pemerintah daerah dibantu TNI dan Polri serta dukungan dari pemerintah pusat selanjutnya diminta untuk melakukan langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran serta dampak Covid-19. Mulai dari membuat kebijakan tentang proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa; membuat kebijakan tentang sebagian ASN bisa bekerja di rumah dengan menggunakan interaksi on-line dengan tetap mengutamakan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong dan bersatu padu, gotong royong. Kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa tertangani dengan maksimal,” kata Jokowi di Istana Bogor.

Jokowi juga meiminta kepala daerah untuk menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan peserta banyak orang, dan meningkatkan pelayanan penge-test-an infeksi Covid-19 serta pengobatan secara maksimal, dengan memanfaatkan kemampuan Rumah Sakit daerah dan bekerja sama dengan Rumah Sakit swasta serta lembaga riset dan pendidikan tinggi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Saya sudah perintahkan untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk digunakan secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Jokowi menjelaskan, instruksi untuk memberikan dukungan anggara tersebut merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang memungkinkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memprioritaskan dan menggunakan anggaran secara cepat.

Selain itu, kata dia, Menteri Keuangan juga sudah mengeluarkan peraturan dan pedoman untuk penyediaan anggaran yang diperlukan oleh seluruh Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah serta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

“Peraturan ini memberikan landasan hukum agar pihak yang relevan dapat menggunakan anggarannya dan mengajukan kebutuhan anggaran tambahan untuk menangani tantangan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Serahkan Rekomendasi, NH: Jangan Lain di Mulut Lain di Hati

KabarMakassar.com — Partai Golkar secara resmi mengumumkan usungan di 10 daerah dari total 12 kabupaten/kota di Sulsel yang akan menggelar Pilkada serentak tahun ini.

Tak hanya mengumumkan, surat rekomendasi usungan juga diserahkan secara langsung oleh Ketua DPP Golkar, Airlangga Hartanto, didampingi Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid, di acara Tasyakuran dan Deklarasi Pilkada 2020 di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Ahad (8/3).

10 bakal calon yang menerima surat rekomendasi dari Partai Golkar itu yakni: Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (Makassar); Andi Hamzah Pangki (Bulukumba); Yohannis Bassang atau Ombas (Toraja Utara); Indah Putri Indriani (Luwu Utara); Andi Kaswadi Razak (Soppeng); Thoriq Husler (Luwu Timur); Muh Basri Ali (Selayar); Malkan Amin (Barru); Andi Ilham Zainuddin (Pangkep); dan Tajerimin (Maros).

Sementara untuk dua kabupaten lainnya di Sulsel yang juga akan menggelar Pilkada serentak tahun ini, yakni Gowa dan Tana Toraja, tidak (belum) diumumkan dalam penyerahan rekomendasi tersebut.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Nurdin Halid menginstruksikan kepada calon kepala daerah yang sudah diberikan rekomendasi agar benar-benar mempersiapkan diri untuk bertarung di Pilkada serentak 2020.

“Kalian sudah berjanji untuk memenangkan Golkar, jangan lain di mulut lain di hati,” tegasnya.

Sementara, bakal calon Walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, rekomendasi usungan dari Partai Golkar ini tak akan disia-siakannya.

Meski begitu, ia pun berharap dukungan seluruh organ Partai Golkar untuk memenangkan Pilwali Makassar 2020.

“Insya allah dengan adanya rekomendasi ini, kita akan membawa kemenangan untuk Golkar di Pilkada serentak 2020,” ucap Danny.

Balapan Formula E di Roma Ditunda, Ini Penyebabnya?

KabarMakassar.com — Balapan Formula E batal digelar di Kota Roma, Italia yang akan digelr pada 4 April 2020 mendatang. Penyebabnya tak lain karena wabah virus corona. Sebelumnya tak hanya balapan mobil listrik saja, sejumlah laga sepakbola di negara pizza tersebut juga ditunda.

Bahkan kini otoritas Italia memerintahkan jika semua ajang olahraga ditunda lebih dulu, karena merebaknya wabah virus corona.

“Sebagai konsekuensi dari darurat kesehatan yang terjadi di Italia…tak akan lagi memungkinkan menggelar E-Prix Roma pada 4 April,” demikianya pernyataan pihak Formula E dilansir Suara.com jaringan KabarMakassar.com dari laman resmi mereka, Sabtu (7/3).

Penyelenggara akan membuat penilaian tentang kemungkinan menggelar balapan tersebut ketika larangan dicabut.

Dikabarkan jika seri balapan Formula E, nantinya bakal digelar di Paris, Prancis pada 18 April mendatang.

Cuci Tangan Penting Untuk Cegah Virus Corona

KabarMakassar.com — Mencegah virus corona tidak hanya bermodal masker saja, namun hidup dengan pola yang sehat serta yang terpenting adalah sesering mungkin mencuci tangan anda, untuk menghindari virus mematikan tersebut.

Cuci tangan menggunakan sabun paling ampuh dan terbaik untuk menghentikan penyebaran kuman, dibandingkan hanya memakai air saja. Kebiasaan sederhana ini terbukti berperan penting dalam membantu mencegah penyebaran kuman dan menurunkan jumlah anak yang sakit di seluruh dunia.

Bahkan beberapa pakar kesehatan telah mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan penularan virus corona Covid-19 dengan mencuci tangan menggunakan sabun selama 20 hingga 30 detik.

KabarMakassar.com memberikan beberapa tips untuk memudahkan anda mencuci tangan dngan benar hingga benar-benar bersih dari kuman,

  • Buka keran air dan basahi kedua tangan Anda.
  • Gunakan sabun secukupnya dan oleskan ke kedua tangan Anda hingga menutupi seluruh permukaan tangan.
  • Gosokkan kedua telapak tangan Anda secara bergantian.
  • Jangan lupa untuk menggosok area di antara jari-jari tangan dan juga punggung tangan Anda hingga bersih.
  • Bersihkan pula ujung jari Anda secara bergantian dengan mengatupkannya.
  • Bersihkan kedua ibu jari tangan secara bergantian dengan menggenggam dan memutar ibu jari secara bergantian.
  • Lalu, letakkan ujung jari-jari Anda ke telapak tangan, kemudian gosok perlahan. Lakukan secara bergantian dengan tangan lainnya.
  • Setelah itu, bilas kedua tangan dengan air yang mengalir.
  • Segera keringkan kedua tangan Anda menggunakan handuk atau tisu kering yang bersih.
  • Gunakan handuk atau tisu tersebut untuk menutup keran air. Dan selesailah langkah mudah mencuci tangan dengan sabun yang bisa Anda lakukan di mana pun.

Tertarik Dirikan Radio, Diskominfo-SP Buton Utara Sambangi Rewako FM

KabarMakassar.com — Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, melakukan kunjungan ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Rewako FM yang terletak di Jalan Andi Mallombassang, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Jumat (6/3).

Rombongan Diskominfo-SP Buton Utara diterima langsung oleh Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfo-SP Kabupaten Gowa yang juga Direktur Utama Radio Rewako FM, Widiah Restuti besama sejumlah crew di Studio Rewako FM.

Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik Diskominfo-SP Kabupaten Buton Utara, Rajab mengatakan, kedatangannya bersama rombongan mengunjungi radio Rewako FM untuk memperoleh informasi pendirian radio sebab Pemkab Buton Utara berencana akan mendirikan radio.

“Ini penting untuk penyampaian informasi-informasi pembangunan daerah yang harus sampai ke lapisan masyarakat paling bawah. Paling tidak semua informasi-informasi daerah setiap hari masyarakat tahu bahwa ini yang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Musik Director (MD) Rewako FM, A. Syaiful Nasir saat menerima rombongan Diskominfo-SP Buton Utara mengatakan Radio Rewako FM merupakan LPPL lokal yang cukup cepat mendapatkan izin siaran.

Ia menambahkan, salah satu yang paling penting untuk disiapkan dalam pendirian LPPL ini adalah Peraturan Daerah (Perda) LPPL.

“Saat ini Rewako FM sudah di Perdakan yaitu Perda Nomor 05 Tahun 2018 tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal. Ini sangat penting karena menjadi dasar hukum pengelolaan radio,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni yang menerima rombongan Diskominfo-SP Buton Utara mengatakan, Radio Rewako FM yang berdiri sejak 14 tahun lalu ini memiliki jangkauan yang cukup luas di Sulsel, yakni meliputi wilayah Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Makassar, Maros, Pangkep dan Sinjai. (*)