Bertambah 2, Pasien Positif Covid-19 di Sulsel jadi 4 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien yang dinyatakan positif terjangkit Virus Coriona (Covid-19) di Sulsel bertambah 2 orang. Dengan begitu, sampai Selasa (23/3) sore, total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel sudah berjumlah 4 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr Ichsan Mustari mengatakan, tambahan 2 pasien positif ini masing-masing pasien 309 dan pasien 557.

dr Ichsan menjelaskan, untuk Pasien 309 merupakan warga Kota Makassar yang dirawat dan diperiksa swab di Jakarta. Hasilnya dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

“Yang bersangkutan kemudian dirujuk ke Makassar sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes. Karena yang bersangkutan ini memang tinggal (warga) Makassar. Sampai di Makassar, dia ke RS Wahidin untuk diperiksa, dan karena keadaannya sudah tidak ada gejala-gejala lagi, makanya dia diputuskan untuk isolasi mandiri di rumah. Jadi tidak dirawat lagi di Makassar,” kata Ichsan melalui video konferensi, Selasa (24/3) sore.

Sementara untuk pasien 557, lanjut Ichsan, saat ini yang bersangkutan sementara dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare.

Menurut Ichsan, pasien 557 ini memiliki riwayat baru pulang dari menunaikan ibadah umrah pada tanggal ada tanggal 24 Februari sampai 8 Maret 2020. Setelah pulang, yang bersangkutan mengalami demam dan batuk. Tanggal 16 Maret, pasien tersebut dirawat di RS Fatimah Parepare. Kemudian tanggal 17 Maret dirujuk ke RSUD Andi Makkasau Parepare dengan keluhan batuk, demam dan sakit kepala.

“Tanggal 17 itu dia masuk ke RSUD Andi Makkassau, dan dilakukan pengambilan sampel atau spesimennya. Yang bersangkutan kemudian dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 24 Maret. Pasien 557 ini merupakan warga Pinrang, tetapi dirawat di RSUD Andi Makkasau Parepare,” terang Ichsan.

dr Ichsan menegaskan, Pemerintah Provinsi Provinsi dan pemerintah kabupaten kota di Sulsel sangat serius melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

“Tim kita terus bekerja untuk melakukan pelacakan atau contact tracing terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Kita juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan social distancing atau phsyical distancing. Pasalnya, hanya dengan ini kita bisa melakukan pemutusan mata rantai penularannya,” imbaunya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data terbaru yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemrintah Provinsi Sulsel, hingga Selasa (24/3) pukul 14:46 WITA, tercatat jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 149, (113 pemantauan, 36 selesai pemantauan) 54 PDP (7 sehat, 47 masih dirawat); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 54 orang (7 sehat, 47 masih dirawat); sedangkan pasien positif Covid-19 jumlahnya bertambah menjadi 4 orang (1 meninggal, 1 isolasi mandiri di rumah, 2 di rawat di RS).

Misteri Pasien Positif Covid-19 Bernomor 286 di Sulsel?

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Kamis (19/3) malam lalu mengumumkan adanya dua orang warga Sulsel yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona atau Covid-19, yakni pasien 285 dan 286. Menurut gubernur, keduanya berasal dari Makassar.

Pasien 285 telah meninggal dunia sebelum hasil laboratorium yang menyatakan dirinya positif Covid-19 keluar. yang bersangkutan sebelumnya diketahui baru saja pulang dari menunaikan ibadah umrah. Sementara pasien 286 masih dirawat di salah satu rumah sakit rujukan untuk kasus Covid-19 di Kota Makassar.

Jumat (20/3), Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Virus Corona (Covid-19) Kota Makassar melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan oleh tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Makassar di rumah dan tempat-tempat di sekitar kediaman almarhumah pasien 285 di Jalan Rajawali 3, Kelurahan Pannambungang, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku, saat ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar tengah melakukan contact tracing atau penelusuran terhadap keluarga dan kerabat serta orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan almarhumah pasien 285, khususnya dalam dua pekan terakhir. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Hingga Jumat (20/3) malam, Iqbal menyebut, ada sebanyak 68 orang yang diketahui pernah atau telah melakukan kontak langsung dengan pasien 285, saat ini berada dalam pengamatan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Ke-68 orang yang saat ini dalam pengamatan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Makassar ini termasuk yang satu rombongan travel umrah dengan almarhumah pasien 285.

Misteri Pasien 286

Yang menjadi pertanyaan dan kekhawatiran sejumlah masyarakat di Sulsel khususnya Kota Makassar saat ini adalah siapa pasien 286 yang sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit rujukan kasus Covid-19 di Makassar tersebut.

Siapa saja orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut? Apa langkah yang dilakukan otoritas terkait untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari pasien 286? Hingga saat ini belum ada penjelasan dari otoritas yang berwenang.

Saat Gubernur Sulsel mengumumkan adanya dua pasien positif Covid-19 di Sulsel, sejumlah awak media sempat mempertanyakan secara khusus siapa pasien 286.

Namun, pada kesempatan itu gubernur tidak memberikan jawaban pasti.

“Beliau sehat, kita pantau terus,” jawab Nurdin singkat.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Arum Spink meminta pihak Pemerintah Provinsi Sulsel lebih terbuka dan transparan dalam menyampaikan informasi tentang Covid-19 ini kepada publik.

“Kita minta terbuka. Walaupun lagi-lagi itu kembali ke personalnya orang, tapi itu soal teknis saja. Intinya kita minta terbuka saja,” kata Arum Spink, Jumat (20/3) malam.

Menurut pria yang akrab disapa Pipink itu, pihaknya sudah menggelar rapat dengan mengundang para akademisi, sejumlah dekan fakultas kesehatan dan ikatan dokter untuk dimintai saran dan masukan soal bagaimana langkah yang harunya diambil Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menyikapi kondisi ini.

“Rekomendasinya ini sudah sementara disusun, mungkin nanti langsung ketua dewan yang akan menyampaikan melalui konferensi pers. Mungkin besok itu konferensi persnya. Intinya kita minta pemprov terbuka dalam menyampaikan informasi dan melakukan langkah-langkah yang lebih maksimal,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulsel, Judy Rahardjo juga meminta Pemerintah Provinsi Sulsel untuk transparan dan memperbaiki cara komunikasi atau penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Harus memperbaiki cara komunikasinya. Misalnya bagaimana caranya agar orang tidak panik. Ya tentu saja informasi yang transparan, tapi tetap soal kerahasiaan saya kira harus diperhitungkan. Jangan sampai menstigma keluarga dari korban. Itu yang sebenarnya dikhawatirkan,” katanya.

Meski begitu, lanjut Judy, identitas pasien 286 ini penting untuk diketahui dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien bersangkutan.

“Tetap identitas ini menjadi penting untuk mengetahui atau melakukan tracing dan dicari tahu, supaya bisa diputus mata rantai penyebarannya,” ujarnya.

Desakan publik untuk mengungkap pasien memang saat ini masih perdebatan, namun pertimbangan keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi penting. Apalagi Covid-19 bukanlah aib.

Pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri sudah menyadari bahaya ketidakterbukaan data para pasien itu sendiri.

Dilansir dari laman http://idionline.org yang mengutip dari tempo.co.id, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih mengatakan, pemerintah sebaiknya mulai membuka identitas pasien positif Covid-19. Hal ini penting untuk memudahkan penelusuran kontak pasien dan memprediksi penyebaran virus serta upaya pencegahannya.

Minimal, kata dia, pemerintah mengumumkan nama dan alamat lengkapnya.

“Cukup nama dan alamat, itu cukup. Itu sudah bisa dipetakan nanti penyebarannya kemudian bisa dipagari supaya tidak menyebar,” katanya dalam konferensi pers di Kantor PB IDI, Jalan Dr. GSSJ Ratulangi, Jakarta, Senin (16/3) lalu.

Faqih menjelaskan, keterbukaan informasi ini bermanfaat untuk memberikan peringatan kepada yang lain agar tidak mendeteksi yang sakit.

“Berkaitan dengan melindungi, memagari, dan contact tracing siapa yang berhubungan dekat dengan dia. Kalau tidak dilakukan itu sudah susah penyebarannya,” ujarnya.

Sementara, Dewan Pakar IDI M Nasser mengatakan, membuka identitas pasien positif Cobid-19 tidak termasuk membuka rahasia medis.

Ia menjelaskan, kerahasiaan medik diatur dalam empat undang-undang lex specialis, yakni Pasal 48 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran, Pasal 38 UU Nomor 36 Tahun 2015 tentang Tenaga Kesehatan, Pasal 38 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan Pasal 73 UU Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Secara materi, kata dia, isi pasal-pasal tersebut tidak berbeda jauh atau berulang.

“Dengan adanya empat undang-undang lex specialis ini, maka kami memegang azas hukum lex specialis derogat lex generalis,” kata Nasser.

Menurut Nasser yang juga Ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan Indonesia itu, dari empat UU itu rahasia medik seseorang bisa dibuka bila berhadapan dengan kepentingan kesehatan publik.

“Menyembunyikan identitas pasien terinfeksi Covid-19 hanya akan mendukung penyebaran rasa takut pada masyarakat,”ucapnya.

Nasser mencontohkan saat pemerintah mengumumkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif Covid-19. Hal tersebut dianggap menimbulkan simpati mendalam warga dan menimbulkan kesadaran kesehatan dari orang-orang yang pernah berhubungan dengannya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data dari http://covid19.sulselprov.go.id yang merupakan website resmi pusat informasi Covid-19 milik Pemerintah Provinsi Sulsel, hingga Sabtu (21/3) pukul 14:24 WITA, jumlah ODP di Sulsel ada sebanyak 50 orang (40 orang dalam proses pemantauan, dan 10 orang telah selesai dilakukan pemantauan); Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 27 orang (21 masih dirawat, dan 6 sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang); positif 2 orang (1 meninggal, 1 masih dirawat).

Dua Minggu Sebelum Positif Corona Menhub Kunker di Sulsel, Ini Lokasinya

KabarMakassar.com — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (14/3), dinyatakan positif terjangkit Virus Corona dan saat ini tengah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Budi Karya merupakan pasien kasus 76.

Hal ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, setelah mendapat izin dari pihak keluarga Budi Karya Sumadi.

“Atas izin keluarga, yang disampaikan oleh Pak Kepala Rumah Sakit Gatot Soebroto tadi (pejabat yang positif Corona) adalah Pak Budi Karya, Pak Menhub. Ini kami sampaikan atas izin keluarga,” kata Pratikno.

Sekadar diketahui, sebelumnya Budi Karya dikabarkan mengalami sakit tifus setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja di berbagai daerah, termasuk beberapa kabupaten/kota di Sulsel, yakni Tana Toraja, Luwu, Makassar dan Barru.

Berdasarkan data KabarMakassar, Budi Karya melakukan kunjungan kerja di Sulsel pada tanggal 28-29 Februari lalu. Selama dua hari itu, Budi Karya didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan sejumlah pejabat mengunjungi sejumlah tempat.

Jumat (28/2), Budi Karya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekira pukul 10.30 WITA. Kemudian pukul 11.00 WITA, Budi Karya bersama Gubernur Sulsel dan rombongan take-off menuju Bandar Udara Pongtiku di Kabupaten Tana Toraja (menggunakan pesawat King Air PK-Can); melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Nurul Yaqin; melakukan kunjungan ke Bandara Buntu Kunik, Simbuang, Mengkendek,Tana Toraja, dan selanjutnya menuju ke Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.


Sore hari, Budi Karya bersama Gubernur Sulsel kembali ke Makassar dan tiba sekira pukul 17.00 WITA, untuk kemudian menuju ke Rumah Jabatan Gubernur Sulsel untuk rapat terkait progres pembangunan kereta api di Sulsel.

Sabtu (29/2) sekira pukul 07.15 WITA, Budi Karya didampingi Gubernur Sulsel dan sejumlah pejabat dengan menggunakan pesawat (Helikopter) melakukan kunjungan ke Kabupaten Barru dan Pangkep. Di sana, Budi Karya bersama rombongan meninjau progres pembangunan jalur kereta api trans Sulawesi jalur Maros-Pangkep-Barru-Parepare.

Setelah itu, rombongan kembali ke Makassar. Siang harinya sekira pukul 13.30 WITA, Budi Karya take-off dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Jakarta.

Setelahg melakukan kunjungan kerja di Sulsel selama dua hari, Ahad (1/3) Budi diketahui berada di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. BIJB merupakan tempat evakuasi 69 WNI anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.

Ini Rumah Harun Masiku di Wessabbe

KabarMakassar.com – Istri Harun, Hilda mengungkapkan beberapa rumah yang pernah dikunjungi oleh politikus PDIP tersebut. Selain di Kabupaten Gowa, juga pernah singgah ke Kota Makassar yakni perumahan Wessabe.

Tim KabarMakassar.com melakukan penelusuran hingga menemukan lokasi perumahan Wessabe di Jalan Perintis Kemerdekaan Blok D/25.

Sesampainya disana, terlihat sebuah rumah yang memiliki pagar besi warna putih. Tingginya sekitar satu setengah meter. Rumah itu didominasi warna putih. Adapula corak khas Toraja di halaman teras rumah tersebut.

Tampak dari luar, rumah itu sedikit tidak terawat. Beberapa cat di temboknya sudah lapuk dimakan usia.

Kami mencoba memasuki rumah itu. Ternyata sang pemilik rumah ada, dan menerima dengan baik kunjungan KabarMakassar.com.

Di rumah itu, dihuni seorang perempuan dan beberapa anak muda. Perempuan itu, dia mengaku sebagai adik ipar Harun Masiku. Namanya Emil. Perempuan yang memakai baju hitam, dan berkaca mata itu menjelaskan soal keberadaan adik iparnya tersebut.

Emil mengaku kaget semenjak Harun menjadi orang yang dicari-cari oleh KPK. Soal pelarian Harun, kata dia, tidak ada kabar darinya sampai detik ini.

“Kami sebenarnya tidak tahu soal kasus ini. Tapi saya akui, dia adalah adik ipar saya. Harun juga selama ini tidak ada kabarnya. Ditelfon pun tidak bisa,” kata Emil.

Harun Masiku adalah anak kedua dari lima bersaudara keluarga besar dari anak seorang hakim pasangan Johanes Masiku dengan Elizabeth Liling.

Bukti kuat bahwa Harun adalah bagian dari keluarga Emil, adalah terpajangnya sebuah foto keluarga berukuran sekitar 50 sentimeter berlatar biru itu, tampak Harun mengenakan batik cokelat. Berbaris rapih dengan keluarganya yang lain. Namun Emil tidak mau, jika foto keluarganya itu dipublis ke media.

Awalnya Emil tampak biasa-biasa saja, setelah menonton berita di salah satu TV nasional, soal orang yang menjadi buronan KPK.

“Awalnya saya lihat namanya hanya tertulis HM. Lama kelamaan, ternyata kepanjangannya Harun Masiku. Setelah diperlihatkan fotonya, ternyata benar. Itu ipar saya,” tuturnya.

Emil mengaku tidak bisa berbuat banyak, semenjak politikus PDIP itu menjadi penyuap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan saat pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu.

Dia hanya berdoa, agar Harun sadar dan kembali ke jalan yang benar. Serta berani mempertanggung jawabkan perbuatannya, di mata hukum.

“Semoga roh Kudus turun ke hatinya, dan semoga dia juga segera menyerahkan diri. Atau paling tidak, kami tahu bagaimana kondisi kesehatannya sekarang. Karena kami sudah jarang komunikasi dengan dia,” pungkasnya.

Menelusuri Jejak Harun Masiku di Sulsel

KabarMakassar.com — NAMA Harun Masiku, menjadi sosok yang paling diburu media saat ini. Kader PDIP yang namanya dikait-kaitkan dengan kasus suap anggota KPU Wahyu Setiawan yang dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu, kini masih menjadi misteri. Keberadaannya yang misterius. membuat tim KabarMakassar melakukan penelusuran.

Jejak Harun Masiku yang merupakan tersangka suap yang menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan mulai terdeksi. Sebelumnya jika Caleg PDIP itu dikabarkan berada di Singapura. Namun belakangan muncul informasi keberadaannya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kasus Harun Masiku ini diduga menyuap Wahyu agar bisa menjadi anggota DPR lewat mekanisme pergantian antarwaktu. Keberadaannya semakin misterius, dimana pria ini dipastikan oleh KPK maupun Kementerian Hukum dan HAM berada di Singapura.

Namun keberadaannya terkuak saat tim KabarMakassar.com menemui langsung istri Harun Masiku yakni Hilda (26) di Bajeng, Kabupaten Gowa.

Hilda kepada KabarMakassar.com membeberkan jika suaminya hanya datang sekali di Bajeng, Gowa sekali, dimana pada saat lebaran Idul Fitri tahun lalu. Ia tidak membenarkan pemberitaan yang berselewiran di media jika Harun Masiku pulang ke Gowa.

“Pak Harun itu tanggal 24 Desember 2019 ada di Makassar, jadi bukan tanggal 22, itu keliru itu. Dia kan mau natal, dan melanjutkan ke Kabupaten Toraja bareng pak Harun tanggal 24 Desember malam, sampai tanggal 26 Desember. Dia kan orang Toraja, Rantapeo,” kata Hilda.

Ia menjelaskan jika keluarganya memang di Toraja, orang tua dari Harun Masiku memang asal Toraja. “Balik ke Makassar tanggal 26 Januari, dia sempat ke Jakarta dan tanggal 31 lagi ke Makassar, justru saya yang jemput di Makassar, dia tak ke Gowa sama sekali, terakhir saya ketemu di situ,” tambahnya.

Hilda juga mengatakan jika dirinya tak pernah sekalipun menyembunyikan suaminya di Gowa, justru ia berharap Harun ditemukan. Ia pun menegaskan jika rumah yang ditempati istrinya bukan rumah Harun Masiku.

“Saya perjelas juga pak, ini rumah saya, rumah orang tua saya. Bukan pak Harun Masiku. Kami kemarin kesal, di media ditulis ada suara Harun didalam rumahnya, justru saya klarifikasi jika Harun tak pernah kesini, bohong itu kalau ada cerita suami saya pulang dan datang menggunakan motor, pak Harun tidak tahu naik motor,” kesal Hilda.

Istri Harun mempertegas jika rumah sebenarnya Harun Masiku ada di Makassar tepanya di Wesabbe, Tamalanrea, Kota Makassar.

“Rumah asli pak Harun itu ada di Wesabbe, Makassar. Pak Harun itu orangnya tertutup,” tambah Hilda.

Sebelumnya, di kabarkan dari humas Imigrasi data lalu lintas orang, Harun ada di Singapura per tanggal 6 Januari. Hal tersebut tidak meyakinkan karena istri Harun menjelaskan jika suaminya memberi kabar jika 7 Januari sudah berada di Indonesia.

Hilda juga menjelaskan jika suaminya menelepon pada 6 Januari jika akan berangkat ke Singapura. Setelahnya pada 8 Januari nomor telepon suaminya sudah tidak aktif dan tidak ada kabar.

“Waktu tanggal 7 Januari ia memberi kabar sudah ada di Jakarta melalui pesan whatsaap, saya belum balas saat ini, nanti pagi tanggal 8 baru saya liat pesannya tapi saya tidak balas,” kata Hilda.

Hilda juga kesal dengan pemberitaan jika suaminya pernah terlihat di rumahnya di Bajeng, Kabupaten Gowa. Ia menjelaskan jika suaminya tak pernah tinggal di Bajeng, bahkan jika bertemu dengan selalu di Makassar, dan itu pun ketemu di Hotel.

Hilda dan Harun menikah pada 2017 lalu, dikabarkan jika hubungan keduanya tidak harmonis. Bahkan terakhir bertatap muka di akhir 2019 yakni pada 31 Desember lalu. Hilda menjemput suaminya di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Kami memang pernah bertemu dan itu pun di Makassar, tidak pernah bermalam di rumah (Gowa), setelah dari akhir tahun tidak pernah bertemu,” kata Hilda

Untuk diketahui jika masalah Harun Masiku bermula saat tim KPK menangkap Wahyu dan beberapa orang lainnya pada Rabu, 8 Januari 2020. KPK menyebut Wahyu sudah menerima uang Rp 600 juta dari total nilai suap Rp 900 juta untuk meloloskan Harun. Namun, hingga saat ini KPK belum juga menangkap Harun.

BPBD Sulsel: Banjir Sudah Mulai Surut

KabarMakassar.com — Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan melaporkan situasi pasca banjir bandang di sejumlah wilayah di Sulsel. Dimana data yang dihimpun BPBD Sulsel jika banjir di daerah sudah mulai surut.

Meninjau seluruh wilayah Sulsel yang terdampak banjir, Kepala BPBD Sulsel, Ni’mal Lahamang memastikan jika banjir di Kabupaten Barru, Kota Parepare, dan Kabupaten Sidrap telah surut.

“Jalan yang kemarin terendam air 50 centimer sudah habis semuanya,” kata Ni’mal Lahamang, Senin (13/1) saat dihubungi KabarMakassar.com

Menurutnya kerusakan yang terjadi akibat angin kencang juga telah ditangani oleh pemerintah dan BPBD setempat.

“Yang sekarang itu rumah rusak akibat angin kencang, sudah ditangani BPBD masing-masing daerah, nanti kalau BPBD daerah tersebut tidak sanggup tangani, baru kita tangani,” tambahnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, ia memastikan jika banjir surut di sebagian wilayah Sulsel dan kondisi sudah dipastikan normal kembali.

“Kondisi sudah kembali normal semua karena memang airnya cuma melintas sema angin, tapi curah hujan yang sangat tinggi. Kalau di Kabupaten Barru memang cepat surut,” ungkap Nurdin Abdullah.

Nurdin juga mengatakan, seluruhnya dari kejadian banjir telah ditangani berkat kolaborasi seluruh pihak terkait.

“Semuanya sudah kita tangani, ini berkat kolaborasi bersama Polri, TNI, bersama Pemprov, ada dana tanggap darurat kita berikan untuk perbaikan rumah-rumah yang kena angin puting beliung beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Sebelumnya BPBD Sulsel kembali melaporkan data terbaru, info bencana akibat cuaca ekstrim di Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Sulsel, ada 4 daerah dilanda banjir dan 1 daerah dilaporkan dilanda angin kencang.

Dampak dari cuaca ekstrim di Sulsel melanda kota Watansoppeng, Kabupaten Soppeng pada hari Minggu, (12/1) yang terjadi di Dua kecamatan donri-donri dan Kecamatan Marioriawa mengakibatkan banjir.

Banjir terjadi setelah hujan deras melanda Kota Soppeng yang mengakibatkan Sungai Leworeng meluap. Bahkan dikabarkan 1 orang korban dilaporkan dalam bencana ini, korban terpeleset dari tangga dan hanyut terbawa arus dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tak hanya itu jalan yang menghubungkan antara Soppeng dan Sidrap aksesnya terputus dan terhambat. Akibat derasnya air banjir, listrik dimatikan sementara. Kerugian material belum dapat ditaksir pasalnya masih dalam proses pendataan. Saat ini tim BPBD kabupaten setempat terus melakukan koordinasi dalam penanganan ini.

Selain itu, Kabupaten Barru juga menjadi daerah terdampak dari cuaca ekstrim. Dilaporkan kabupaten Barru dilanda banjir dan angin kencang di 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Balusu, Kecamatan Sop. Riaja, dan Kecamatan Mallusetasi.

Akibatnya, arus lalulintas trans Sulawesi sempat macet, rumah penduduk tergenang air dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusak. Dilaporkan, satu orang meninggal dunia akibat terbawa arus banjir.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Sidrap, dilaporkan, hujan yang secara terus menerus selama 3 hari dengan intensitas tinggi mengakibatkan beberapa wilayah di kabupaten sidenreng Rappang mengalami banjir. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun dilaporkan 460 rumah, 2 kantor pemerintahan, 7 sekolah, dan satu fasilitas kesehatan sempat terendam banjir.

Sementara itu, Kabupaten Bantaeng diterjang angin kencang buang mengakibatkan dua ruang kelas SD inpres 73 Paranglabbua rusak berat dan satu unit rumah dinas mengalami kerusakan ringan. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir kurang lebih Rp 200.000.000. tidak ada korban dalam kejadian ini.

Tanah longsor terjadi di kabupaten Gowa, berdasarkan informasi yang diperoleh, longsor yang terjadi di Kecamatan Tinggimoncong mengakibatkan tertutupnya badan jalan di Dusun Pa’Bentengan Parang Bugisi Malino.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini namun, sebagian bahu jalan dengan panjang lebih 5 meter terkikis dan Ketinggian longsoran 3 meter menutup bahu hingga badan jalan tertutup. Namun telah ditangani oleh pemerintah setempat, BPBD dan SAR setempat.

Jelang Pilkada 2020, Puluhan Pejabat Pemkab Bulukumba Dimutasi

KabarMakassar.com– Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melakukan perombakan atau mutasi sejumlah pejabat secara besar-besaran.

Sebanyak 78 pejabat pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator Lingkup Pemkab Bulukumba meliputi dari pejebat Eselon II sebanyak 16 orang, dan Eselon III 62 orang dikukuhkan melalui pelantikan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Jumat (3/1/2020).

Tomy Satria Yulianto mengatakan, pengisian pejabat struktural di instansi pemerintah, yang dilaksanakan berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Bulukumba tahun 2019.

“Adapun kegiatan mutasi ini, bagian dari penataan ASN demi mewujudkan program unggulan, dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Bulukumba yang lebih unggul, sejahtera, dan bermartabat ke depannya,” Kata Tomy  saat menyampaikan sambutan usai pelantikan di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba.

Tomy menambahkan Masih banyak tanggungjawab yang belum selesai, karenanya diminta untuk tidak bereaksi berlebihan. Masyarakat menantikan pengabdian, jadi pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja.

“Tanggungjawab teknis itu ada pada saudara-saudara yang dilantik. Jangan sampai ada yang merasa lepas tangan terhadap apa yang terjadi di Kabupaten Bulukumba,”ujarnya

“Tidak ada lagi kasus-kasus kekurangan di RS ini yang tidak beres dan pelayanan yang kurang baik, tidak ada lagi potensi kekurangan pangan ataupun potensi kegagalan panen akibat ketidakmampuan manajemen dari penyelanggaraan pemerintahan Bulukumba dan kita semua harus ketahui bahwa terlalu banyak harapan masyarakat yang di tujukan kepada pemerintah daerah, kepada OPD dan kepada Kepala bidang yang baru saja di lantik hari ini,” Imbuhnya.

Ia juga mengharapkan kepada yang baru saja dilantik dapat bekerja optimal. Amanah yang diberikan harus dijalankan dengan baik, bukan apa adanya.

Jika itu yang terjadi sama saja mendzalimi orang lain, sebab masih ada yang punya kemampuan yang sama tapi belum diberi berkesempatan.

“Demi mewujudkan Kabupaten Bulukumba yang lebih baik kedepannya kami berharap kepada pemerintah daerah yang baru saja di lantik hari ini agar bisa bertanggung jawab dengan tugas dan bisa bekerja keras, kerja cerdas dan bekerja ikhlas serta bersatu,” terang Wabup Tomy.

Turut hadir dalam pengukuhan dan pelantikan tersebut Sekertaris Daerah (Sekda) Bulukumba Andi Bau Amal, Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, Dandim 1411 Bulukumba Letkol Arm Joko Triayanto, serta para Pimpinan OPD, Camat, dan para staf Lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba.

Adapun Berikut daftar nama- nama pejabat Eselon II dan III yang dilantik yakni;

Eselon II:

1. Hj. Darmawati sebelumnya Kabag Kesra, sekarang menjabat Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

2. Andi Buyung Saputra sebelumnya Kabag Pengadaan Barang dan Jasa, kini menjabat Asisten Administrasi Pemerintahan.

3. H. Andi Rosali yang sebelumnya Staf Ahli Ekbang, kini menjabat Sekretaris DPRD.

4. H. M. Haerul Nur sebelumnya Staf Ahli Hukum Politik, kini menjabat Kadis Perhubungan.

5. Syamsul Mulhayat sebelumnya Asisten Administrasi Umum, kini menjabat Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

6. Misbawati A. Wawo sebelumnya Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kini menjabat Asisten Administrasi Umum.

7. H. Muh Daud Kahal sebelumnya Sekretaris DPRD Bulukumba, kini menjabat Kadis Kominfo

8. Rudy Ramlan sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Kominfo, kini menjabat Kadis PUPR

9. Muh Amry sebelumnya Kadis PUPR, kini menjabat Staf Ahli Bidang Ekbang.

10. Hj Rustina sebelumnya Kadis Peternakan, kini menjadi Staf Ahli Bidang Hukum Politik.

11. Ir. Harun sebelumnya Kadis Tanaman Pangan Hortikultura, kini menjabat Kadis Ketahanan Pangan.

12. Emil Yusri sebelumnya Kadis Ketahanan Pangan, kini menjabat Kadis Tanaman Pangan Hortikultura.

13. Andi Mappiwali sebelumnya Kadis Pengelolaan Keuangan Daerah, kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

14. Andi Sufardiman sebelumnya Kepala Bapenda, kini menjabat Kadis Pengelolaan Keuangan Daerah.

15. Andi Roslinda sebelumnya Kadis PMD, kini menjabat Kadis Peternakan.

16. Andi Kurniady sebelumnya Kadis Perhubungan, kini menjabat Kadis PMD.

Eselon III

1. Dr. Abdrur Rajab sebelumnya Wakil Direktur Penunjang dan Pengembang SDM RSUD (Plt. Direktur RSUD H.Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba) kini resmi menjabat Direktur RSUD Bulukumba.

2. A. Rahmat Sahib sebelumnya Kabid Penyuluhan Dinas Peternakan, kini menjabat Camat Kajang.

3. AB. Thawilah Amran sebelumnya Sekcam Bontobahari, kini menjabat Camat Bontobahari.

4. Andi Uke Indah Permatasari sebelumnya Sekretaris Dinas PMD, kini menjabat Camat Gantarang.

5. Andi Rahmat sebelumnya Sekcam Bontotiro, kini menjabat Camat Bontotiro.

6. Andi Ismed Bube sebelumnya Camat Gantarang, kini menjabat Sekretaris Dinas PMD.

7. Arie Hamzah sebelumnya Kabid Perencanaan Bappeda, kini Inspektur Pembantu Wilayah I.

8. Agus Wijaya sebelumnya Kasubag Program Bappeda, kini menjabat Kabid Perencanaan Bappeda.

9. Muh Ardi Nur sebelumnya Kabid Pengendalian DLHK, kini menjabat Inspektur Pembantu Wilayah III.

10. Akhmad Natsir sebelumnya Kabid Olahraga Dikpora, kini menjabat Sekretaris DPMPTSP.

11. Ahmad Ihwan A Pana sebelumnya Kabid Kawasan Permukiman, kini menjabat Sekretaris Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan.

12. Hidayatullah sebelumnya Kabid Pembangunan Jalan Jembatan, kini menjabat Sekretaris Dinas PUPR.

13. Andi Musman sebelumnya Sekretaris Dinas Perumahan, kini menjabat Sekretaris Balitbang.

14. Saing sebelumnya Kabid Pelaksana Jaringan Air PSDA, kini menjabat Sekretaris PSDA.

15. Mulyadi sebelumnya Kabid e-Goverment Diskominfo, kini menjabat Sekretaris Diskominfo.

16. Andi Ruhaya sebelumnya Sekretaris Badan Litbang, kini menjabat Sekretaris Dinas PPPA.

17. A. Esfar Tenri Sukki sebelumnya Sekretaris PSDA, kini menjabat Kabag Kesra.

18. Wahyuddin sebelumnya Sekretaris Dinas Kominfo, kini menjabat Kabag Keuangan Sekretariat DPRD.

19. Marwan Syahrir sebelumnya Kabid Perencanaan PUPR, kini menjabat Kabag Pengadaan Barang dan Jasa.

20. Muh Anand Gaffar sebelumnya Kabag Organisasi, kini menjabat Sekretaris Inspektorat.

21. Muh Nurjalil sebelumnya Sekretaris Inspektorat, kini menjabat Kabag Organisasi.

22. Andi Amaluddin sebelumnya Kabid Pengendalian Kawasan Dinas Perumahan, kini menjabat Kabid Perencanaan Jalan dan Jembatan.

23. Irmayanti Asnawi sebelumnya Kasi Promosi Dispar, kini menjabat Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar.

24. Andi Asmirani sebelumnya Kasubag Protokol, kini menjabat Kabid Kelembagaan Dinas PMD.

25. Putri Syahruni Rumpang sebelumnya Kasubid Permukiman Bappeda, kini menjabat Kabid Prasarana Wilayah Bappeda.

26. A. Muh Arfah sebelumnya Kabid Mutasi BKPSDM, kini menjabat Kabid Pelaksana Jaringan Air PSDA.

27. Ahmad Rais Haq sebelumnya Kabid Kelembagaan Dinas PMD, kini menjabat Kabid Mutasi BKPSDM.

28. Marsia Salempang sebelumnya Kabid Tanaman Pangan, kini menjabat Kabid Penyuluhan Dinas Peternakan.

29. Andi Sirajuddin sebelumnya Lurah Benjala, kini menjabat Sekcam Bontobahari.

30. A. Nurfidya Samad sebelumnya Kasi Kesos Herlang, kini menjabat Sekcam Herlang.

31. A. Asdar Alif sebelumnya Lurah Ballasarasaja, kini menjabat Sekcam Bulukumpa.

32. A. Baso Achmal sebelumnya Kasi SDM Dinas Koperasi, kini menjabat Sekcam Bontotiro.

33. Abd. Gafur sebelumnya Kasubid Opini Publik Diskominfo, kini menjabat Kabid e-goverment Diskominfo.

34. Dani Susanto sebelumnya Kasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan, kini menjabat Kabid Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan.

35. A. Trismiati sebelumnya Kasi Produksi Hortikultura, kini menjabat Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan.

36. A. Dewi Ratu sebelumnya Kabid Gender, kini menjabat Kabid Perlindungan Perlindungan Perempuan dan.

38. Kasmarinda sebelumnya Kabid Kesmas Dinkes, kini menjabat Kabid Pelayanan Medik RSUD.

39. Suriaman sebelumnya Kabag Keuangan RSUD, kini menjabat Kabid Kesmas Dinkes.

40. Haeruddin sebelumnya Kabid Pembangunan Prasarana Dishub, kini menjabat Kabag Keuangan RSUD.

41. Nurwati sebelumnya Kasi Kearsipan, kini menjabat Kabid Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan.

42. A. Fajar Fitriah sebelumnya Kasi Kepesertaan KB, kini menjabat Kabid Olahraga Dikpora.

43. Rosmala Dewi sebelumnya Kasubag TU Kesbangpol, kini menjabat Kabid Hubungan Kerjasama Industri Dinas Tenaga Kerja.

44. Tasman sebelumnya Kabid Hubungan Kerjasama Industri, kini menjabat Kabid Pelatihan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja.

45. Muh Rusli sebelumnya Kasubid Retribusi Bapenda, kini menjabat Kabid Pendapatan Bapenda.

46. Mappigau sebelumnya Kabid Pendapatan, kini menjabat Kabid Hubungan Media Diskominfo.

47. Siti Isniyah sebelumnya Kasi Fakir Miskin Dinsos, kini menjabat Kabid Gender DPPPA.

48. Adham sebelumnya Kasi Benih Dinas Tanaman Pangan, kini menjabat Kabid Distribusi Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan.

49. Sudirman sebelumnya Kabid Hortikultura, kini menjabat Kabid Tanaman Pangan.

50. Silvia sebelumnya Kasi Budidaya Air, kini menjadi Kabid Perikanan Budidaya Air.

51. Samsul Bahri sebelumnya Kabid Perikanan, kini menjabat Kabid Prestasi Olahraga Dikpora.

52. Hafirman sebelumnya Kepala UPT Terminal, kini menjabat Kabid Lalu Lintas Dishub.

53. Aswan Bohari sebelumnya Kabid Lalu Lintas Perhubungan, kini menjabat Kabid Perpustakaan.

54. Nuryani sebelumnya Kabid Sarana Umum, kini menjabat Kabid Kawasan Permukiman.

55. Fitra sebelumnya Kasi Kesehatan Lingkungan Dinkes, kini menjabat Kabid Sarana Umum Dinas Perumahan.

56. Rizal Ridwan Daffi sebelumnya Dokter Madya, kini menjabat Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD.

57. H. Alwi sebelumnya Kabid Penunjang Medik, kini menjabat Wakil Direktur Penunjang SDM RSUD.

58. Abdul Rahim sebelumnya Kabid Pengembangan SDM RSUD, kini menjabat Kabid Penunjang Medik RSUD.

59. Andi Ulul Azmi sebelumnya Kasubag Rumah Tangga RSUD, kini menjabat Kabid Pengembangan SDM RSUD.

60. Ikhwan Zainuddin sebelumnya Kasi Keselamatan Dishub, kini menjabat Kabid Pengendalian Lingkungan DLHK.

61. Syamsuddin sebelumnya Kasi Logistik BPBD, kini menjabat Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos.

62. Andi Baso Engkang sebelumnya Kasi Preservasi Jalan, kini menjabat Kabid Presevasi Jalan Dinas PUPR.

BMKG Prediksi Akhir Pekan Sebagian Besar Wilayah di Sulsel Diguyur Hujan

KabarMakassar. Com– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan di akhir pekan ini, Sabtu (4/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari ini berpotensi hujan ringan di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watansoppeng, Sidrap, Takalar, Gowa, Makassar, Maros dan Selayar.

Sama halnya untuk di siang hingga sore hari nanti hujan ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Kecuali berawan di wilayah Sengkang, Watansoppeng, Sidrap, Pinrang dan Enrekang.

Begitupun di malam hari nanti berpotensi hujan ringan di wilayah Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Enrekang, Makale, Rantepao, Belopa dan Selayar. Bahkan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili dan Palopo.

Kemudian untuk dini hari esok juga berpotensi hujan ringan di wilayah Selayar, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watampone, Palopo, dan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili serta Belopa.Suhu udara : 19 sampai 31 °C, kelembapan udara : 75 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat – Barat Laut / 10 – 40 km/jam.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea 1.25-2.5 meter terjadi di  Perairan Pare-Pare, Perairan barat Kepulauan Selayar, Perairan Sabalana, Perairan timur Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian utara.

Rough Sea atau gelombang 2.5-4.0 meter terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian selatan, Laut Flores bagian timur

Seorang Pendaki Tewas di Gunung Bawakaraeng, Diduga Karena Hipotermia

KabarMakassar.com– Gunung Bawakaraeng Kabupaten Gowa kembali meregang korban jiwa, seorang pendaki bernama Anugrah Putra (31) meninggal dunia saat sedang camping di kaki  gunung tertinggi di Sulsel itu, Kamis, (2/1/2019) kemarin.

Korban Anugerah Putra merupakan warga Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu diduga meninggal dunia karena mengalami Hiportemia (Kedinginan) saat hendak mendaki dan camping di kaki gunung Bawakaraeng untuk merayakan tahun baru.

Kanit Intelkam Polsek Tinggimoncong Polres Gowa Ipda Sulaiman Tahir mengatakan korban bersama 13 orang rekannya membangun tenda di bawah kaki gunung bawakaraeng selama 2 hari untuk Camping sambil menikmati suasana alam.

“Sehari setelah melaksanakan Camping alm Anugrah Putra mengalami sakit perut di lokasi perkemahan sehingga teman-temannya meminta pertolongan kepada masyarakat setempat untuk membawa almarhum berobat ke puskesmas terdekat,” jelasnya kepada KabarMakassar.com, Kamis (2/1/2020).

Sulaiman menambahkan, bahwa saat  di tengah perjalanan menuju perkampungan warga, sakit yang diderita almarhum Anugrah Putra semakin parah sehingga meninggal dunia.

Kendati demikian, berdasarkan diagnosa Puskesmas Parigi Kabupaten Gowa, kata Ipda Sulaiman korban diduga meninggal karena hipotermia atau kedinginan akut.

“Hasil diagnosa Puskesmas Parigi, korban diduga meninggal karena hipotermia,” Jelas Ipda Sulaiman Tahir berdasarkan informasi yang  ditemukan.

Sementara itu,  Kepala Dusun (Kadus) Batu Alang, Muh Amin membenarkan informasi tewasnya salah satu warga. Dia menyebut korban berencana merayakan pergantian tahun baru 2020 di kaki gunung Bawakaraeng.

“Mulai mendaki tanggal 31 mau merayakan malam tahun baru di sana. Kabar meninggalnya ditahu tadi pagi, ada temannya yang menelpon,” ujar Muh Amin.

Hingga kini jasad Almarhum Anugrah Putra telah dibawa ke rumah duka di Kecamatan Bontomarannu untuk disemayamkan.