DPP Gerindra Resmi Keluarkan Rekomendasi B1 KWK untuk Danny-Fatma

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra akhirnya mengeluarkan rekomendasi dengan nomer B1 KWK 07-911/B.1-KWK/DPP-GERINDRA/2020 kepada bakal pasangan calon Danny Pomanto-Fatmawati di Pilwalkot Makassar.

Surat rekomendasi itu pun langsung ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Gerindra, H. Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, H. Ahmad Muzani, tertanggal 8 Juli 2020.

Hal ini pun membantah wacana jika partai pengusung Danny Pomanto pada pesta demokrasi lima tahunan di Kota Makassar itu akan dibegal oleh bakal calon lain. Apalagi, partai yang selama ini diwacanakan akan dibegal adalah Gerindra.

Terkait hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras membenarkan jika DPP Gerindra telah mengeluarkan rekomendasi kepada Danny Pomanto-Fatmawati.

“Iya benar, itu adalah rekomendasi yang dikeluarkan DPP,” kata Andi Iwan Darmawan Aras, Kamis (16/6).

Walau demikian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu belum merinci secara detail langkah yang akan dilakukan ke depan. “Nantilah itu kita bicarakan,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Darmawansyah Muin mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra Sulsel adalah merupakan representasi partai.

“Saya kira kalau itu yang disampaikan Pak Ketua DPD, maka saya kira itu sudah benar. Untuk bagaimana kita ke depan, kita akan tunggu dulu Pak Ketua DPD ada di Makassar,” kata Darmawansyah Muin.

Patabai Pabokori Tegaskan Berkarya Sulsel Solid Kepada Tommy Soeharto

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Beringin Karya (Berkarya) Sulsel menegaskan tetap solid kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Berkarya, Hutomo Mandala Putra.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPW Berkarya Sulsel, Patabai Pabokori. Ia mengaku jika pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Berkarya yang dilaksanakan oleh Presidium Penyelamat Berkarya, Muchdi PR adalah ilegal.

“Kami di Sulsel tetap solid kepada Pak Tommy termasuk 24 Dewan Pimpianan Daerah (DPD) se-Sulsel, sebab Munaslub yang diselenggarakan oleh Muchdi PR Cs itu adalah ilegal,” kata Patabai Pabokori.

Mantan Bupati Bulukumba ini mengatakan jika seluruh panitia yang melaksanakan Munaslub adalah kader yang telah dipecat. “Para pelaksana Munaslub itu sudah dipecat,” katanya.

Walau demikian, ia mengatakan jika ada perwakilan dari Sulsel yang mengikuti Munaslub tersebut. Akan tetapi, kata dia, pihaknya belum mengetahui siapa kader yang mengikuti kegiatan ilegal itu.

“Katanya sih ada dari Sulsel, tapi informasi yang saya dapat itu bukan dari unsur KSB,” ungkapnya.

PKB Sulsel Survei Tiga Nama Calon Wakil di Pilkada Barru

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel melakukan survei sejumlah nama yang akan diusung sebagai bakal calon bupati di Pilkada Barru.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Fauzi Andi Wawo. Ia menyebutkan bahwa ada tiga nama yang sementara dilakukan survei untuk didorong pada Pilkada Barru.

“Survei sedang kami turunkan untuk melihat potensi yang akan kami usung di Pilkada Barru. Mereka adalah Aksah Kasim, Andi Imran Tenri Tata dan AFK Majid,” kata Fauzi.

Ia mengatakan jika pihaknya fokus untuk menggalang dukungan agar dapat mengamankan posisi calon wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada Barru.

“Tim survei kami sedang jalan, sebab kami memang fokus untuk menatap Pilkada Barru ini,” ungkapnya.

PAN Siap All Out Menangkan Indah Putri di Pilkada Lutra

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Utara (Lutra) akan all out dalam memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lutra 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD PAN Lutra, Karemuddin. Ia mengaku PAN tidak main-main untuk mengusung Indah Putri Indriani di Pilkada Lutra.

Bahkan, kata dia, PAN sangat berhasrat mampu memenangkan Pilkada. “Kami sudah siap all out dalam mendukung Ibu Indah ke depan. Kami siap berjuang dan memenangkan pertarungan,” kata Karemuddin.

Ia mengaku jika pihaknya terus melakukan konsolidasi dan koordinasi kepada sejumlah kader PAN agar tetap menjaga semangat juang hingga 9 Desember mendatang.

“Kita sudah konsolidasi dan koordinasi kepada seluruh kader kami untuk bekerja memenangkan Ibu Indah pada periode keduanya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan jika pihaknya juga terus melakukan komunikasi kepada Indah Putri Indriani terkait dengan gerakan, visi misi hingga program yang akan ditawarkan kepada masyarakat pada periode kedua.

“Jadi kami juga intens komunikasi soal program. Karena kami juga menawarkan program penguatan ekonomi kerakyatan berbasis ekonomis produktif. Apalagi ini memang sementara kita gaungkan di bawah,” pungkasnya.

Bupati Wajo Minta Calon Bupati dari PAN untuk Bangun Tim Militan

KabarMakassar.com — Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Bupati Wajo, Amran Mahmud memberikan saran dan masukan kepada sejumlah bakal calon kepala daerah dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Wajo itu mengatakan jika kader PAN mau maju pada Pilkada maka harus siap bekerja keras untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau perlu bermalamlah di pelosok daerah dimana Anda akan maju dan bertarung. Saya kira ini penting karena akan memiliki kesan tersendiri bagi masyarakat,” kata Amran Mahmud.

Ia mengatakan jika membangun tim yang militan yang kuat itu tidak mudah. Kata dia, perlu perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Akan tetapi, kata dia, jika tim itu sudah terbangun maka akan sangat solid.

“Membangun militansi tim itu berat. Tapi ketika itu sudah terbangun maka apapun yang terjadi maka tetap akan solid dan kuat. Sebab kita kan membangunnya dari awal,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, perlu ada tokoh yang mengawal langkah dan gerakan. Sebagai contoh, kata dia, tokoh yang dapat menyatukan seluruh kader sehingga dapat menumbuhkan sikap gotong royong dalam memenangkan moment politik.

“Kita ingat di Sultra, PAN dapat melahirkan 11 kepala daerah itu karena gotong royong. Makanya kalau kita ini gotong royong, membantu jaringan kekeluargaan hingga finansial. Maka bukan tidak mungkin PAN menang di Sulsel,” pungkasnya.

PAN Buka Peluang Berkoalisi dengan Golkar di Pilkada Bulukumba

Ketua DPD PAN Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki

KabarMakassar.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki masih optimis akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukuma 9 Desember mendatang.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Bulukumba ketika ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Minggu (12/7).

“Saya kira Pilkada Bulukumba itu masih dinamis, saya juga masih optimis bisa maju. Makanya kita tetap membangun komunikasi dengan sejumlah partai dan bakal calon yang akan maju,” kata Andi Zulkarnain Pangki.

Bahkan, kata dia, selain mendapat restu dari PAN, dirinya juga sementara membangun komunikasi dengan beberapa partai. “Semua masih jalan, komunikasi masih terus kita buka kepada semua partai,” ungkpanya.

Ketika ditanya mengenai peluang akan berhadapan dengan saudaranya Andi Hamza Pangki di Pilkada Bulukumba, ia mengatakan jika hal itu tidak akan terjadi. Ia mengaku jika dirinya dan Andi Hamza Pangki akan melakukan rapat internal keluarga.

“Kalau soal itu kan internal keluarga bagaimana keputusannya. Yang pasti bahwa PAN dan Golkar itu bisa saja berkoalisi untuk mengusung satu nama, apalagi kan sudah cukup untuk mengusung jika dua partai ini menyatu,” jelasnya.

Ketua DPD Solid Usung Ashabul Kahfi Pimpin PAN Sulsel

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard Kota Makassar, Minggu (12/7).

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB mengatakan bahwa Rakor tersebut dihadiri oleh hampir seluruh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Sulsel.

“Kegiatan ini rencananya dihadiri seluruh Ketua DPD Se-Sulsel tapi karena ada beberapa yang izin. Agendanya adalah terkait pelaksanaan Muswil DPW PAN Sulsel yang rencananya akan dilaksanakan 19 Juli mendatang,” kata Irfan.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Wajo, Amran Mahmud mengatakan PAN Sulsel butuh tokoh yang dapat menyatukan seluruh kader PAN yang ada di Sulsel. Karena itu, ia berharap agar Ashabul Kahfi dapat kembali menahkodai DPW PAN Sulsel.

“Semua masih berharap Pak Ashabul Kahfi dapat menahkodai DPW PAN Sulsel, sekaligus mengawal Muswil nanti menjadi elegan sehingga rekomendasi dan strategi politik ke depan bisa kita wujudkan,” kata Amran.

Bupati Wajo itu mencontohkan DPW PAN Sultra yang dapat melahirkan 11 kepala daerah. Ia menilai capaian itu terjadi karena sikap gotong royong. “Karena itu PAN Wajo siap bergotong royong dan bersedia untuk mendukung Pak Ashabul Kahfi,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua DPD PAN Luwu Utara, Karemuddin. Ia mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung Ashabul Kahfi memimpin kembali DPW PAN Sulsel untuk keempat kalinya.

“Kami sudah siap mendukung Pak Kahfi menjadi Ketua DPW PAN Sulsel. Apalagi, selama ini semua kader berbahagia di bawah pimpinan Pak Kahfi,” kata Karemuddin.

Rakor DPW PAN Sulsel Putuskan Muswil 19 Juli

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard Kota Makassar, Minggu (12/7).

Terkait hal itu, Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mengatakan bahwa pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PAN Sulsel akan dilaksanalan 19 Juli mendatang. “Pelaksanaan Muswil itu saya minta tanggal 19 Juli, pekan depan,” kata Kahfi.

Ia mengatakan bahwa pengendalian Muswil nantinya akan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN. “Muswil dikendalikan DPP dari Kantor di Jakarta, yang baca tata tertib itu juga dari DPP, serta pembacaan keputusan formatur juga adalah DPP,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa jika DPP PAN menurunkan 3 atau 4 nama maka tidak akan pemilihan. “Tapi jika pada akhirnya DPP PAN memutuskan untuk memilih 5 nama formatur, maka nantinya akan disiapkan format pemilihan,” ungkapnya.

Anggota Komisi IX DPR RI itu meminta kepada seluruh DPD agar dapat mengatur peserta Muswil sesuai protokol kesehatan. “DPD dan DPC sebagai peserta yang menghadiri Muswil tetap mempertimbangkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu mengaku sangat mengapresiasi atas dukungan untuk maju dan memimpin DPW PAN Sulsel ke depan. “Saya tidak pernah suruh orang untuk meminta surat usungan. Padahal saya ini pernah tawari dan Pak Karlos dan Pak Bupati Wajo tapi katanya belum bersedia,” pungkasnya.

Catatan untuk Dani dan Mereka yang Bernama Politisi

Opini: Akbar Faizal

KabarMakassar.com — Sebenarnya saya menunggu respon para pengurus Nasdem dari tingkat Kota Makassar, DPW hingga DPP terkait beredarnya rekaman video bakal calon walikota Makassar Sdr. Dani Pomanto yang secara telanjang merendahkan Partai Nasdem. Dalam rekaman itu Sdr. Dani Pomanto menunjukkan sikap sama sekali tak membutuhkan (dukungan) Nasdem dan berharap Nasdem menarik dukungan terhadapnya.

Dari Sdr. Nurdin Halid, Ketua Golkar Sulsel dan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, saya mendapatkan konfirmasi bahwa percakapan virtual mereka tersebut terjadi saat Dani Pomanto meminta Nurdin Halid memasangkan putranya, Andi Zunnun, menjadi wakilnya dengan harapan dukungan Golkar diberikan kepadanya. Hanya berbilang hari, kesepakatan itu Dani abaikan. Hari ini, Dani Pomanto resmi diusung Nasdem plus Gerindra berpasangan dengan Fatmawati Rusdi. Kabar terakhir, Gerindra akan mengalihkan ke Appi’ atas lobi Erwin Aksa langsung ke Prabowo Subianto. Jika benar info ini, maka Dani Pomanto praktis tak bisa ikut bertarung. Dan Nasdem ikut terbawa mati angin bersamanya padahal Nasdem pemenang utama pada Pileg lalu sehingga mendapat jatah Ketua DPRD Makassar.

Saya bukan politisi yang mudah tersinggung apalagi untuk hal seperti ini. Namun apa yang dipertunjukkan Dani Pomanto adalah sebuah teatrikal berkualitas sampah yang sama sekali tak layak untuk Sulawesi Selatan, Negeri Para pemberani, sebuah tagline yang saya rangkai sendiri. Saya harus membuat catatan ini untuk tiga (3) alasan:

  1. Meski Dani Pomanto pernah menjabat Walikota Makassar saat memenangkan Pilwalkot atas dukungan penuh bekas Walikota Mks Sdr.Ilham Arief ‘ACO’ Sirajuddin, tapi Dani Pomanto tak juga memahami apa dan bagaimana karakter orang Bugis Makassar. Maka saya anggap kemenangan Dani pada Pilwalkot sebelumnya murni karena dukungan penuh Sdr.Ilham Arief Sirajuddin yang kemudian dia khianati juga. Untuk itu, Dani tak layak mendapat kehormatan dan kesempatan memimpin Makassar, kota terbesar dan penopang kawasan timur Indonesia.
  2. Saya pendiri Partai Nasdem sekaligus membesarkannya di Sulsel. Sebagai partai baru saat itu, Saya meloloskan dua anggota DPR-RI, 7 DPRD sulsel dan 70 DPRD. Partai Nasdem hadir diseluruh DPRD Kab/Kota di Sulsel. Sebuah catatan yang layak untuk diingat terutama bagi internal Nasdem. Meski saat ini saya bukan lagi pengendali Nasdem, namun korsa Nasdem memaksa saya untuk mengambil sikap keras kepada siapapun yang mempermainkan agenda besar Nasdem bernama Restorasi Politik yang menjadi alasan pendirian partai ini. Itulah yang membedakan kami yang memiliki dan menjadi bagian awal pendiri partai ini dengan sebagian dari mereka yang masuk belakangan yang lalu memiliki kewenangan organisasi yang besar. Mereka boleh memiliki badan organisasi Partai ini tapi mereka takkan pernah memiliki hatinya sebab sejak awal masuk Nasdem mereka berniat melukai jiwanya.
  3. Mengingatkan zaman secara terus-menerus bahwa proses-proses berpolitik seharusnya tak meninggalkan tata cara yang logis dan bermartabat dari berbagai pendekatan, termasuk kearifan lokal dimana peristiwa politik itu terjadi.

Pada sebuah group WA dimana Sdr. Dani Pomanto menjadi admin, saya memintanya langsung untuk menjelaskan soal video itu namun tak ditanggapi, hal yang sejak awal saya pahami bahwa dia takkan berani melakukannya. Sabagai seorang kawan dan arsitek yang pernah hampir merancang rumah pribadi saya di Jakarta dan Makassar, Dani adalah kawan yang sangat baik. Namun sebagai politisi –terpaksa saya menyebutnya politisi sebab jabatan walikota yang pernah diembannya adalah jabatan politik meski sebenarnya Dani sama sekali tak berkualifikasi politisi– Sdr. Dani Pomanto mempertunjukkan sifat dasarnya. Tapi Dani –memang– cocok dengan model perpolitikan yang dianut banyak politisi dan parpol saat ini yang tak pernah jelas kelaminnya. Namun dalam makna filosofis yang sebenarnya, apa yang dipertunjukkannya menempatkan Sdr. Dani Pomanto di kerak bumi terbawah pada lempeng karakter politik yang agung.

Dan, kepada para pengurus dan kader Nasdem yang direndahkan, Anda layak dan harus terhina oleh perilaku kandidat yang sekarang Anda usung ini. Dia mengoyak uluhati Restorasi Partai Nasdem. Dani Pomanto menebas akar logika politik Nasdem yang berdarah-darah saya dan kita perjuangkan. Kali ini kalian harus tersinggung ketimbang ngamuk berlarai saat Dani Pomanto sebagai walikota saat itu menurunkan spanduk, baliho dan banner Nasdem dari jalan-jalan kota Makassar tempo hari. Setidaknya, Anda semua mempertunjukkan kepada publik bahwa logika politik Nasdem tidak bertumpang-tindih dengan kegilaan sesaat bernama ‘Madu Pilkada Makassar’. Saya hari ini bersikap.

Memori publik memang berusia pendek. Besok mungkin mereka lupa semua ini. Tapi dalam karakter Sulsel, kata adalah hati, dan hati adalah pembeda manusia dengan makhluk Tuhan lainnya. Anda pasti paham yang saya maksud.

Sebagai orang yang mengenal Dani Pomanto, saya berharap Sdr. Dani lebih bijaksana sebab kebijaksanaan tak pernah berbohong seperti Kata Homer. Namun jika Anda tak mampu menahan keinginan hati untuk tampak cerdas dihadapan publik maka mungkin kalimat Mark Twain ini cocok untukmu,”Lebih baik menjaga mulut Anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggapmu bodoh, ketimbang membuka mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka”.

Namun semua ini adalah pilihan. Sebagai penganut teguh kebebasan berpendapat, saya akan berusaha memahami model politik dan diksi Sdr. Dani Pomanto meski terus-menerus gagal memahami. Tapi saya akan berusaha sekuat tenaga mendoakannya agar berhasil kelak. Kemenangan selalu menyenangkan meski seringkali batasan etika juga terlampaui.

Pemkot Setuju Anggaran KPU Ditambah Rp.6,5 Miliar

KabarMakassar.com — Pemkot Makasar menyetujui pengajuan penambahan anggaran Komisi Pemilihan Umum Kota Makasar sebesar Rp.6,2 Miliar untuk Pilwalkot 2020. Hal ini diungkapkan oleh Komisioner KPU, Endang Sari, Kamis,(9/7).

“Alhamdulillah Pemkot mendukung pada Pilkada yang akan kita laksanakan di Kota Makassar dan usulan terakhir yang diajukan oleh KPU yaitu Rp.6,2 miliar itu disetujui tadi sudah ditandatangani,” kata Endang.

Menurutnya penambahan anggaran ini untuk pemenuhan honor sesuai surat kementerian keuangan dan penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berimbas pada penambahan jumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS).

Kata dia, untuk memenuhi kebutuhan honor penyelenggara addhoc maka harus disesuaikan dengan surat Mentri Keuangan, aturan tentang TPS batas maksimalnya harus 500 pemilih yang sebelumnya 600 orang.

“Dengan adanya aturan tersebut maka kami membuat skenario ulang, nah konsekuensi penambahan TPS menyebabkan konsekuensi penambahan penyelenggara KPPS jadi sebenarnya penambahan anggaran untuk kedua hal ini saja,” jelasnya.

“Dengan adanya batasan jumlah pemilih dalam satu TPS yakni 500 orang per TPS, KPU Kota Makassar menambah TPS dari 2099 menjadi 2390 TPS,” tambhanya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Rudi Djamaluddin berharap agar KPU Kota Makassar mampu melakukan tugasnya dengan baik.

“Kita ingin KPU itu bisa menjalankan fungsi dan perannya secara profesional dengan harapan bahwa proses demokrasi ini berjalan secara lancar akuntabel dan pada akhirnya akan terpilih pemimpin yang kredibel yang bisa membangun Makassar,” kata Rudi.