Manajemen RS Faisal Diduga Selewengkan Dana Rp 50 Miliar

KabarMakassar.com — Ratusan pegawai Rumah Sakit Islam Faisal melakukan aksi unjuk rasa, Kamis, 2/7. Mereka berorasi pada beberapa titik di Kota Makassar. Diantaranya di depan Kantor Gubernur Sulsel, di Jalan AP. Pettarani, dan di depan rumah Jusuf Kalla.

Ketua Serikat Pekerja RS Islam Faisal, Irham Tompo mengatakan manajemen RS Islam Faisal telah mencederai hak-hak karyawan. Kata dia, seluruh pegawai hanya diam melihat segala pelanggaran yang dilakukan pihak manajemen RS Islam Faisal. Tapi, kata Irham, hari ini kesabaran pegawai sudah habis.

“Selama ini kami diam kalau Upah Minimum Provinsi (UMP) di RSI Faisal tidak memenuhi sesuai standar. Tapi hari ini publik harus tahu soal yang terjadi di sana. Kami juga menduga ada tindakan penyelewengan uang perusahaan sebesar Rp.50 miliar, sehingga dewan pengawas harus turun mengaudit,” kata Irham.

Selain itu, Irham juga menyayangkan pihak manajemen RSI Faisal yang mengeluarkan SK untuk merumahkan dan mengamban karena tidak ada penjelasan dipanggil kembali bekerja dalam waktu yang tidak di tentukan.

“Soal uang jasa pelayanan yang harusnya diterima setiap bulannya oleh pegawai belum terbayarkan selama dua tahun. Kami hanya minta keadilan pihak manajemen RS Islam Faisal, ini kami lakukan agar publik bisa tahu apa yang sedang terjadi,” jelasnya.

Ia berharap polemik yang terjadi pada internal RS Islam Faisal dapat diketahui oleh pembina yayasan dalam hal ini Jusuf Kalla. Karena, pihaknya menduga persoalan pada internal RS Islam Faisal tidak diketahui oleh pembina yayasan.

“Saya curiga pihak manajemen menutupi rapat terkait kesemrautan yang ada di dalam internal RS dan hanya melaporkan yang baik-baik saja ke pembina yayasan, sehingga Pak JK tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kita harap Pak JK bisa tahu apa yang sedang terjadi,” pungkasnya.

Dugaan Korupsi BOK Dinkes Bulukumba Bertambah jadi Rp.6,4 Miliar

KabarMakassar.com — Polres Bulukumba terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengendus dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba untuk tahun anggaran 2019.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra mengaku jika ada temuan jika kerugian negara pada kasus tersebut bertambah. Menurutnya, hal itu berdasarkan pertanggungjawaban yang disampaikan seluruh Pusksesmas yang ada di Kabupaten Bulukumba.

“Beberapa saksi sudah diperiksa. Adapun Bendahara Dinas Kesehatan sendiri sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 4 kali, mengingat pengambilan dan pengeluaran anggaran dana BOK TA 2019 tersebut melalui dirinya,” kata AKP Berry Juana Putra, Senin (15/6).

Ia menambahkan jika berdasarkan perhitungan kerugian anggaran negara yang ditemukan diduga bertambah menjadi Rp.6,4 miliar dari sebelumnya hanya sebesar Rp.4,7 miliar.

“Sebelumnya Rp.4,7 miliar dan dari hasil penyelidikan kita ada kenaikan menjadi Rp.6,4 miliar. Itu hasil temuan sementara,” ungkapnya.

Bahkan, Berry mengaku jika Badan Pengawasan Keuangan (BPK) RI Sulsel sudah membentuk tim investigasi untuk menangani kasus ini. Dalam waktu dekat, lanjut dia, tim tersebut akan diturunkan.

“Untuk penetapan tersangka, kami masih menunggu hasil dari BPK kemudian dilanjutkan dengan gelar perkara. Setelah dilakukan gelar perkara dan hasil temuan BPK baru kami akan lakukan penetapan tersangka,” pungkasnya.

Tim Drugs Hunter Polres Takalar Amankan DPO Narkoba

KabarMakassar.com — Setelah dua tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Ramli alias Pasang (41) berhasil dibekuk Tim Drugs Hunter Polres Takalar dikediamannya di Dusun Turikale, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Minggu (14/6).

Penangkapan dipimpin Kanit Opsnal Ipda Syuryadi Syamal atas informannya. Dia mengatakan ditangkapnya Pasang karena sudah dua tahun DPO atas kasus Narkotika jenis sabu atas penunjukan tiga orang penangkapan sebelumnya.

“Sudah dua tahun DPO, atas penunjukan tiga orang yang diamankan sebelumnya berinisial AR alias Misi, AC alias Ocha dan RJ yang diamankan pada bulan Februari 2018 lalu,” kata Ipda Syuryadi Syamal.

Syuryadi menjelaskan, setelah mendapatkan informasi tempat pelaku dan dilakukan pemeriksaan. warga Marbo yang Buron selama dua tahun berhasil diamankan di kediamannya.

“Tim berhasil bekuk pelaku tepat saat berada didepan rumahnya,” jelas Syuryadi.

Tidak ada barang bukti yang diamankan Tim Drugs Hunter Polres Takalar dalam penangkapan ini. Pelaku dibawa ke Mapolres Takalar guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Pelaku sendiri disangkakan UU Narkotika pasal 114 ayat 1 dengan ancaman penjara 4 tahun.

Hendak Membeli Sabu Pemuda di Pinrang Dibacok

KabarMakassar.com — Polisi sektor (Polsek) Persiapan Paleteang, Polres Pinrang, berhasil mengamankan pelaku penganiayaan Arwin alias Ciwing (32) warga Temmassarangnge ditempat persembunyiannya di Madimeng, Kecematan Paleteang, Kabupaten Pinrang.

“Benar kami sudah amankan pelaku ditempat persembunyiannya,” kata Kapolsek Paleteang IPDA Mauldi Waspadani, kepada KabarMakassar.com, Selasa (9/6).

Mauldi mengungkapkan, kornologi kejadian bahwa saat itu Korban Irwan (25) warga Kelurahan Laleng Bata datang dengan mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk ingin membeli Narkotika Jenis sabu-sabu di jalan Lasinrang.

Sampai disana ada pelaku Arwin (32), memberitahukan bahwa tidak ada orang yang menjual narkotika disini, kemudian korban pergi, namun tidak lama setelah itu korban datang lagi dengan mendoubel gas motornya. Pelaku menghampiri korban dan menegurnya, namun korban marah-marah, sehingga terjadi perkelahian dan pembacokan menggunakan taji ayam.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada dada sebelah kiri, luka robek pada lengan sebelah kiri, dan luka robek pada pergelangan tangan dan dilarikan Ke Rumah Sakit untuk dilakukan perawatan medis,” jelas Mauldi.

Berdasarkan laporan dari pihak korban Nomor:LP/21/VI/2020/SPKT/Sek.Pers.Paleteang/Res.Pinrang, tim langsung bergerak cepat dan mengamankan pelaku ditempat persembunyiannya.

“Saat di tangkap pelaku sedang tertidur dalam keadaan mabuk. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolsek guna proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Warga Takalar Geger, Ada Mayat Terjepit di Sungai

KabarMakassar.com – Warga Kabupaten Takalar digegerkan dengan penemuan sosok mayat terjengpit bebatuan di Aliran Sungai Samallu, Desa Ko’mara, Kecamatan Polut, Kabupaten Takalar, Minggu (7/6).

Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang dan diperikiran usia 45 hingga 50 tahun.

Paur Humas Polres Takalar, Ipda Sumarwan mengatakan, sosok mayat pertama ditemukan oleh Gassing Magarra warga Dusun Pammukulu, Desa Ko’mara yang sedang mencari Ikan di sungai Samallu pada Sabtu (6/6) kemarin.

“Posisi mayat dalam Keadaan terjepit disela bebatuan di aliran sungai dalam keadaan tengkurap. Ditemukan oleh warga yang hendak memancing,” kata Ipda Sumarwan.

Menurut keterangan warga, kata Sumarwan di perkirakan sosok mayat tersebut adalah Salassari Dg Ti’no, umur 45 tahun, warga Dusun Tetetanrang, Desa Ko’mara, Kecamatan Polut yang telah hilang.

“Informasi warga korban adalah Salassari Daeng Ti’no yang telah hilang. Keluarga korban telah melakukan pencarian selama 12 hari sampai ditemukan mayat tersebut,” ungkap Paur Humas.

Reskrim Polsek Galut Ringkus Pelaku Curanmor di Bontolebang

KabarMakassar.com — Tim Unit Reskrim Polsek Galesong Utara (Galut) Polres Takalar berhasil mengamankan SK alias Ancu, pelaku curanmor di wilayah hukum Polsek Galut.

Kanit Reskrim Polsek Galut, Ipda Hatta mengatakan, Ancu yang diketahui merupakan warga Kota Makassar itu diringkus pada Sabtu (23/5).

“Pelaku berhasil diamankan bekerjasama dengan Jatanras Polrestabes Makassar dini hari tadi. Pelaku melakukan aksi pencurian satu unit motor jenis Yamaha Mio M3 warna hitam milik warga di Kelurahan Bontolebang, Kecamatan Galesong Utara pada (23/4) lalu,” kata Hatta.

Selain di wilayah Kecamatan Galut, Kabupaten Takalar, lajut Hatta, pelaku juga diduga pernah melakukan aksi curanmor di wilayah Makassar.

“Pelaku juga diduga terlibat melakukan tindak pidana pencurian di beberapa tempat di kota Makassar. Barang bukti satu unit motor juga berhasil diamankan,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, pelaku beserta barang bukti diamankan di Rutan Mapolsek Galut, dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Kasus Bullying Anak Penjual Jalangkote di Pangkep, Polisi Tetapkan 8 Tersangka

KabarMakassar.Com — Aksi perundungan atau bullying terhadap Rz (12), seorang anak penjual jalangkote yang dilakukan sekelompok anak muda di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, menjadi viral di media sosial. Kasus tersebut pun sudah ditangani aparat kepolisian dari Polres Pangkep.

Kapolres pangkep, AKBP Ibrahim Aji mengatakan, pihaknya sudah menangkap beberapa pelaku aksi bullying terhadap Rz yang ada di video yang viral di media sosial tersebut.

“Kejadiannya itu kemarin sore sekitar jam 17.30 Wita, dan viral di media sosial. Minggu malam kita sudah laksanakan penangkapan terhadap beberapa pelaku yang ada di dalam video tersebut. Kita juga sudah laksanakan pemeriksaan secara maraton, dan untuk sementara kita tetapkan sebanyak 8 orang sebagai tersangka,” kata Ibrahim Aji saat diwawancarai oleh salah satu statsiun televisi swasta nasional, Senin (18/5) siang.

Sekadar diketahui, sebelumnya ribuan netizen juga mendesak pihak PLN untuk memecat salah satu tersangka (F) yang diduga merupakan karyawan perusahaan listrik negara tersebut.

Dugaan tersebut muncul karena berdasarkan informasi yang tertera di akun media sosial pelaku, tertulis jika yang bersangkutan bekerja sebagai teknisi di saah satu cabang kantor PLN di Sulsel.

Terkait hal ini, PLN UIW Sulselbar memastikan bahwa pelaku perundungan atau bullying tersebut bukanlah pegawai PLN.

“Sudah kami cek dan telusuri, kami pastikan palaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN” kata General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu melalui pernyataan tertulisnya, Senin (18/5).

Dari penelusuran di unit terkait, kata dia, pelaku merupakan tenaga kontrak atau outsourcing dari perusahaan mitra dari PLN, yang ditugaskan sebagai operator telekomunikasi layanan gangguan PLN ULP Maros.

Ismail menambahkan, kejadian kemarin tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak atau outsourcing PLN, dan murni urusan pribadi pelaku.

Meski begitu, lanjut Ismail, PLN sangat menyayangkan dan perihatin atas kejadian ini. ia memastikan bahwa PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan pelaku.

Ia berharap, dengan adanya kejadian ini seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku, baik di area kantor maupun di luar lingkungan masyarakat serta tetap bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan listrik di tengah pandemi.

Curi Sepeda di Takalar, Warga Makassar Ini Diringkus Personel Polsek Pattalassang

KabarMakassar.com — Syarifuddin alias Raka (38), pelaku pencurian sepeda di wilayah hukum Polsek Pattalassang, berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Pattallassang Polres Takalar, Ahad (17/5) malam.

Kasi Humas Polsek Pattallassang, Aipda Aswan Sabil mengatakan, pelaku yang merupakan warga Kota Makassar itu berhasil diamankan di wilayah hukum Polres Gowa.

“Unit Reskrim Polsek Pattallassang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Hamka bekerjasama Unit Reskrim Polsek Bontomarannu Polres Gowa berhasil menangkap pelaku di Kabupaten Gowa pada Ahad (17/5) malam,” kata Aswan.

Selain menagkap pelaku, kata dia, Unit Reskrim Polsek Pattallassang juga berhasil mendapatkan barang bukti berupa sepeda hasil pencurian pelaku di wilayah hukum Polsek Pattallassang.

“Pelaku empat kali melakukan aksi pencurian sepeda di wilayah hukum Polsek Pattallassang. Alhamdulillah, dari hasil pengembangan empat barang bukti sepeda berbagai merek berhasil diamankan,” terangnya,

Saat ini, pelaku bersama barang bukti diamankan di Mapolsek Pattallassang. Pelaku dijerat dengan Pasal 362 tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun.

Pelaku Penipuan Berkedok Sumbangan Panti Asuhan Diringkus Polisi di Bulukumba

KabarMakassar.com — Aksi Jasman Bin Hamsina (38), warga asal Camba-camba, Kabupaten Jeneponto yang melakukan penipuan dengan modus berpura-pura menjadi panitia/pengurus Panti Asuhan dan meminta sumbangan ke rumah-rumah serta sejumlah toko di Pasar Sentral Kabupaten Bulukumba, berakhir Sabtu (16/5) kemarin.

Jasman diamankan personel Polsek Ujung Bulu setelah beberapa warga yang merasa resah dengan aksi pelaku melapor ke Pos Ketupat Polres Bulukumba yang berada di sekitar Pasar Sentral Bulukumba.

Dikonfirmasi, Kapolsek Ujung Bulu AKP Syafaruddin mengatakan, pelaku meminta sumbangan dengan mengatasnamakan Panti Asuhan Ihyaun Nufus dan Panti Asuhan Hidayatullah yang keduanya beralamat di Kabupaten Bulukumba.

Namun setelah dikonfirmasi ke Pihak Panti Asuhan, pengurus panti yang namanya dicatut oleh pelaku membantah jika pihaknya mengutus orang untuk meminta sumbangan ke rumah-rumah atau toko di wilayah Bulukumba.

Dari aksinya tersebut, pelaku berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp6 juta, yang menurut hasil interogasi uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadinya dan berfoya-foya.

“Yang bersangkutan saat ini sementara dalam proses penanganan Sat Reskrim Polsek Ujung Bulu,” kata Syafaruddin.

Dengan adanya kejadian ini, lanjut Syafaruddin, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada oknum yang datang meminta sumbangan dengan mengatasnamakan Panti Asuhan

“Kalau ingin memberikan sumbangan ke panti asuhan, sebaiknya langsung saja diserahkan kepengurusnya, sehingga sumbangan tersebut tepat sasaran,” imbaunya.

Sementara, Rosmayani, Pimpinan Panti Asuhan Ihyaun Nufus mengaku sangat keberatan dan dirugikan dengan aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku.

“Semoga pelaku bisa dihukum setimpal,” ujarnya.

Polres Takalar Amankan Dua Oknum PNS Pembuat SK CPNS Palsu

KabarMakassar.com – Dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial SS (53) dan WK (44) diamankan unit Reskrim Polres Takalar atas kasus Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) palsu yang berhasil menipu ratusan korban.

Terkait hal itu, Kapolres Takalar AKBP Budi Wahyono mengatakan sejak dilakukan penangkapan pada April lalu dan dilakukan penyelidikan korban para pelaku penipuan mencapai 367 orang.

“Iya, sebanyak 367 berkas CPNS dengan 45 SK PNS palsu menjadi barang bukti. Korban penipuan SK CPNS utamanya dari Kabupaten Takalar dan Maros,” kata AKBP Budi ketika Press Conference di Halaman Mapolres Takalar, Jumat (15/5).

Ia mengatakan dari ratusan korban yang di tipu kedua pelaku kemudian mendapatkan keuntungan milyaran rupiah. “Pelaku melakukan penipuan SK CPNS sejak tahun 2016. Total kerugian mencapai Rp.2 milliar rupiah, sisanya yang diamankan puluhan juta,” ungkapnya.

“Sebagian dibelanjakan dengan membeli barang-barang tas mewah jenis tas everbest dan lainnya,” tambahnya.

Kedua pelaku dijerat pasal 378 dan 372 junto 556 ancaman 4 tahun penjara. Akan tetapi, kata dia, tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain dari kedua oknum PNS tersebut.

“Pasal yang kita terapkan junto pasal 445 KUHP, tidak menutup kemungkinan ada yang terlibat dalam kasus penipuan SK CPNS ini,” ujranya.

Dari hasil penyelidikan, tambah AKBP Budi, puluhan barang bukti yang diamankan antara lain 13 kardus berkas CPNS, komputer, mesin printer, dan beberapa berkas SK PNS palsu dan bukti-bukti pembayaran.

“Berkas kasus kedua oknum PNS juga kita sudah serahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Takalar,” pungkasnya.