15 Tahanan Narkoba Kabur, 7 Personel Polda di Periksa Propam

KabarMakassar.com — Sebanyak 7 personel bagian Tahanan dan Titipan (Tahti) Polda Sulsel yang bertugas saat 15 tahanan kasus narkoba di Rutan Polda Sulsel kabur pada Senin (30/3) dini hari lalu, menjalani proses pemeriksaan oleh Direktorat Propesi dan Pengamanan (Dit Propam) Polda Sulsel.

“Semuanya ada 7 orang dengan kepala jaganya. Saat ini sudah sidang disiplin,” kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi kepada KabarMakassar.com, Senin (6/4).

Dihubungi terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan mengaku, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memburu ke-15 tahanan yang kabur dari Rutan Polda Sulsel melalui ventilasi tersebut.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 5 tahanan yang telah berhasil diringkus kembali di berbagai daerah di Sulsel.

“Sudah ada 5 orang tahanan yang berhasil diamankan kembali. Yakni Ikhsan ditangkap di Kabupaten Jeneponto, Nandito dan Asri alias Ardiansyah di Kota Parepare, Febrianto ditangkap di Kota Makassar, dan Rezky ditangkap di Kabupaten Pinrang,” ujarnya.

Menurut Hermawan, 1 dari 5 tahanan yang berhasil ditangkap kembali itu terpaksa dilumpuhkan oleh petugas karena melakukan perlawanan saat pengembangan dan diminta menunjukkan lokasi persembunyian rekannya yang lain.

“Rezki kita lumpuhkan kerena dia menendang dada anggota dan mencoba melarikan diri. Namun anggota sigap mengejar dan anggota juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan dua kali, tapi yang bersangkutan masih lari. Sehingga terpaksa ditembak kakinya,” terangnya.

Hermawan menambahkan, tim yang telah diturunkan akan terus melakukan pengejaran terhadap 10 tahanan lainnya yang sampai saat ini masih buron.

“10 tahanan yang masih buron itu yakni: Ramli alias Sakka, Wandi, Tommeng, Muh Hafis, Faisal, Rizal, Edi Suhendri, Muh Ilham, Akbar dan Erwin. Mudah-mudahan bisa tertangkap kembali, mohon doanya,” pungkasnya.

Identitas Mayat Terbungkus Karung di Pinrang Terungkap, Pelaku Diringkus

KabarMakassar.com — Polisi Resort (Polres) Pinrang berhasil mengungkap identitas mayat perempuan terbungkus karung yang ditemukan hanyut di Sungai Kariango, di Dusun Bela-belawa, Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang pada Rabu (1/4) lalu.

dentitas mayat perempuan tersebut diketahui bernama Rusnah (52), warga Desa Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap.

“Dari hasil identifikasi beberapa ciri-ciri termasuk Tato di punggung ibu jari kiri bertuliskan Ram Rus, mayat perempuan itu diketahui bernama Rusna, warga Pajalele, Sidrap. Keluarga korban juga mengakui bahwa mayat tersebut adalah Rusna, sesuai ciri-ciri pada korban,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma P Negara, Sabtu (4/4) pagi.

Selain identitas korban, polisi juga telah berhasil mengamankan Wa Laodding (55), pelku pembunuhan. Pelaku yang merupakan warga Dusun Dea, Desa Sipudeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap ini ternyata suami siri korban.

Pelaku diamankan di area persawahan di Kampung Tonrong Saddang, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Jumat (3/4) dini hari sekira pukul 01.00 WITA.

“Alhamdulillah dalam waktu 32 jam, pelaku (Wa Laodding) berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah pondok persawahan,” ujarnya.

Terkait motif pembunuhan, Dharma mengatakan, berdasarkan hasil introgasi, pelaku menuduh korban (istri siri) selingkuh dengan laki-laki lain, sehingga pelaku merasa kesal dan marah.

Pelaku kemudian mengajak korban dengan membuat janji ketemu di dekat jembatan di Kampung Arassie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang. Disitulah pelaku membunuh korban.

“Si korban dan pelaku ini sudah nikah siri sekitar dua tahun lalu. Pelaku ini menuduh istrinya selingkuh, sehingga dia janjian dengan korban di salah satu tempat. Nah, disitulah tejadi perselisihan sehingga pelaku nekat memukulnya pakai kayu balok, memasukan korban ke dalam karung dan menghanyutkan ke sungai,” jelanya.

“Dari hasil introgasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya pelaku dan seluruh barang bukti diamankan di Mapolres Pinrang guna mempertangungjawabkan perbuatannya,” tutup Dharma.

15 Tahanan Narkoba Kabur dari Rutan Polda Sulsel, Begini Kronologinya

KabarMakassar.com – Sebanyak 15 tahanan kasus narkoba berhasil kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sulsel, Senin (30/3) dini hari lalu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan yang diknfimasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, para tahanan kabur lewat ventilasi udara.

“Rutan Polda berada di lantai 3, mereka kabur lewat ventilasi udara menggunakan sarung yang diikat (disambung) dan dijadikan sebagai tali. Kaburnya para tahanan ini baru diketahui petugas pada Senin (30/3) sekitar pukul 03.40 WITA,” kata Hermawan, Kamis (2/4).

Akibat kejadian ini, Hermawan mengaku telah menurunkan tim khusus untuk menangkap para tahanan yang kabur.

Hingga saat ini, dari 15 tahanan yang kabur, beberapa diantaranya sudah berhasil ditangkap kembali.

“Sekarang sudah tiga yang berhasil ditangkap,” ujarnya.

Cafe Si Kembar di Perbatasan Gowa-Takalar Hangus Dibakar Massa

KabarMakassar.com — Cafe Si Kembar yang terletak di perbatasan Kabupaten Gowa – Takalar, hangus dibakar ratusan massa, Senin (30/3).

Selain membakar Cafe beserta perabotan di dalamnya, massa juga merusak 1 unit mobil minibus berwarna putih yang terparkir dalam Cafe tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir mengatakan, peristiwa ini diduga dipicu oleh kejadian pada 22 Maret lalu.

Saat itu, kata dia, salah seorang warga Desa Tonasa, Kabupaten Takalar yang datang ke Cafe tersebut. berselisih paham dan terlibat perkelahian dengan seorang warga Desa Jipang, Kabupaten Gowa.

“Keduanya terlibat duel menggunakan badik, dan sama-sama mengalami luka tusuk,” kata Jufri.

“Keduanya sempat dirawat di rumah sakit di Makassar, tetapi warga Desa Tonasa meninggal dunia diduga karena kehabisan darah,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Jufri, polisi sementara melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran Cafe terebut.

“Belum ada (yang diamankan dari lokasi kejadian), namun pihak kepolisian Polres Gowa akan segera mengejar pelaku,” tegasnya.

Hamili Anak Kandung, Pria Paruh Baya di Takalar Divonis 15 Tahun Penjara

KabarMakassar.com — TT (52) warga Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, yang tega menghamili anak kandungnya sendiri, dijatuhi vonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Takalar, Kamis (26/3) kemarin.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Takalar, Asrini As’ad mengatakan, terdakwa terbukti bersalah dan dijerat dengan Pasal 81 Jo 76 D UU Perlindungan Perempuan dan Anak ayat (2).

“Terdakwa kami tuntut 20 tahun penjara, dan pada sidang pembacaan vonis, majelis hakim Pengadilan Negeri Takalar menjatuhkan vonis selama 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar dan subsider 6 bulan penjara,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Takalar, Asrini As’ad. Jumat (27/3).

Sekadar diketahui, kasus yang terungkap kurang lebih tiga bulan lalu ini sempat menghebohkan warga Kabupaten Takalar.

TT tega melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak kandungnya sendiri. tak hanya sekali, perbuatan itu dilakukannya kurang lebih selama tiga tahun.

Perbuatan bejat TT itu terbongkar setelah ibu korban merasa curiga melihat gelat anaknya yang berbeda dari biasanya, perut korban pun terlihat makin membuncit.

Setelah diperiksa, kecurigaan sang ibu benar. Sang anak hamil akibat perbuatan bejat TT. Peristiwa inipun kemudian dilaporkan ke kantor polisi

Komplotan Geng Spiderman Dibekuk Tim Resmob Polda Sulsel

KabarMakassar.com — Tiga orang komplotan pelaku pencurian dengan pemberatan yang menamakan kelompoknya ‘Spiderman’, yakni Ramma (29), M Nur (19) dan Pudding (46), berhasil dibekuk personel kepolisian dari Unit Resmob Polda Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Inrahim Tompo mengatakan, ketiga anggota geng spiderman ini sering melakukan aksinya di wilayah Kota Makassar dan sudah meresahkan masyarakat.

“Ketiga Pelaku ini mempunyai geng atau kelompok yang bernama spiderman. Mereka melakukan pencurian dengan cara memanjat atap rumah kemudian merusak pintu rumah, lalu mengambil barang-barang berharga milik korbannya. Personel dari Unit resmob berhasil mengamankan mereka pada Jumat (13/3) sore,” ungkap Ibrahim didampingi Dirkrimum Polda Sulsel Kombes Pol Didik Agung Widyanarko.saat menggelar press release di Markas Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning Kota Makassar, Senin (16/3).

Menurut Ibrahim, salah satu komplotan geng spiderman yang diamankan tersebut merupakan residivis yang beberapa kali keluar masuk penjara.

“Satu diantara mereka adalah residivis. Sudah enam kali masuk penjara dengan kasus yang sama. Komplotan ini sudah 10 kali melakukan aksinya di beberapa wilayah di Makassar,” terang Ibrahim.

Dari tangan komplotan pelaku curat ini, lanjut Ibrahim, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti hasil curian, yakni laptop, 2 unit handphone, dan satu buah play station.

“Komplotan ini dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Tidak menutup kemungkinan juga dikenakan pasal residivis,” tutupnya.

Kasus Narkoba Mantan Ketua DPRD Enrekang Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

KabarMakassar.com — Kasus narkoba yang menyeret mantan Ketua DPRD Kabupaten Enrekang, DD (55), akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang.

“Berkasnya sementara kita rampungkan, mudah-mudahan tidak lama lagi dilimpahkan ke Kejaksaan. Karena perintahnya pimpinan agar secepatnya dikerjakan,” kata Kasat Narkoba Polres Enrekang, AKP Ridwan kepada kabarmakassar.com, Sabtu (14/3).

Saat ini, kata Ridwan, mantan Ketua DPRD Enrekang tersebut masih dalam penahanan Polres Enrekang.

“Sampai saat ini masih ditahan. Baru ini kita menambahkan penahanan dari 20 hari menjadi 40 hari,” terangnya.

Diketahui, DD tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu. Ia diamankan di kediamannya di Jalan Gotong Royong Nomor 01, Belajen, Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang pada 19 Februari lalu.

Penangkapan terhadap DD dilakukan setelah personel Polres Enrekang menerima laporan dari masyarakat.
DD disangkakan dengan Pasal 112 dan 127 Undang-Undang (UU) Narkotika dengan ancaman 4 tahun penjara.

Gondol Genset Mesjid di Takalar, Dua Buruh Bangunan Diringkus Polisi

KabarMakassar.com — Dua pelaku pencurian genset Mesjid di Galesong Utara (Galut) Kabupaten Takalar, berhasil dibekuk personel Kepolisian dari Tim Resmob Polda Sulsel.

Pelaku yang masing-masing berinisial AD (23) dan RIF (18) ini merupakan warga Kota Makassar. Keduanya di tangkap di sekitar Taman Makam Pahlawan Panaikang, Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar.

“Kedua pelaku berhasil diamankan Resmob Polda Sulsel pada Rabu (11/3) malam lalu. Keduanya berprofesi sebagai buruh bangunan. Keduanya mengakui perbuatannya mengambil genset di sebuah Mesjid di daerah Galesong Utara bulan Februari kemarin. ” kata Kasubbid Penmas Polda Sulsel, Kompol Arsyad saat dikonfirmasi, Jumat (13/3).

Selain di menggondol genset Mesjid, lanjut Arsyad, pelaku juga mengakui telah memasuki rumah warga di daeah yang sama (Galesong Utara, Takalar), dan kemudian mencuri amplifier di rumah tersebut.

“Pelaku kini diamankan ke Mapolda Sulsel, dan di jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Sepekan Buron, Pembobol Ruko di Galesong Selatan Diringkus Polisi

KabarMakassar.com — Sepekan buron usai membobol rumah toko (Ruko) yang menjual tembaga dan alat pemotong besi di Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, DG (24) dan A (24) akhirnya berhasil diringkus Tim Buser Polsek Galesong Selatan dibantu Tim Hantu Malam Resmob Polres Takalar, Ahad (8/3) malam.

Kanit Reskrim Polsek Galesong Selatan, Aiptu Rusdiono menuturkan, kedua pelaku yang merupakan warga Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar ini diringkus berdasarkan laporan dari korban (pemilik Ruko) yang masuk ke Polsek Galesong Selatan pada 1 Maret 2020 lalu.

“Kedua pelaku diringkus di dua lokasi berbeda atau di rumahnya masing-masing saat tengah tidur pulas,” kata Rusdiono.

Menurut Rusdiono, kedua pelaku ini telah dua kali melakukan aksinya di lokasi (Ruko) yang sama dan berhasil menggondol sejumlah tembaga dan alat pemotong besi, yang kemudian dijual ke penadah seharga jutaan rupiah.

“Saat melakukan aksinya ini, kedua pelaku sempat terekam CCTV di Ruko tersebut. Pelaku juga sudah sempat menjual hasil curiannya di penadah berinisial RN (35) warga Galesong seharga jutaan rupiah. Dari situlah kami mendapatkan ciri-ciri kedua pelaku,” ujarnya.

“Dari hasil penangkapan di rumah penadah hasil curian kedua pelaku ini, ditemukan 1 karung berisi tembaga dan 1 mesin bor gurinda. Selain itu juga ditemukan 1 tabung gas hasil curian yang disembunyikan pelaku di areal persawahan,” terangnya.

Kini, kedua pelaku bersama sang penadah mendekam di balik jeruji besi di Mapolsek Galesong Selatan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Sementara si penadah dikenakan Pasal 480 dengan ancaman hukumannya di atas 7 tahun penjara,” pungkasnya.

2 Hari Berturut-turut, Polda Sulsel Sita Puluhan Ribu Masker di Sejumlah Lokasi

KabarMakassar.com — Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel melalui Ditreskrimsus mengungkap praktik perdagangan dan berhasil menyita ribuan Face Mask (Masker) berbagi merek di dua lokasi di Makassar.

Ribuan masker yang disita itu merupakan hasil penggrebekan pada Rabu (4/3) kemarin di area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dimana sebelumnya polisi menerima laporan akan adanya rencana pengiriman masker ke negara lain dengan menggunakan maskapai AA.

Kasubbid Penmas Polda Sulsel, Kompol Arsyad mengatakan, upaya penggrebekan ini dilakukan polisi untuk mengatasi kelangkaan masker di pasaran.

“Sebanyak 11 karton berisi masker wajah berhasil diamankan beserta AJ pemilik CV MBI yang ternyata badan usaha tersebut merupakan eksportir hasil laut,” kata Kompol Arsyad didampingi Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sulsel dan Pejabat Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan dalam Press Release, Kamis (5/3).

“Tersangka diduga memperdagangkan masker menyalahi izin usaha, dan pelanggaran karena tidak mencantumkan harga secara jelas terhadap produk masker yang diperdagangkan,” tambahnya.

Menurut Arsyad, tersangka terlebih dahulu mengumpulkan masker-masker tersebut melalui jejaringnya di lapangan, dengan cara membeli di swalayan-swalayan yang ada di kota Makassar dan sekitarnya.

Selanjutnya, tersangka menjual masker wajah tersebut dengan cara mengekspor ke negara lain dengan harga Rp130.000/pack, dan aktifitas tersebut sudah dilakukan sebanyak 17 kali pengiriman.

“Saat ini Polisi memeriksa AJ yang menyalahgunakan izin usaha sebagai eksportir hasil laut dengan mengekspor masker serta beberapa orang pengepul masker lainnya. Polisi juga sudah menyita 11 karton berisi 40 pack masker, 50 pcs masker, yang totalnya semua sebanyak 22.000 pcs masker,” ungkap Arsyad.

Sehari sebelumnya, polisi juga menggerebek lokasi penyimpanan masker wajah dengan jumlah yang sangat besar di sebuah perusahaan (PT IMLP) yang merupakan penyalur alat kesehatan.

“Jadi PT tersebut terbukti menjual masker dengan harga Rp300.000/box, serta temuan puluhan kardus masker lainnya yang disimpannya. Total barang bukti masker yang diamankan sebanyak 48.550 lembar ,serta beberapa jerigen cairan untuk hand sanitizer,” jelasnya.

Dari pengungkapan ini, lanjut Arsyad, polisi mengamankan tiga orang tersangka, yakni pemilik PT IML berinisial AW, sopirnya JF, serta AJ pemilik CV MBI, berikut sejumlah barang bukti yakni masker dengan berbagai merek.