Mahasiswa KKN-E Unifa Sosialisasi Program Kerja di Kelurahan Paccinongan

KabarMakassar.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Entrepreneur (KKN-E) angkatan XIV Universitas Fajar (Unifa) melaksanakan sosialisasi program kerja di Lingkungan Pao-pao Bontotangga RW.5, Kelurahan Paccinongan, Gowa, Minggu (9/8).

Pada kesempatan itu, Lurah Paccinongan, Andi Pangerang Zubair mengapresiasi program kerja yang dirancang oleh mahasiswa dari KKN-E Unifa.

Apalagi, kata dia, dengan keberadaannya tersebut sangat membantu masyarakat yang akan dibuatkan video edukasi terkait Covid-19. Ia pun mengapresiasi dari terbentuknya Gerakan Lima Ribu.

“Dengan program kerjanya yang berkaitan dengan kondisi sekarang dan dengan turunnya adek-adek membantu sosialisasi mengenai Covid-19 sangat membantu masyarakat, apalagi dengan adanya pembuatan video edukasi,” kata Pangerang.

Untuk itu, Pangerang mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-E dari Unifa karena program gerakan Lima Ribunya sangat membantu pemerintah dan masyarakat.

“Memang wilayah di sini khususnya RW.5, dari dulu terkenal dengan gerakan lima ribunya, namun sempat vakum karena ini merupakan sumbangan swadaya masyarakat seikhlasnya,” tambahnya.

Sementara itu, Penanggungjawab Gerakan Lima Ribu, Eko Widodo berharap bisa membangkitkan semangat gotong royong masyarakat. Kata dia, sumbangan dari swadaya masyarakat itu akan dikelola dengan baik.

“Harapnya kami sebagai penanggung jawab dari gerakan ini adalah menginginkan lingkungan yang layak huni dan bersih juga semangat gotong royong,” kata Eko.

Ia mengatakan jika dana itu nantinya juga akan dipakai untuk melakukan renovasi Gazebo Taman, pengecetan gerbang kampung, pembuatan nama jalan, dan penataan taman bermain anank.

“Tentunya juga ini atas bantuan dari adek-adek KKN Unifa selama berada di sini,” katanya.

Sementara Koordinator KKN-E Unifa, Muh. Zultamzil mengaku sangat senang melihat semangat respon warga atas program kerja yang akan dilaksanakan. Ia berharap bisa melaksanakan program kerjanya dengan baik.

“Alhamdulillah saya senang dan bangga melihat semangat gotong royong warga, itu terbukti dari banyaknya warga ketika kami kerja bakti disepanjang lorong RT.2,” kata Zul.

“Semoga selama kami berada disini, program kerja kami dapat terlaksana dengan baik dan bisa menjadikan pengabdian ini bernilai ibadah dan banyak manfaatnya,” tambahnya.

FIP UNM Gelar Webinar Desain Pembelajaran Daring

KabarMakassar.com — Pasca meloloskan meloloskan 15 Tim PKM, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali membuat gebrakan. Kali ini melaksanakan Webinar Desain Pembelajaran Daring, Sabtu (8/8).

Kegiatan ini merupakan program kerja Wakil Dekan (Wadek) I FIP UNM Dr. Mustafa, M.Pd. Menurutnya pembelajaran daring atau sering dikenal dengan istilah online learning sudah menjadi kebutuhan dalam melaksanakan pembelajaran khususnya dimasa pandemi Covid-19.

Dibantu oleh tim e-learning, Dr. Nurhikmah H, S.Pd, M.Si. sebagai Ketua Panitia Pelaksana, kegiatan dikemas dua sesi yakni workshop mendesain pembelajaran dengan menggunakan Spada FIP UNM dan Webinar Desain Pembelajaran Daring yang dilaksanakan dua hari.

Terkait hal itu, Dekan FIP UNM, Dr. Abdul Saman, M.Si, Kons. mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Webinar Desain Pembelajaran Daring. “Kita harap para dosen khususnya di FIP lebih memahami dan dapat menjalankan pembelajaran daring lebih efektif dan efisien dibandingkan semester sebelumnya,” kata Abdul Saman.

Menurutnya dosen senior harus berkolaborasi dengan dosen junior untuk mendesain perangkat pembelajaran luring dan daring. Kata dia, dosen senior menjadi mentor yang merancang isi/materi pembelajaran sedangkan dosen junior dapat mengembangkan perangkat pembelajaran dalam teknis pembuatannya.

“Kolaborasi ini penting karena itu kita harus saling membantu dan mengembangkan sumber belajar, yang perlu diingat kita jangan dikendalikan oleh teknologi tetapi teknologi yang mengikuti desain learning yang akan dikembangkan untuk pembelajaran,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Nurhikmah H. Arsal mengaku jika kegiatan tersebut tidak berhenti pada webinar. Tapi, kata dia, masih ada kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan.

“Kegiatan tentu tidak berhenti sampai di sini, kita akan rancang kegiatan lain yang dapat membantu dosen dalam hal teknis mengembangkan pembelajaran daring,” kata Nurhikmah.

Untuk diketahui, kegiatan itu menghadirkan pembicara Dr. Uwes Anis Chaeruman, M.Pd. dari Universitas Negeri Jakarta dengan membawakan materi “Mengendalikan Interaksi Belajar dalam Pembelajaran Daring”.

Lurah Tello Baru Bersama Peserta KKN-E Unifa Tanam Pohon

Kabarmakassar.com — Peserta KKN-E XIV UNIFA bersama staff kantor Kelurahan Tello Baru melakukan penanaman pohon disepanjang kanal PDAM Abdesir, Selasa (4/8). Kegiatan itu diinisiasi langsung oleh Lura Tello Baru.

Terkait hal itu, Lurah Tello Baru, Syamsul Rijal mengatakan penanaman pohon itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya abrasi di Kanal PDAM dan mengurangi resiko banjir. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini merupakan salah satu bentuk penghijauan dan manfaatnya untuk menahan tanah agar tidak terjadi longsor, kami ajak masyarakat untuk bersih-bersih menjaga lingkungan karena daerah seputaran kanal PDAM ini rawan banjir dan longsor dengan sistem yang bertahap,” kata Rijal.

“Penanaman pohon ini dilakukan oleh peserta KKN-E Unifa bersama dengan staff Kelurahan Tello Baru sebanyak 10 pohon dengan rincian 5 pohon palem dan 5 pucuk merah,” tambahnya.

Sementara itu, peserta KKN Unifa, Dafa Ainur mengatakan kegiatan ini sangatlah penting untuk meminimalisir terjadinya banjir jika terjadi lonjakan air di kanal PDAM.

“Mengingat lokasi ini sering terjadi banjir jika memasuki musim penghujan, maka dari itu penanaman ini sangatlah penting kalau perlu harus perbanyak penanaman pohon lagi di seputaran daerah ini,” kata Dafa.

“Ada pun lokasi yang kami sasar itu adalah di sepanjang kanal, setelah ini insyaaAllah kami akan lakukan kerja bakti besok,” pungkasnya.

Lurah Paccinongan Gowa Sambut Baik Peserta KKN-E Unifa

KabarMakaasar.com — Universitas Fajar (Unifa) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata-Enterpreneur (KKN-E) angkatan XIV. Pelepasan KKN-E itu dilaksanakan secara virtual, Senin (27/7) kemarin.

Salah satu wilayah yang menjadi penempatan yakni Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Pada daerah ini, Unifa menerjunkan 3 mahasiswa dengan masa abdi 40 hari.

Terkait hal itu, Lurah Paccinongan, Andi Pangeran Subair mengaku menyambut baik KKN-E Unifa di wilayahnya. Ia berharap mahasiswa dapat melakukan pengabdian dan memberikan program edukasi kepada masyarakat.

“Saya minta agar mahasiswa bisa lebih banyak melakukan edukasi kepada masyarakat dan juga sosialisasinya bisa langsung ke masyarakat agar dapat langsung dapat dirasakan dampaknya,” kata Pangeran, Selasa (28/7).

“Mahasiswa kan hanya 3 orang, jadi buat program yang mudah saja karena jangan sampai membebani para mahasiswa ini. Apalagi kan, kita ini juga pernah seperti mereka,” tambahnya.

Sementara itu, mahasiswa KKN-E Unifa, Muh. Zultamzil berharap dapat cepat beradaptasi dengan masyarakat. “Kita ini sosialisasi dulu sehingga bisa beradaptasi, khususnya di RT 2 Bontotangnga,” kata Zultamzil.

Apalagi, kata dia, dirinya bersama teman-temannya baru diterima oleh pemerintah setempat. Ia mengaku pemerintah setempat juga sangat menyambut dengan sangat baik.

“Alhamdulillah, Pak Lurah sambut baik kami. Sore ini kami langsung melakukan observasi untuk sosialisasi dan mencari tahu kebutuhan masyarakat, agar bisa disinkronkan dengan program,” pungkasnya.

Humas Unhas: Rektorat Tidak Tutup, Tak Ada Lockdown

KabarMakassar.com — Beredarnya informasi jika aktifitas kampus Universitas Hasanuddin diberhentikan sementara, bahkan informasi yang diterima Unhas Lockdown. Hal ini terkait dengan sejumlah dosen, Dekan, hingga guru besr di konfirmasi positif covid-19. Info Lockdown di kampus terbesar di Indonesia itu pun di bantah oleh Kepala Humas Unhas, Ishaq rahman.

Ishaq dihubungi melalui pesan singkatnya menegaskan tidak ada locdown, baik di Fakultas Kedokteran, FKM hingga Rektorat.

“Rektorat tidak tutup dan tidak ada lockdown. Jadi informasi Lockdown tidak benar pak yah, aktifitas tetap berjalan,” ujar Ishaq Rahman, Kamis (9/7).

Ia menjelaskan jika Khusus Fakultas Kedokteran memang dilakukan pengaturan maksimalisasi Work from Home (WFH). Ia menerangkan jika pekerjaan yang dapat diselesaikan di rumah dan juga menegaskan jika aktifitas bekerja kepada pegawai untuk bekerja dari rumah.

“Namun jika harus di kantor, maka pegawai mengerjakan tugasnya dari kantor. Saat ini di FK dan FKM ada ruang lab komputer yang dipakai sebagai ruang ujian UTBK. Juga tetap berlangsung,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya jika sejumlah guru besar dan dosen terpapar Covid-19 sehingga informasi lockdown di kampus negeri tersebut beredar luas di media sosial. Sebelumnya juga disampaikan pihak Unhas jika Dekan dan Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran positif Corona.

Dimana Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof Budu yang terpapar corona menjalani perawatan dan isolasi mandiri di Private Care Center Rumah Sakit Wahidin dan juga Wadek III dr Firdaus Hamid menjalani karantina mandiri di rumah.

Prof Budu mengumumkan dirinya positif Corona dari hasil pemeriksaan swab RT-PCR pada 7 Juli 2020. Bahkan Prof Budu sendiri meminta orang-orang yang bertemu dengan dirinya beberapa hari terakhir untuk memeriksakan diri.

CEK FAKTA: Dosen Hingga Guru Besar Unhas Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Beredar informasi yang menyatakan para Dosen, Dekan hingga Guru besar di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) dan berikut dengan keluarganya terpapar covid-19. Beredar pesan berantai jika puluhan pejabat kampus Unhas beserta keluarganya yang terpapar kini menjalani isolasi mandiri.

Berikut isi pesan yang beredar di Whatsapp Grup (WAG),

Saudaraku semua, Ini baru sy terima WA mks benar2 merah pekat :
Unhas benar2 berduka
(Nama sy juga ada di list)
Bismillahi Rahmani Rahim …
Mohon dukungan do’anya saudara2ku semua buat para Guru Besar dan rekan2 Dosen dan Nakes yg sedang isolasi pd RS dan ISMAN di rumahnya masing2
Semoga ….. 🤲😢.

Prof. Sudirman (Fak Perikanan)
Prof. Hasanuddin Thahir, (FKG)
Prof. Alimin Maidin (Mantan Dirut RS Unhas)
Prof.Nadjib Bustam (FKM)
Prof. Budu, (Dekan FK)
Prof. Drg. Sherly,(istri almarhum Dr.Theo,SpKJ)
Dr. Drg. Ruslin (Dekan FKG)
Drg. Rini Pratiwi (istri alm. dr.Herry Nawing),
Prof.Dr.dr.Arifuddin Djuana,SpOG(K) beserta 11 anggota keluarga
Prof .dr .Rukiah Syawal,SpM (K) beserta 9 anggota keluarga
Dr.dr. Nur Ahmad Tabri,SpPD-KP,SpP beserta istri ( Alhamdulillah sudah sembuh)
Dr.dr.Setia Budi,SpA(k) beserta putrinya
Dr.Firdaus Kasim,PhD (wd3 FK)
Dr.Louis Kandouw,SpS(K) beserta dua anaknya (Alhamdulillah sudah sembuh)
Diberi kesehatan yg prima dan kesembuhan secepatnya ….
Aamiin ya Robbal Alamin…🙏



CEK FAKTA

Dikonfirmasi melalui Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman jika informasi tersebut belum diketahui siapa yang mnyebarkan dan belum dipastikan benar jika dari dalam nama-nama yang ada tersebut terpapar covid-19.

Ishaq menjelaskan jika memang informasi yang diterima jika ada empat orang pejabat yang terpapar Covid-19. Namun pesan yang berantai yang menyebutkan nama beberapa dosen dan guru besar belum di ketahui siapa yang menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya tersebut.

“Ini memang seharian banyak saya dapat pertanyaan terkait broadcast ini. Sayangnya saya tidak bisa mengkonfirmasi. Apalagi sumbernya saja kurang jelas dari mana, jadi tidak bisa saya cari tahu. Namun yang pasti memang benar ada dari daftar nama-nama itu yang saya ketahui ada 4 orang, karena mereka memang declare,” kata Ishaq saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (8/7).

Empat pejabat Unhas yang terkonfirmasi terpapar di antaranya, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unhas Prof Dr Budu, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Drg Muhammad Ruslin, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Dr Firdaus dan Dosen Prof Hasanuddin Tahir.

Ia juga menambahkan jika informasi terbaru jika Prof Hasanuddin Thahir dinyatakan negatif, namun dilakukan tes swab kembali lagi.

Dikutip dari Detik.com jika kedua dekan yang terpapar COVID-19 diketahui aktif di Satuan Tugas COVID-19 Unhas. Sedangkan Wakil Dekan III aktivitas rutinnya memeriksa spesimen hasil tes swab di Laboratorium Mikrobiologi Klinik Unhas.

“Dekan FK dan Dekan FKG aktivitasnya banyak bersentuhan di Satgas COVID-19 Unhas sehingga berisiko terkena virus,” tutur Ishaq.

Terkait kasus positif COVID-19 yang dialami dekan dan sejumlah dosen, lanjut Ishaq, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengeluarkan kebijakan pada para pegawainya untuk memaksimalkan pekerjaannya dari rumahnya, terkecuali ada pekerjaan yang hanya bisa diselesaikan di kantor.

Saat ini memang perkuliahan libur, yang ada layanan administrasi dan proses ujian masuk, Ibu Rektor meminta pekerjaan yang dapat diselesaikan di rumah terus dimaksimalkan, kecuali pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor, tapi harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Ishaq.

Sementara itu, guna melakukan skrining pada pada tenaga pengajarnya, Unhas melaksanakan rapid diagnostic test (RDT) di GOR Kampus Unhas Tamalanrea. RDT digelar selama 3 hari (8-10/7) dan ditargetkan akan diikuti sekitar 1.652 dosen dari seluruh fakultas dan program studi di Unhas.

Pada hari pertama, ditemukan sebanyak 8 orang dosen yang reaktif, dari empat fakultas yang berbeda, yaitu Fakultas Hukum (1 orang), Fakultas Ilmu Budaya (2 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (1 orang), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (4 orang).

Dosen-dosen yang reaktif tersebut langsung ditangani tim dokter, dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya, dosen-dosen yang reaktif ini, pada Kamis esok (9/7), akan dilakukan pengambilan sampel swab untuk melakukan test PCR, untuk mengetahui status dan kondisi mereka.

KESIMPULAN

Benar jika ada dosen dan guru besar atau pejabat Unhas yang terpapar virus corona, namun pihak Kampus Unhas belum membenarkan jika beredarnya nama-nama dosen yang diumumkan melalui WAG benar semua. Dipastikan jika sebeumnya ada 4 guru besar serta dosen yang terpapar di antaranya Prof Budu, Drg Muh Ruslin, dan Dr Firdaus, sementara Prof Hasanuddin Tahir dikabarkan negatif dan masih menjalani tes swab ulang.

Bahkan kini semua pejabat tersebut menjalani isolasi mandiri.

Rujukan:

https://news.detik.com/berita/d-5085650/guru-besar-hingga-dekan-fk-dan-fkg-unhas-positif-corona

UKI Paulus Gelar Kuliah Umum dan MoU Peresmian TAX Center

KabarMakassar.com — Setelah menambah program studi baru yaitu Program Studi Akuntansi Perpajakan, kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar menggelar kuliah umum dan dirangkaikan dengan peresmian TAX Center, pada Kamis 9 Juli 2020 besok.

Dekan Fakultas Ekonomi Luther P. Tangdialla, M.M. membenarkan jika besok kuliah umum dan peresmian tax center secara virtual dilakukan, dimana mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) wajib untuk mengikuti kuliah umum ini, yang bakal di gelar pukul 09:00 WITA. Dimana didalamnya yang menjadi pembicara Rektor UKI Paulus Makassar, DR. Agus Salim, S.H, M.H. dan juga Kakanwil DJP Sulselbartra, Wansepta Nirwanda.

“Selain kuliah umum, besok juga akan ada perjanjian kerjasama atau MoU dengan pihak Direktorat Jenderal Pajak dari peresmian Tax Centre yang akan ditempatkan di kampus UKIP,” ujar Dekan FEB Luther P. Tangdialla saat dikonfirmasi melalui selularnya, Rabu (8/7).

Luther menambahkan jika dibukanya nanti fasilitas Tax Center untuk menunjang dan menjadi wadah bagi anak-anak kami, dan kami harapkan ini memberikan pemahaman juga untuk meningkatkan literasi bagi mahasiswa, tidak hanya itu masyarakat disekitar UKI Paulus juga, agara lebih memahami perpajakan sekaligus meningkatkan kesadaran perpajakan.

“Kita berharap bisa banyak yang ikut kuliah umum besok, wajib memang untuk anak Fakultas Ekonomi, tetapi jika anak manajeman mau ikut juga kita buka ruang bagi mereka di kuliah umum secara virtual tersebut,” tambah Luther P. Tangdialla.

Sementara itu, Rektor UKI Paulus Makassar DR. Agus Salim, S.H, M.H. menjelaskan jika tujuan dari keberadaan Tax Center ini menjadi wadah mahasiswa untuk memperdalam ilmu pajak dan menjadi sumber daya manusia sesuai kebutuhan yang ada dalam bidang perpajakan, sekaligus memberikan pengetahuan untuk dosen dan juga mahasiswa dan masyarakat untuk sadar pajak.

“Adanya Tax Center ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dapat meningkatkan keahlian dosen dan mahasiswa, serta keberadaanya dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar DR. Agus Salim.

DR. Agus Salim menambahkan jika saat ini UKI Paulus bersyukur telah membuka prodi Akutansi Perpajakan, dimana vokasi pendidikan tersebut menjadi satu-satunya vokasi pendidikan Perpajakan di Sulawesi Selatan.

Untuk diketahui jika Kampus UKI Paulus baru saja membuka prodi Akutansi Perpajakan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 516/M/2020, tertanggal 12 Mei 2020. Program Studi tersebut berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi. Dimana Prodi Akutansi Perpajakan merupakan pendidikan Vokasi S1 Terapan (D4) yang 70 persenpraktik dan nantinya akan bergelar SST (Sarjana Sains Terapan).

4000 Dosen Unhas Bakal di Rapid Test

KabarMakassar.com — Gugus Tugas Provinsi Sulawesi-Selatan menyerahkan alat kesehatan penanganan Covid-19 kepada Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyerahan dilakukan oleh Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah selaku Ketua Gugus Tugas Sulsel kepada Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu malam, 24 Juni 2020.

Bantuan yang diserahkan, masker non-medis 3.000 buah, APD UEA 2.500 buah, masker N95 100, Googless 1.000 buah dan alat rapid test 4.000 buah.

“Demikian juga Unhas, termasuk APD, hari ini kita juga berikan. Dan itulah wujud daripada sinergi yang sudah kita bangun bersama. Kami harap, kolaborasi yang dibuat ini kita bisa cepat memutus rantai penularannya,” kata Nurdin Abdullah.

Pemberian alat ini akan dimanfaatkan oleh Unhas, termasuk melakukan rapid test kepada 4.000 dosen. Dwia menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan rapid test kepada tenaga pendidikan dan pegawai unhas sebanyak 2.000 orang. Ditemukan 37 reaktif rapid test, kemudian dilanjutkan Swab hasilnya 25 dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya mereka telah diisolasi.

“Sekarang setelah 2.000 pegawai saya minta bantuan dari provinsi lagi mau tes 4.000 dosen. Tinggal nanti kalau Insyaallah, mudah-mudahan nggak ada, kalau ada pun segera kita (tangani). Jadi saya bilang sama kalaupun ada yang positif itu bukan, suatu aib,” jelasnya.

“Bahkan itu tujuannya kita bisa memutus mata kalau kita positif langsung diidentifikasikan, ditracing jadi mencegah penularan ke orang lain. Bahkan menjadi pahlawan bagi keluarga, bagi komunitasnya,” imbuhnya.

Rektor perempuan pertama Unhas ini dengan dilakukan rapid test maka kampus berperan serta dalam memutus mata rantai Covid-19. Sehingga Ia juga mengajak kampus lain melakukan hal yang sama. Sebab, kampus merupakan tempat berkumpul banyak orang dari berbagai tempat.

Lanjutnya, bahwa rapid test ini penting, terlebih mendekati momentum Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

“Momen baik juga, 5 -13 Juli kan UTBK di kampus. Panitianya dosen-dosen, kasihan kalau anak-anak ini mau dites dalam keadaan bagus dan sehat. Tahu-tahu ada pengawas yang kayak gini, jika ada dosen yang misalnya positif, dia tidak boleh jadi panitia,” sebutnya.

Ia menyampaikan apresiasinya, sebab Pemerintah Provinsi, sangat aktif dengan pencegahan, perawatan pasien dan penanganan Covid-19. Termasuk dengan menyiapkan alat rapid test.

“Kita bersyukur untuk itu, ini suatu upaya yang luar biasa,” ucapnya.

Upaya selanjutnya dan telah dijalankan adalah sistem kerja pegawai dilakukan dengan sistem shift. Satu hari bergantian masuk kerja, sehingga tidak terjadi kepadatan di ruangan untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga menyerahkan 5.000 alat rapid test dan alat kesehatan lainnya ke Kemenkum-HAM untuk pemeriksaan warga binaan lapas.

Sejumlah Kampus Swasta di Makassar Terdampak Covid-19

KabarMakassar.com — Dampak pandemi Covid-19 di Sulsel pada sejumlah kampus swasta di Kota Makassar mulai terasa. Pasalnya, target kuota Mahasiswa Baru (Maba) pada sejumlah kampus terancam tidak mencapai target.

Apalagi, saat ini Kota Makassar saat ini masih menjadi episentrum penyebaran wabah Covid-19 yang terbilang cukup tinggi. Beberapa kampus swasta yang dinilai terdampak itu yakni Universitas Fajar Makassar (UNIFA) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Terkait hal itu, Humas UNIFA, Yulhaidir mengaku target mahasiswa baru tahun 2020 berbeda dengan jumlah yang ditargetkan tahun 2019. Untuk tahun ini, kata dia, UNIFA menargetkan 1.500 calon mahasiswa baru. Tapi, kata dia, target sulit untuk dicapai dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kalau target penerimaan mahasiswa tahun ini 1.500 orang, target ini diputuskan sebelum adanya pandemi dan saya kira ini sulit untuk kita capai target,” kata Yulhaidir, Rabu (17/6).

“Realisasi penerimaan mahasiswa baru ini juga sangat tergantung bagaimana kondisi pandemi Covid-19 di Kota Makassar dan Sulsel, yang pastinya situasi ini berpengaruh,” tambahnya.

Sementara itu, Bidang Publikasi Humas UMI, Iski Amir mengatakan hal yang serupa. Menurutnya pandemi Covid-19 bukan hanya berpengaruh pada dunia pendidikan tetapi semua sektor lain merasakan hal yang sama.

“Dengan kondisi pandemi saat ini, saya rasa bukan hanya UMI, tentunya semua lini sektor merasakan dampak dari pandemi ini, namun kami mohon doa dan supportnya dari teman-teman media khususnya, agar bisa mencapai target,” kata Iski Amir.

Iski mengatakan bahwa UMI saat ini masih memiliki target mahasiswa baru yang sama dengan target kouta tahun 2019 kemarin. “Insyaallah tahun ini kami targetkan 4.500 mahasiswa baru, sama dengan tahun lalu,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Islam Makassar (UIM) Ahmad Najib mengatakan pihaknya masih tetap optimis untuk bisa mencapai target.

Karena, kata dia, pihaknya sudah berupaya melakukan kemudahan bagi calon pendaftar, untuk melakukan pendaftaran dari rumah. “Kami targetkan sampe 2.500, insyaAllah kami optimis tidak akan terlalu berpengaruh pada kondisi sekarang,” kata Ahmnad Najib.

“Dengan kondisi sekarang, kami memberikan kemudahan dengan mendaftar di rumah saja secara online, cukup meng-upload nilai rapornya saja,” ujarnya.

Sosok Ellen Mahasiswi UNIFA jadi Relawan Pendidikan

KabarMakassar.com — Menjadi relawan atau bahasa kerennya yang sering kita sebut dengan volunteer saat ini banyak orang yang suka bergabung baik di komunitas-komunitas yang fokus di bidang pengabdian masyarakat ataupun gabung jadi relawan hanya sekedar hobby

Seperti yang digeluti Clementina (23) sapaan akrabnya Ellen Mahasiswi semester 10 di Universitas Fajar Makassar yang sudah 1 tahun lebih menjadi relawan, sehingga status dirinya yang masih Mahasiswi tidak menyurutkan semangatnya untuk mengabdi ke masyarakat luas,

Sosok Ellen kelahiran Makassar tahun 1996, ia bergabung dalam komunitas Sekolah Kaki Langit (SKL) dengan alasan hanyalah sekedar menyalurkan niat baik mereka, karena merasa apa yang ada di lingkup kampus kurang mendapatkan fiilnya juga yang ia punya belum bisa merealisasikannya ke orang banyak

“Dikampus itu saya merasa kurang yang didapatkan, jadi niat baik saya itu kalau berputar-putar dikampus tidak akan bisa terealisasi dan berkembang” kata Ellen Rabu (10/5) Malam

“dan dulu juga saya sering daftar-daftar jadi volunteer sebelum di Sekolah Kaki Langit, numun belum dapat waktu kosong karna dulu itu masih bertepatan dengan KKLP dan pada saat liat info di Instagram, yah sudah saya join sampai sekarang karena sudah ada waktunya” tambahnya

Ia sendiri mengaku apa yang dilakukannya itu merasakan kesenangan tersendiri bagi dia, ia pun mengatakan suka mendaftarkan dirinya di komunitas lain sejak dari dulu, namun belum sempat menemukan waktu yang tepat karena kondisi masih menyandang status mahasiswi, namun kini karena sudah semester akhir ia pun terus mengabdikan dirinya di komunitas Sekolah Kaki Langit

Lebih lanjut Ellen mengaku banyak mendapatkan suka duka ketika bergabung menjadi relawan, namun demikian langkah yang ia pilih tidak selalu berjalan mulus akibat adanya omongan yang selalu di pertanyakan oleh pihak keluarganya baik dari teman-teman sekitarnya

“Suka dukanya itu banyak yah, contohnya saja dimulai dari duka itu baik dari teman, keluarga mereka sering mempertanyakan kau bikin apa kah Ellen Kuliahmu saja belum beres malah kau pergi begitu” ujarnya

“Maksud saya begini kan cuman butuh dukungan dari orang sekitar, karna yah statusnya juga Mahasiswa belum bekerja, jadi itu bicara tentang materi ji lagi, duitnya dari mana, yah kan saya ini relawan to betul-betul mengabdi bukan kita yang diberi, malah kita yang memberi lagi, tapi kadang pasti ada saja jalan keluarnya kalau bicara uang” ujarnya

Selain itu Ellen berjanji setelah menyelesaikan Studinya di Jurusan Manajemen, ia akan terus mengabadikan dirinya dengan alasan menjadi relawan itu dia dibuat kecanduan di momen-momen yang ada di komunitas yang ia masuki.