Pembangunan Replika Istana Balla Lompoa di Afrika Selatan Dilanjutkan

KabarMakassar.com — Setelah sekian lama rencana pembangunan Istana Balla Lompoa di Cape Town Afrika Selatan tertunda, akhirnya kembali dibicarakan oleh pihak pemerintah Afrika Selatan untuk kembali dilanjutkan.

Rencana ini mengemuka, Senin 13/7, dalam pertemuan di ruang rapat Bupati Gowa yang dihadiri Sekda Gowa, H. Muchlis, Kepala Bappeda Taufiq Mursad, Plt Kadis Pariwisata Ratnawati dan Kadia Kominfo-SP Arifuddin Saeni.

“Kemarin saya dihubungi Konjen Afrika Selatan untuk membicarakan kembali pembangunan Istana Balla Lompoa di Cape Town Afrika Selatan, dan ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

Karena itu, detail dari pelaksanaan kegiatan tersebut menurut Bupati termuda di Indonesia Timur ini, akan dibicarakan Rabu mendatang 15/7, lewat Vicon, sehingga Pemkab Gowa harus menunjukkan secara rinci gambar Istana Balla Lompoa dalam pertemuan virtual tersebut.

Menurut Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, kelanjutan dari rencana pembangunan replika Istana Balla Lompoa ini, setelah sebelumnya pihak pemerintah Cape Town telah melakukan pertemuan antara Gubernur, Bupati dan Imam pengelola lokasi makam Syekh Yusuf, sehingga Konjen menghubungi dirinya.

Bagi Adnan, pembangunan replika Istana Balla Lompoa ini, rencananya akan dijadikan perpustakaan, kendati ada usulan lain dari pemerintah setempat agar di istana tersebut dapat dilakukan berbagai kegiatan.

Seperti diketahui, hubungan emosional yang terbangun antara Afrika Selatan dengan Kabupaten Gowa, dikarenakan salah satu putra terbaik Indonesia yang lahir di Gowa, Syekh Yusuf Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani, dimakamkan di kampung Makassat di Cape Town Afrika Selatan. Ahli tasauf ini meninggal 23 Mei 1699 di Cape Town.

Menariknya, karena mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, menyebutnya sebagai Putra Terbaik Afrika dan menjadikannya sebagai inspirasi melawan apartheid.

Bahkan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, memberi gelar sebagai Pahlawan Nasional Afrika Selatan.

Menilik dari sejarah tersebut, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berharap, dengan hadirnya Istana Balla Lompoa yang rencananya akan dibangun di Kampung Makassar, sekitar makam Syekh Yusuf, akan semakin mempererat hubungan Cape Town dengan Pemkab dan masyarakat Gowa.

“Identitas Gowa akan semakin tidak.bisa dipisahkan dengan hadirnya Istana Balla Lompoa,” ujarnya.

Gerhana Matahari Cincin Kembali pada Tahun 2031 Mendatang

KabarMakassar.com — Fenomena alam yakni Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang nampak pada, Minggu 26 Juni 2020 pukul 15.35 Wita, hingga mengalami puncak pukul 16.30 Wita dan berakhir pukul 17.19 Wita. Membuat warga antusias menyaksikan, bahkan dianjungan pantai losari Makassar nampak warga menyaksikan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan kacamata khusus.

Staf Pusat Gempa Regional, Tsunami Early Warning Sistem BMKG Makassar, Syarifuddin mengatakan jika fenomena GMC terjadi kurang dari dua jam, dan rata-rata dapat disaksikan selama 1,54 jam. Namun tidak terlihat seperti gerhana pada 9 Maret 2016 lalu.

Syarifuddin menambahkan jika tidak ada pengaruh khusus saat terjadi gerhana matahari, ia menjelaskan jika GMC tersebut hanya fenomena alam saja. Gerhana ini akan terlihat di hampir seluruh wilayah Sulsel. Ukuran magnitudo gerhana matahari cincin yang bisa terlihat dari Banteng, Kabupaten Kepulauan Selayar mencapai 0,155 dan di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 0,255.

Bagi yang belum bisa menyaksikan fenomena alam kemarin, kamu bisa menyaksikannya pada tahun 2031 mendatang.

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan jika fenomena GMC ini akan kembali muncul pada tahun 2031 dan tahun 2042 mendatang.

Pada 2031 jalur cincin Matahari bakal melawati daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Sedangkan pada 2042 GMC akan kembali menyapa Tanah Air dengan jalur cincin melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Wilayah Indonesia baru akan kebagian gerhana matahari cincin tanggal 21 Mei 2031 yang akan datang,” kata Rhorom Priyatikanto yang dikutip dari Antara.

Untuk periode selanjutnya Indonesia bakal menyaksikan GMC pada 21 Mei 2031 dan 14 Oktober 2042.

Dokter Reisa: Beribadat dengan Kebiasaan Baru

KabarMakassar.com — Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional, Dr Reisa Broto Asmoro mengaku banyak menerima masukan dari para tokoh lintas agama terkait kesiapan penerapan prosedur kebiasaan baru di tempat-tempat ibadah. Dimana dokter cantik ini mengajak warga masyarakat untuk bisa beradaptasi saat beribadat dengan kebiasaan baru.

“Dalam kesempatan tersebut, banyak masukan dari para tokoh lintas agama terkait kesiapan penerapan prosedur kebiasaan baru di tempat-tempat ibadah,” ujar Dokter Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, pada Minggu (21/6).

Dokter Reisa juga menambahkan bahwa Gugus Tugas Nasional juga telah mendapatkan masukan mengenai kesiapan organisasi keagamaan dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

“Perwakilan-perwakilan dari organisasi keagamaan, semua sepakat untuk mengedepankan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa semua pemuka agama sangat berhati-hati, misalnya Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), masih mempersiapkan secara teliti dan ketat penyelenggaraan ibadah di gereja. Begitu juga, dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan organisasi umat nasrani lain.

“Perwakilan umat Buddha Indonesia, atau Walubi masih melaksanakan ibadah secara daring. Kebijakan yang juga diterapkan oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia dan perwakilan Persib Parisada Hindu Dharma Indonesia atau PHDI,” lanjutnya.

Ia menyampaikan bahwa semua pimpinan lintas agama berkomitmen pada tingkat disiplin masyarakat yang perlu menjadi perhatian.

“Dewan Masjid Indonesia dan PGI telah menegaskan, bahwa masjid dan gereja harus menjadi pusat edukasi dan literasi,” sambungnya.

Ia mencontohkan Dewan Masjid Indonesia (DMI), merujuk pada pesan Yusuf Kalla, protokol kesehatan di masjid harus diterapkan, seperti jaga jarak minimal 1 meter antar Jemaah, pakai masker, pengurus ibadat wajib menyediakan fasilitas cuci tangan serta menggunakan peralatan ibadah sendiri.

Sedangkan adaptasi kebiasaan baru di gereja katolik, Reisa menyampaikan bahwa KWI menerapkan disiplin protokol kesehatan, seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

“Persiapan tempat ibadah, edukasi umat, sarana prasarana, protokol internal pengelolaan, dan protokol ibadat, dan lain-lain, dan sebelum melakukan kegiatan keagamaan, Keuskupan harus lebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga, dapat beribadah di rumah ibadah dengan aman,” ucapnya.

Di sisi lain, PGI terus mengimbau gereja-gereja untuk berkoordinasi dengan gugus tugas lokal. Koordinasi tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan status kesehatan di wilayahnya.

Lebih lanjut, Reisa mengatakan bahwa Kementerian Agama telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID di Masa Pandemi. Surat edaran ini menguatkan komitmen untuk berkomunikasi dan berkoordinasi antara gugus tugas dan pengelola tempat ibadat, baik ini masjid, gereja, pura, vihara maupun tempat ibadat lain.

Dokter Reisa menegaskan bahwa wabah COVID-19 masih berlangsung. Ia mengatakan bahwa peraturan dibuat untuk keselamatan semua masyarakat. Semua rumah ibadah tentunya harus mengikutinya.

“Kita bisa bersatu melawan COVID-19 ini jika kita bisa melakukannya bersama-sama,” tutupnya. (Sumber: Covid-19.go.id)

AMSI Resmi jadi Konstituen Dewan Pers

KabarMakassar.com — Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyambut baik keputusan Dewan Pers menerima AMSI sebagai konstituen resmi Dewan Pers mewakili asosiasi penerbit media digital. Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut menegaskan bahwa pengakuan ini akan membuka peluang bagi asosiasi ini untuk meningkatkan kualitas jurnalisme digital di tanah air. 

Kepastian diterimanya AMSI sebagai konstituen Dewan Pers dikukuhkan melalui Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 21/SK-DP/V/2020 tentang Hasil Verifikasi Organisasi Perusahaan Pers Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) tahun 2020. Keputusan itu diterbitkan pada 29 Mei 2020 dan ditandatangani Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh.

Dalam keputusan tersebut, Dewan Pers menyebut AMSI telah memenuhi standar organisasi perusahaan sesuai Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/Peraturan-DP/III/2008. AMSI sendiri mendaftar menjadi konstituen Dewan Pers pada 27 Agustus 2018 dan diterima oleh Ketua Dewan Pers (ketika itu) Stanley Adi Prasetyo. 

AMSI berdiri pada 18 April 2017 yang ditandai dengan deklarasi para pemimpin redaksi media online di Dewan Pers, Jakarta. Deklarasi itu diikuti dengan penyelenggaraan Kongres pertama pada 22 Agustus 2017. Kongres saat itu mengesahkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan menetapkan Ketua Umum serta Ketua Badan Pengawas dan Penasehat Organisasi. 

Pada 5 Mei 2018, AMSI bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Internews dan Google News Initiative menyelenggarakan Trusted Media Summit di Hotel Gran Melia, Jakarta. Konferensi itu melahirkan kolaborasi CekFakta.com yang merupakan program kerjasama pemeriksaan fakta terbesar di Indonesia untuk menangkal hoaks dan misinformasi. 

Setiap tahun, AMSI menyelenggarakan Konferensi Media Digital untuk membahas perkembangan terkini teknologi media digital. Pertemuan akbar pertama diadakan pada 1 Maret 2019 di Perpustakaan Nasional Jakarta, disusul konferensi kedua pada 27 November 2019 di Jakarta Teater. Setiap konferensi itu diikuti ratusan media digital, perusahaan teknologi, pejabat pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lain. 

Sampai saat ini, AMSI telah berdiri di 19 provinsi dengan jumlah anggota mencapai 317 media siber. Sebagian besar anggota AMSI adalah media-media lokal yang didirikan oleh jurnalis-jurnalis kawakan dengan idealisme dan kompetensi yang mumpuni. Hampir semua media online arus utama yang berbasis di Jakarta juga merupakan anggota dan pendiri AMSI. 

“Sejak awal, keberadaan AMSI ditujukan untuk menjaga mutu jurnalisme di era digital serta memastikan kesinambungan model bisnis media siber lokal di berbagai daerah,” kata Wenseslaus Manggut. “Dengan menjadi konstituen Dewan Pers, AMSI bisa ikut menegakkan kode etik jurnalistik di berbagai media digital,” kata Ketua Badan Pengawas dan Penasehat AMSI Sapto Anggoro.  
 
Pada 2020 ini, AMSI akan meluncurkan program penguatan kapasitas media digital lokal, terutama dari sisi produksi konten multimedia dan perbaikan relasi dengan komunitas (engagement). Selain itu, AMSI juga akan memperluas program CekFakta.com bekerjasama dengan AJI dan Mafindo, sebagai persiapan pemantauan Pilkada serentak pada Desember 2020 mendatang.

Selain itu, sebagai antisipasi berkurangnya pendapatan media akibat pandemi Covid-19, AMSI mendorong media-media siber anggotanya mendapatkan hibah dari berbagai lembaga donor dan perusahaan teknologi global. Sampai saat ini, puluhan media online anggota AMSI di berbagai daerah telah diumumkan sebagai penerima hibah dari Internews dan Google News Initiative. 

Jokowi Ingatkan Doni, Tugas Besar Belum Berakhir

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, pada Rabu, 10 Juni 2020. Saat memberikan arahan, Presiden mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Gugus Tugas dari pusat hingga tingkat terbawah.

“Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gugus Tugas baik di tingkat pusat sampai ke daerah, sampai Gugus Tugas di desa, RT, maupun RW, dan juga seluruh tenaga medis, dokter, perawat, relawan, personel Polri dan seluruh prajurit TNI yang telah bekerja keras tak kenal waktu dengan penuh dedikasi dan pengabdian untuk pengendalian Covid,” kata Presiden.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa tugas besar belum berakhir karena ancaman Covid-19 masih ada. Kondisi terkait Covid-19 juga dinilai masih dinamis di setiap daerah.

“Ada banyak daerah yang kasus barunya turun, tapi juga ada beberapa daerah yang kasus barunya justru meningkat, ada daerah yang juga sudah nihil. Perlu saya ingatkan jangan sampai terjadi gelombang kedua atau second wave. Jangan sampai terjadi lonjakan. Ini yang ingin saya ingatkan kepada kita semuanya,” jelasnya.

Menurut Presiden, situasi seperti saat ini akan terus dihadapi sampai vaksin ditemukan dan bisa digunakan secara efektif setelah melalui berbagai tahapan uji. Oleh sebab itu, Presiden menyebut bahwa masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut dengan menerapkan kebiasaan baru agar aman dari Covid-19.

“Adaptasi kebiasaan baru dan beradaptasi itu bukan berarti kita menyerah, apalagi kalah. Tapi kita harus mulai dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan sehingga masyarakat produktif tapi tetap aman dari penularan Covid,” paparnya.

Adaptasi kebiasaan baru tersebut, lanjut Presiden, harus dilakukan dengan hati-hati serta merujuk pada data-data dan fakta-fakta lapangan. Presiden juga meminta agar data-data yang komplet yang telah dimiliki oleh Gugus Tugas agar disampaikan ke daerah.

“Saya minta nanti kalau data-datanya sudah sebagus itu, setiap hari diberikan peringatan kepada daerah-daerah yang kasusnya tertinggi atau kasusnya meningkat, atau kematiannya tertinggi sehingga semua daerah memiliki kewaspadaan yang sama dalam penanganan di lapangan,” ungkapnya.

“Kita juga telah menggunakan indikator-indikator yang lengkap berbasis scientific, sesuai dengan standar WHO, untuk menganalisa data-data dari daerah,” imbuhnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau Graha BNPB antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Manfaatkan Obat Tradisional Untuk Cegah Covid-19

KabarMakassar.com — Obat tradisional ternyata bisa mencegah munculnya penyakit yang menyerang tubuh kita. Di Indonesia memang diyakini banyak obat tradisional yang berkhasiat untuk mencegah datangnya penyakit, termasuk dengan virus Covid-19.

Untuk itu Kemeterian Kesehatan RI menyarankan masyarakat memanfaatkan obat tradisional berupa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Hal tersebut upaya untuk memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat atau bencana nasional Covid-19.

Dikutip dari situs Kemenkes.go.id sehat negeriku, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan mengirimkan surat edaran kepada gubernur, bupati/wali kota di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan obat tradisional sebagai pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo mengatakan Kementerian Kesehatan telah menetapkan formularium ramuan obat tradisional Indonesia (FROTI) melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/187/2017 yang penyusunannya dilakukan berdasarkan gangguan kesehatan yang umumnya ditemukan di masyarakat.

“Surat edaran ini dimaksudkan untuk memperjelas penggunaan ramuan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa Pandemi Covid-19,” katanya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sementara itu disarankan pula pemerintah untuk tetap memperhatikan petunjuk penggunaanya seperti di antaranya memiliki izin edar dari BPOM, informasi yang tercantum dalam kemasan harus diperhatikan antara lain aturan pakai, tanggal kadaluarsa, peringatan/kontra indikasi, khasiat, kondisi kemasan harus dalam keadaan baik, dan bentuk fisik produk dalam keadaan baik.

Berikut beberapa contoh obat tradisional yang sudah diolah, Anda juga bisa menggunakan langsung bahan-bahan alam yang tersedia. Di antaranya adalah tanaman-tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, lengkuas, kencur, kayu manis, sereh, daun kelor, daun katuk, dan masih banyak lagi.

Penggunaan obat tradisional juga harus sesuai dengan standar kesehatan dan jangan sampai membuat Anda sakit pada masa pandemi COVID-19 ini.

Sebagai contoh di negara Tiongkok, ada obat tradisional mulai diujicobakan untuk pengobatan COVID-19. Bahkan Tiongkok meresmikan penggunaan obat tradisional sebagai opsi pengobatan COVID-19 di negaranya pada Selasa 14 April 2020 lalu.

Tiga obat tradisional yang dipatenkan oleh pemerintah Tiongkok tersebut yakni Lianhuaqingwen, Jinhuaqinggan, dan Xuebijing.

Namun di Indonesia, Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan obat tradisional untuk pengobatan COVID-19. Hanya saja, obat tersebut masih harus melalui serangkaian tahapan uji coba dan membutuhkan waktu hingga siap digunakan.

Hingga kini, belum ada obat herbal khusus untuk penanganan COVID-19 di Indonesia.

13 Hari, Jumlah Pasien Corona di Indonesia Bertambah 115 Orang

KabarMakassar.com — Kasus Virus Corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah. Dari yang awalnya ditemukan 2 orang pasien positif Covid-19 pada 2 Maret lalu, dalam jangka waktu 13 hari setelahnya atau hingga Ahad (15/3), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia melonjak dan bertambah sebanyak 115 orang.

Hal ini setelah pada Ahad (15/3) siang, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto kembali mengumumkan adanya tambahan 21 pasien yang tersebar di dua wilayah di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sebelumnya pada Sabtu (14/3). pasien positif Corona di Indonesia jumlahnya sebanyak 96 orang.

Dengan begitu, saat ini jumlah total pasien di Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit Virus Corona sudah sebanyak 117 orang.

“Ada tambahan 21 kasus baru. 19 orang di Jakarta dan 2 di Jawa Tengah,” kata Yuri saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Menurut Yuri, (21) kasus tambahan yang diumumkan hari ini merupakan hasil pengembangan atau tracing yang dilakukan terhadap pasien sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut, Yuri juga menyampaikan jika pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan masing-masing bisa mengambil kebijakan untuk melakukan tracing lebih jauh.

Selain itu, kata dia, kepala daerah juga memiliki hak untuk mengumumkan kepada masyarakat terkait jumlah kasuspositif Corona di wilayahnya masing-masing. Dengan catatan, tetap mempertimbangkan untuk merahasiakan identitas sang pasien.

“Kepala daerah yang bertanggungjawab dalam kebencanaan ini harus memiliki suatu strategi yang bagus,” ujarnya.

Yuri juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap melakukan upaya mencegah penularan virus tersebut. Salah satunya yakni menahan diri untuk tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian jika menaag tak ada keperluan yang mendesak.

“Kalau tidak terlalu penting, tidak perlu bertemu dengan orang banyak untuk membicarakan sesuatu,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, hingga Ahad (15/3) siang, dari total 117 jumlah kasus postif Corona di Indonesia, 5 pasien diantaranya meninggal dunia, dan ada 8 yang telah dinyatakan sembuh.

Kenali Penyebab, Ciri dan Penularan serta Pencegahan Virus Corona

KabarMakassar.com – Di awal 2020 ini, dunia dihebohkan dengan wabah penyakit 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau yang juga disebut dengan virus corona.

Kekhawatiran penduduk dunia pun semakin menjadi, sebab hingga kini virus yang diketahui berasal dari Kota Wuhan, China, dan mulai menyebar sejak akhir Desember 2019 lalu itu belum ditemukan obatnya.

Hingga kini, tercatat sudah puluhan ribu orang terpapar, dan ribuan orang meninggal dunia akibat virus ini.

Apa sebenarnya virus corona itu? Apa ciri-cirinya dan bagaimana penularan maupun cara pencegahannya?

Dilansir dari laman Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), virus corona adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga yang terparah seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan MERS-CoV.

Virus corona yang teridentifikasi di Kota Wuhan, China dengan nama COVID-19 adalah virus jenis baru yang sebelumnya tidak teridintifikasi ada pada manusia. Virus ini awalnya ditularkan ke manusia melalui interaksi dengan hewan. Kemudian manusia yang terpapar atau terjangkit virus tersebut menularkannya ke sesama manusia lainnya.

Ciri dan gejala seseorang terinfeksi virus corona

Pasien yang terinfeksi virus corona menunjukkan ciri-ciri yang kerap ditemukan pada pasien dengan gangguan pernafasan. Ciri-ciri virus corona ataupun gejala tersebut menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS antara lain:

  1. Demam tinggi
    Salah satu cara untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona atau tidak adalah dengan memeriksa suhu tubuhnya. Suhu tubuh orang yang telah terinfeksi virus corona bisa mencapai 38 derajat celcius.
  2. Sakit kepala
    Selain demam tinggi, ciri-ciri lain orang terinfeksi virus corona adalah menderita sakit kepala.
  3. Flu atau pilek
    Gejala yang paling terlihat dan diduga menyebabkan penularan antara manusia adalah flu atau pilek. Orang yang terjangkit virus corona ini akan terkena flu, dan cairan dari flu ini dapat beresiko membuat orang lain tertular. Olehnya itu, orang-orang yang mengalami batuk tak kunjung reda bahkan mulai kronis patut dicurigai. Terlebih jika anda atau orang sekitar anda baru saja berinteraksi dengan orang-orang yang baru berpergian ke luar negeri.
  4. Sesak dan kesulitan bernapas
    Gejala virus corona ini memang menyerupai gejala pneumonia, dimana paru-paru terinfeksi bakteri, jamur maupun virus, dan menyebabkan seseorang mengalami sesak napas hingga kesulitan bernapas. Diketahui masa inkubasi virus ini mulai dari 2 hari sampai 2 minggu sejak berinteraksi.

Cara pencegahan Virus Corona

Metode penularan virus ini diduga sama dengan penularan SARS dan MERS yang menularkan dari manusia ke manusia lainnya melalui tetesan atau percikan air ludah maupun ingus penderita, termasuk kontak atau menyentuh barang yang terkena air ludah penderita.

Beberapa cara pencegahan untuk mengurangi resiko penularan virus corona yang disarankan oleh WHO maupun Ikadan Dokter Indonesia (IDI) diantaranya: .

  1. Menghindari berinteraksi secara dekat dengan orang yang menderita infeksi pernapasan akut.
  2. Sering mencuci tangan, terutama setelah kontak langsung dengan orang yang sakit atau lingkungannya (terapakan pola hidup sehat)
  3. Menghindari kontak tanpa perlindungan dengan peternakan atau hewan liar.
  4. Orang dengan gejala infeksi pernapasan akut harus berlatih etika batuk (pertahankan jarak, tutupi batuk dan bersin dengan tisu atau pakaian sekali pakai, dan mencuci tangan menggunakan sabun).
  5. Di dalam fasilitas perawatan kesehatan, tingkatkan praktik pencegahan dan pengendalian infeksi standar di rumah sakit, khususnya di departemen darurat.
  6. Jangan melakukan perjalanan ke negara China maupun negara yang telah terinfeksi hingga epidemi benar-benar mereda.
  7. Gunakan masker terutama bila berada di lingkungan rumah sakit dan sejenisnya.

HUT ke 59, Bank Sulselbar Hadirkan Marion Jola

Kabarmakassar.com — Bank Sulselbar menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-59 di Hotel Four Point by Sheraton Makassar (31/1). Bukan bank Sulselbar namanya jika tidak memberikan hiburan yang tak terlupakan bagi para tamu undangan yang hadir pada acara HUT Bank SulselBar. Hal tersebut dibuktikan dengan dihadirkannya para artis pada perayaan HUT Sulselbar.

HUT Bank Sulselbar juga dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Plt Dirut Bank Sulselbar Irmayanti Sultan, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb dan beberapa pejabat lainnya kompak menggunakan baju batik khas Sulawesi.

Kehadiran tamu diperayaan HUT Bank plat merah tersebut mendatangkan artis penyanyi cantik Marion Jola. Tak hanya itu penyanyi dangdut Ikke Nurjana, komedian Kiki Saputri juga hadir diacara tersebut.

Menarik saat MC acara mendatangka Astrid dan Ferry Ardiyansyah bahkan menghadirkan vlogger Makassar, Tumming dan Abu.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah, gubernur sulsel mengatakan bangga kepada Bank Sulselbar yang sampai saat ini masih eksisis dan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjadikan Bank Sulselbar sebagai Bank Devisa.

“Harapan saya, bagaimana BPD ini bisa hadir di Sulselbar memberikan support di sektor perikanan, pertanian dan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi” kata Nurdin.

Irmayanti Sultan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Sulselbar menyampaikan dalam sambutannya bahwa kedepannya Bank Sulselbar akan semakin meningkatkan kualitas pelayanannya dengan beberapa program yang akan dicanangkan.

” Di umur yang ke-59 tahun ini, kedepannya kami akan lebih meningkatkan pelayanan dan kualitas dari Bank Sulselbar,” tuturnya.

Investasi Perikanan di Merauke, Pelindo IV Tanam Modal Rp 89,75 M

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) pada tahun ini menanam modal usaha sebesar Rp89,75 miliar untuk investasi perikanan Phase II di Pelabuhan Merauke.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan jumlah modal yang disiapkan tersebut akan digunakan untuk pembangunan container yard (CY), pembangunan cold storage, pengadaan reefer plug, pengadaan alat bongkar muat, pengadaan conveyor dan pembangunan jalan akses.

“Investasi tersebut juga untuk optimalisasi ekspor dengan integrasi antar pelabuhan,” sebut Farid.

Sebelumnya kata dia, Perseroan sudah melakukan revitalisasi di pelabuhan yang terletak di Provinsi Papua ini dengan menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp104 miliar.

“Anggaran tersebut digunakan untuk membangun dermaga, juga membangun satu unit pondasi fix crane,” jelasnya.

Selain itu, anggaran PMN yang dikucurkan tepat diakhir Desember 2016 itu juga digunakan untuk pengadaan 2 unit fix crane dan melakukan peningkatan kapasitas sebesar 233% dari sebelumnya hanya 30.000 TEUs menjadi 100.000 TEUs per tahun yang pengerjaannya dikebut hanya dalam waktu 2 tahun.

“Di akhir 2018 lalu proyek revitalisasi Pelabuhan Merauke menggunakan dana PMN sudah rampung 100% dan kini sudah dioperasikan,” tuturnya.

Pada 2019 lalu lanjut Dirut Pelindo IV, pihaknya juga melakukan optimalisasi pengembangan pelabuhan di lokasi eksisting, yakni dengan melakukan pembuatan mooring dolphin dan catwalk. Serta pengerukan di area dengan volume sebesar 300.000 meter kubik (m3).

“Proyek ini sudah dimulai pada tahun lalu dan diharapkan rampung pada 2020,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pelabuhan Merauke merupakan satu dari tujuh pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya menjadi pelabuhan petikemas selain integrasi dengan pelabuhan perikanan untuk konsolidasi ekspor hasil perikanan.