Pertama di Sulsel, Pertashop Kini Dinikmati Warga Datara Jeneponto

Kabarmakassar.com– Menjadi yang pertamakali, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII melakukan peluncuran Pertashop di Sulawesi Selatan pada Jumat (07/8). Berlokasi di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto, peluncuran Pertashop ini dihadiri oleh Remigius Choerniadi selaku Region Manager Retail Sales VII.

Saat ini masyarakat Desa Datara dan sekitarnya sudah bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkualitas dengan harga terbaik.

Produk BBM yang dijual di Pertashop Desa Datara ini adalah Pertamax RON 92, dengan besaran harga jual yang sama dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat yaitu Rp 9.200. Selain itu, di Pertashop ini juga menyediakan produk lain seperti Bright Gas dan berbagai macam pelumas Pertamina dengan harga yang terjangkau.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menuturkan bahwa Pertashop ini merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri perihal Pelaksanaan Program Pertashop di Desa.

“Pertashop lahir untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG terutama bagi mereka yang tidak atai belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lainnya,” tuturnya.

Desa Datara sendiri terletak cukup jauh dari SPBU yaitu sekitar 15 km. Peluncuran Pertashop Desa Datara yang dihadiri pula oleh Addieb Arselan selaku Sales Area Manager Retail Sulseltra dan M. Nur Lewa Sa’ad selaku Camat Bontoramba ini dibangun diatas lahan dengan luas 200 m2 dengan kapasitas sebesar 3.000 liter.

Pasokan BBMnya akan didatangkan dari Integrated Terminal Makassar dengan menggunakan Mobil Tangki ukuran 16 kilo liter (KL) sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokannya.

Pertamina akan kembali menempatkan Pertashop di sejumlah titik di Sulawesi. Untuk Sulawesi Selatan sendiri, akan ada 13 Pertashop yang tersebar di beberapa kota/kabupaten seperti Sinjai, Gowa, Soppeng, Tana Toraja hingga Luwu Utara. “Ketiga belas Pertashop tersebut sudah siap launching di bulan Agustus ini,” sambung Laode.

Laode berharap dengan adanya Pertashop ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa lebih cepat lagi. Pertamina ingin menjangkau daerah yang selama ini sulit mendapatkan BBM.

“Semoga perekonomian desa semakin bertumbuh dan taraf hidup warganya bisa semakin meningkat,” pungkasnya.

Jelang Idul Adha, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Aman

KabarMakassar.com — Jelang hari raya idul adha 2020, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII pastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di Sulawesi aman. Langkah pengamanan pasokan dan peningkatan kehandalan distribusi terus dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa stok BBM untuk wilayah Sulawesi mencapai 13 hari sedangkan untuk LPG mencapai 5 hari. “Kami memastikan pasokan BBM dan LPG di Sulawesi aman, khususnya jelang idul adha 2020 ini,” kata Lsode Syarifuddin, Selasa (28/7).

Laode menuturkan bahwa konsumsi BBM dan LPG pads Juli ini sudah menunjukkan tren positif meski masih belum kembali ke kondisi normal. “Konsumsi BBM saat ini masih lebih rendah 13% dari kondisi normal. Sedang untuk konsumsi LPG mengalami peningkatan sekitar 2,19%,” ungkapnya.

Pada minggu terakhir Juli, rata-rata konsumsi produk Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di era new normal untuk Juni-Juli sebesar 5.960 Kilo Liter (KL)/hari. Kata dia, jumlah ini masih dibawah dari rata-rata konsumsi normal untuk periode Januari-Februari sebesar 15% dimana rata-rata konsumsi normal mencapai 7.041 KL/hari.

Sedangkan rata-rata konsumsi produk Gasoil (Solar, Pertamina Dex, dan Dexlite) saat ini tercatat sebesar 2.142 KL/hari dimana besaran rata-rata konsumsinya masih dibawah kondisi normal yang sebesar 2.319 KL/hari atau selisih 8%.

Secara besaran konsumsi, kata dia, Sulsel masih menjadi provinsi dengan konsumsi BBM terbesar yakni 2.705 KL/hari untuk Gasoline dan 1.131 KL/hari untuk Gasoil. Besaran konsumsi ini diikuti oleh Sulawesi Tengah dengan jumlah konsumsi Gasoline sebesar 960 KL/hari dan Gasoil sebesar 314 KL/hari. Untuk provinsi Sulawesi Utara, besar konsumsi Gasoline mencapai 889 KL/hari dan Gasoil mencapai 216 KL/hari.

Sedangkan untuk Sulawesi Tenggara mencatat besar konsumsi di provinsi tersebut sebesar 736 KL/hari untuk Gasoline dan 254 KL/hari untuk Gasoil. Untuk Sulawesi Barat dan Gorontalo, masing-masing mencatat besaran konsumsi Gasoline sebanyak 317 KL/hari dan 353 KL/hari sedangkan konsumsi Gasoilnya tercatat sebesar 133 KL/hari dan 95 KL/hari.

Laode juga menjelaskan bahwa untuk konsumsi LPG di wilayah Sulawesi telah kembali normal bahkan mengalami peningkatan. “Peningkatan konsumsi LPG yang terjadi khususnya terhadap LPG bersubsidi, yaitu meningkat sebesar 3,4%,” jelas Laode.

Adapun untuk konsumsi LPG bersubsidi atau LPG Public Service Obligation (PSO) hingga akhir bulan Juli 2020 ini tercatat bertumbuh sebesar 3,4%, yaitu 1.563 Metric Ton (MT)/hari dari awalnya 1.511 MT/hari

Sedangkan untuk LPG Non-PSO (Elpiji 12 kg, Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas 12 kg) masih di bawah rata-rata konsumsi normal sebesar 3%, yaitu 119 MT/hari dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal yang sebesar 123 MT/hari. Sedang untuk LPG Non-PSO sektor non-rumah tangga mencatat angka konsumsi sebesar 20,38 MT/hari.

“Kami prediksi tren konsumsi BBM dan LPG di wilayah Sulawesi terus meningkat seiring dengan kembali normalnya kegiatan masyarakat. Karenanya, Pertamina berupaya agar pasokan tetap terjaga dan distribusi semakin handal,” jelasnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam mengkonsumsi BBM dan LPG, serta membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai produk Pertamina.

“Jika masyarakat membutuhkan informasi mengenai produk Pertamina maupun layanan pesan antar (delivery service), bisa menghubungi Pertamina Call Center 135,” pungkasnya.

Begini Skenario Pelindo IV Hadapi Kenormalan Baru

KabarMakassar.com — Virus Corona atau Civid-19 menjadi wabah di hampir seluruh wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan dan Kota Makassar sejak kurang lebih tiga bulan terakhir. Selama itu pula, semua masyarakat diminta untuk menjalani kehidupan yang tidak seperti biasanya. Aktivitas belajar, bekerja, hingga beribadah semuanya diminta untuk dilakukan dari rumah.

Kini setelah kurang lebih tiga bulan menjalani kehidupan yang tidak biasa itu, vaksin atau antivirus untuk melawan Covid-19 belum juga ditemukan. Pemerintah pun mulai mengimbau kepada masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 dan menjalani kehidupan yang “New Normal” atau kenormalan baru. Apalagi, beberapa kota di Indonesia termasuk Makassar sudah menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Alhasil, pascaidulfitri 1441 H, mulai banyak aktivitas sosial, bisnis dan perkantoran yang mulai menyesuaikan dengan imbauan pemerintah tersebut, termasuk PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Direktur SDM Pelindo IV, M Asyhari mengatakan, menindaklanjuti imbauan pemerintah itu, pihaknya sudah menyiapkan skenario untuk pelaksanaan kenormalan baru di lingkungan Perseroan.

Menurutnya, skenario kenormalan baru akan diberlakukan secara bertahap dan dilaksanakan secara efektif, serta berlaku menyeluruh di lingkungan PT Pelindo IV pada pertengahan Juli 2020. Namun, pemberlakuannya tetap berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 dan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah di masing-masing cabang.

“Untuk optimalisasi dan efektivitasnya, maka manajemen perlu untuk melakukan beberapa langkah persiapan,” kata Asyhari, Kamis (4/6).

Asyhari memaparkan, skenario kenormalan baru yang telah disiapkan itu diantaranya melaksanakan protokol penerapan proses bisnis untuk pelayanan jasa kepelabuhanan, yakni pelayanan kapal, barang, petikemas dan penumpang.

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan perubahan pola kerja yang dimulai dengan Tahap 1 yaitu pada 25 hingga 30 Mei 2020. Dimana pada Tahap 1 ini, program Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah hanya diberlakukan kepada pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih.

“Dan program Work From Office (WFO) berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah, kecuali yang oleh karena alasan tertentu tidak memungkinkan.” terangnya.

Kemudian di Tahap 2 yang berlaku pada 1 hingga 5 Juni 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih, dengan komposisi 50% WFH dan 50% WFO. Serta program WFO berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah.

Tahap 3 yang akan diberlakukan pada 8 sampai dengan 26 Juni 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih, dengan komposisi 40% WFH dan 60% WFO.

“Di Tahap 4 nanti yang akan diberlakukan pada 29 Juni sampai dengan 10 Juli 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih, dengan perubahan komposisi yakni 20% WFH dan 80% WFO,” paparnya.

Sedangkan di Tahap 5 yang akan berlaku pada 13 Juli 2020 dan seterusnya, lanjut Asyhari, program WFH tidak diberlakukan lagi.

“Seluruh pegawai sudah bekerja normal seperti biasa, kecuali ada pertimbangan tertentu terkait kondisi kesehatan, masa penyembuhan atau pegawai yang sedang dalam kondisi hamil,” pungkasnya.

Pelindo IV Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid-19

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tetap memperlihatkan kondisi positif selama masa Pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari taksiran realisasi pendapatan tahun 2020 yang masih mengalami pertumbuhan kurang lebih 8,91% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, dari 25 pelabuhan cabang yang dikelola dan tiga anak perusahaan yang dimiliki perseroan, semuanya tidak ada yang mengalami kerugian.

Semua hasil tersebut terangkum dalam Rapat Kerja I Tahun 2020 yang dilaksanakan selama tiga hari, Senin hingga Rabu (18 s/d 20 Mei 2020), yang dihadiri oleh komisaris, direksi, para general manager pelabuhan cabang dan direksi anak perusahaan.

“Rapat Kerja tersebut bertujuan untuk menyamakan kesepahaman pemikiran, melakukan cascading dan alignment terhadap program Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 dan menetapkan strategi yang tepat di masa Pandemi Covid-19 ini,” kata Prasetyadi.

“Tidak ada aktivitas bongkar muat yang terhenti. Semua masih berjalan normal dengan protokol pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan. Pelayanan di sejumlah pelabuhan juga masih tetap 24 jam dan 7 hari dalam seminggu selama pandemi Covid-19 ini,” sambungnya.

Prasetyadi juga mengatakan, tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) dan proyek internal perseroan juga tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Seperti diketahui, Pelindo IV tengah mengerjakan tiga proyek pelabuhan yang ditetapkan pemerintah sebagai PSN, yakni Makassar New Port (MNP), Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Bitung.

“Tiga PSN ini tetap berjalan normal meski sedang Pandemi Covid-19. Selain itu, beberapa proyek investasi internal seperti penambahan alat dan peningkatan infrastruktur di beberapa pelabuhan juga tetap berjalan sesuai rencana,” terangnya.

Beberapa pelabuhan yang tahun ini akan mendapat penambahan alat berupa Shore Crane diantaranya Pelabuhan Sorong dan Terminal Petikemas Makassar (TPM). Sedangkan peningkatan infrastruktur Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan untuk di Pelabuhan Sorong.

Secara umum Dirut Pelindo IV menegaskan, BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan ini tidak terdampak secara signifikan akibat pandemic ini karena Perseroan fokus pada pelayanan terutama logistik yang tetap dibutuhkan oleh masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Tak Ada Pengurangan Karyawan

Prasetyadi juga menegaskan, manajemen tidak melakukan pengurangan pegawai baik organik maupun tenaga outsourcing di masa pandemi ini.
“Begitu juga dengan kesejahteraan pegawai tetap diberikan tanpa ada pengurangan,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, pihaknya sudah menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Serikat Pekerja Pelindo IV, sebagai motivasi dan komitmen direksi dan perwakilan karyawan untuk senantiasa meningkatkan kinerja perusahaan, yang pada gilirannya akan berdampak terhadap perbaikan kesejahteraan pegawai.

“Mari kita sama-sama berdoa, semoga pandemi ini segera berlalu dan tidak berlanjut atau tidak berlangsung lama hingga akhir tahun nanti,” pungkasnya. (*)

Serikat Pekerja Pelindo IV Kembali Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

KabarMakassar.com — Serikat Pekerja (SP) PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) kembali menyerahkan sebanyak 1.000 paket bahan pokok untuk disalurkan kepada masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan yang terdampak Covid-19.

Paket bahan pokok itu diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi bersama Ketua Umum SP Pelindo IV, Muhajir Djurumiah kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (20/5).

Dirut Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, paket bahan pokok yang diserahkan merupakan bentuk kepedulian para pegawai Perseroan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Ini adalah wujud kepekaan sosial insan Pelindo IV kepada masyarakat karena Pelindo IV merupakan bagian dari mereka,” kata Prasetyadi.

Dia menuturkan secara ekonomi, aktivitas di pelabuhan masih tetap berjalan normal. Bahkan ada kenaikan sekitar 0,5% di triwulan I lalu dibandingkan posisi yang sama pada tahun lalu. “Hanya memang aktivitas penumpang yang belum ada, namun untuk logistik tetap beroperasi,” imbuhnya.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengapresiasi bantuan yang diberikan Pelindo IV melalui serikat pekerja. “Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan paket bahan pokok ini. Tentunya akan kami salurkan untuk masyarakat di Sulsel,” ujarnya.

Sementara, Ketua Umum SP Pelindo IV, Muhajir Djurumiah menyebutkan, secara total pihaknya menyiapkan sebanyak 3.000 paket bahan pokok untuk wilayah Sulsel.

“Sebanyak 1.000 paket sudah diserahkan melalui Posko Induk Penanganan Covid-19 Kota Makassar dan 1.000 paket untuk masyarakat yang juga sudah diserahkan kepada Pemprov Sulsel. Sebagian lagi kami salurkan bekerja sama dengan pegawai, Badan Amil Zakat Provinsi Sulsel dan teman-teman jurnalis.” terangnya.

Muhajir mengatakan, paket bahan pokok yang disiapkan berasal dari penghasilan karyawan PT Pelindo IV yang disisihkan untuk berbagi dengan sesama.

“Agar masyakarat lainnya juga ikut merasakan keriangan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, meski sedang pandemi virus Corona,” tuturnya.

Dia menambahkan, kegiatan SP ini tidak hanya dilaksanakan di Makassar tetapi juga di seluruh wilayah kerja Pelindo IV yakni di seluruh cabang yang ada di Sulawesi, Kaltim, Kaltara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Penghasilan dari Tunjangan Hari Raya atau THR yang disisihkan berasal dari karyawan Pelindo IV yang merayakan Hari Raya Idul Fitri dan juga karyawan yang akan melaksanakan Hari Raya Natal nanti, dimana saat ini mereka juga sudah menyisihkan penghasilannya. Dengan harapan, Covid-19 tidak berlanjut atau tidak berlangsung lama hingga akhir tahun nanti,” pungkas Muhajir. (*)

Beli Pertamax Series Bisa Dapat Voucher KFC

KabarMakassar.com – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menjalin kerjasama dengan Kentucky Fried Chicken (KFC). Mulai hari Selasa (12/5) kemarin, konsumen yang melakukan pembelian produk Pertamax Series berkesempatan mendapatkan voucher KFC.

Konsumen yang ingin mengikuti program promo ini cukup melakukan pembelian Pertamax atau Pertamax Turbo minimal Rp 100 ribu, sudah bisa mendapatkan voucher KFC untuk menu Winger dan Puding. Begitu juga sebaliknya, jika konsumen melakukan pembelian KFC via Drive-Thru minimal Rp 100 ribu, maka akan mendapatkan voucher Pertamax atau Pertamax Turbo nominal Rp 15 ribu.

Periode program promo bertajuk ‘Isi Pertamax Series, Nikmati Kelezatan KFC’ ini berlaku mulai dari 12 Mei hingga 12 Juni 2020. Konsumen yang ingin mengikuti promo ini bisa bertransaksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah ditunjuk oleh Pertamina diantaranya SPBU 74.90110 Hasanuddin, SPBU 74.90231 Pettarani, SPBU 74.90208 Sudiang dan SPBU 74.90236 Bawakaraeng. Sedangkan untuk penukaran voucher KFC, konsumen bisa mengunjungi List Outlet KFC di Samratulangi, Pettarani, dan Perintis

Hadir pada launching tersebut Sales Area Manager Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (Sulseltra), Addieb Arselan serta beberapa jajaran Sales Branch Manager (SBM) Sulseltra dan Regional Marketing KFC Makassar, Andi Asnida Pandita, serta jajarannya.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan, promo ini dilaunching di Bulan Ramadhan dengan tujuan untuk memberikan alternatif santapan berbuka bagi konsumen Pertamina.

“Momennya tepat sekali saat Bulan Ramadhan di mana masyarakat sekaligus bisa memanfaatkan promo ini untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa,” jelasnya.

Program promo ini, lanjut Hatim, menyusul program promo lainnya yang sudah diadakan lebih dahulu.

“Kami masih ada program Ramadhan Cashback hingga 30% berlaku hingga 31 Mei 2020. Ada juga Cashback 50% bagi ojek online dan angkutan kota, berlaku hingga 31 Juli 2020,” terangnya.

Hatim menambahkan, Pertamina juga masih memiliki layanan Pertamina Delivery Service untuk menjawab kebutuhan konsumen akan produk BBM, LPG dan pelumas Pertamina dikala konsumen masih membatasi diri dari kegiatan di luar rumah. (*)

PLN Sulselrabar Sumbang 20 Unit Komputer ke 5 SMK di Makassar

KabarMakassar.com — PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar menyerahkan bantuan senilai Rp140 juta untuk pengembangan pendidikan melalui program PLN Peduli ke lima SMK di Makassar, yakni SMK Panca Sakti, SMK Prima Tiara, SMK Ilham, SMK Sari Buana, dan SMK Laniang.

Penyerahan bantuan berupa 20 unit komputer yang terdiri dari 15 unit PC dan 5 unit laptop tersebut dilakukan langsung oleh General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu, di Kantor PLN UIW Sulselrabar, Rabu (6/5).

“Melalui bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Karena PLN menyadari bahwa pendidikan adalah investasi untuk masa depan,” kata Ismail Deu.

Perwakilan penerima bantuan komputer, Kepala Sekolah SMK Prima Tiara, Ros Galau mengaku merasa bersyukur dan berterimakasih dengan adanya bantuan ini.

Menurut dia, bantuan dari PLT ini akan memperlancar pelaksanaaan kegiatan pembelajaran di SMK Prima Tiara.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada PLN atas bantuan komputer ini. Semoga dengan adanya bantuan ini bisa membantu murid kami dalam belajar,” turur Ros.

Pada kesempatan tersebut, Ismail juga mengimbau agar pelanggan membayar listrik di awal waktu sebelum tanggal 20 setiap bulannya, dan melakukan catat meter secara mandiri melalui WhatsApp di nomor 08122123123 sebelum 7 hari terakhir setiap bulannya.

Pandemi Covid-19, Dirut Pelindo IV Perkuat Sinergi dengan Seluruh Instansi di Pelabuhan

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan komitmennya untuk selalu bersinergi dengan seluruh instansi di pelabuhan, terutama Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, dan Polres Pelabuhan Makassar.

Hal tersebut disampikan langsung Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi di sela-sela kunjungan silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Dirut Pelindo IV yang baru ke tiga instansi pelabuhan tersebut, didampingi Pts. Corporate Secretary, Dwi Rahmad Toto dan General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru.

“Selain untuk silaturahmi, kunjungan ini tentunya juga untuk menyampaikan bahwa seluruh instansi terkait di pelabuhan harus tetap selalu bersinergi dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas layanan utamanya di Pelabuhan Makassar, apalagi di saat pandemi Covid-19 ini,” kata Prasetyadi.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru menambahkan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, seluruh instansi di wilayah Pelabuhan Makassar diharapkan lebih memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi hal-hal darurat di wilayah Pelabuhan Makassar.

“Koordinasi akan lebih diperkuat lagi, untuk mengantisipasi hal-hal darurat di masa-masa pandemi Covid-19,” ujar Aris.

Dalam kunjungan silaturahmi itu, Dirut Pelindo IV, bersama corporate secretary dan GM Pelindo IV Cabang Makassar diterima langsung oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar, Rahmatullah; Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Ahmad Wahid; dan Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim di ruang kerjanya masing-masing. (*)

Lagi, Pertamina Salurkan Bantuan APD ke RS Rujukan Penanganan Covid-19 di Makassar

KabarMakassar.com — Sebagai salah satu bentuk tindakan nyata dalam penanganan Covid-19, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII kembali menyalurkan bantuan bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19 di Kota Makassar, Rabu (29/4).

Bantuan ini menggenapkan bantuan sebelumnya yang telah dilakukan Pertamina kepada dua RS rujukan Covid-19 Kota Makassar.

Bantuan yang disampaikan langsung oleh Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan ini ditujukan ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, dan diterima oleh dr. Arman Bausat, selaku Direktur RSKD Dadi Makassar serta dr. Heriyah B selaku Direktur RSUD Sayang Rakyat.

Bantuan yang diberikan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat dibutuhkan oleh tanaga kesehatan dalam menangani dan merawat pasien Covid-19. Bantuan APD yang diberikan terdiri dari 100 pcs Hazmat Coverall dan 10 box Handscoon Latex.

Ucapan terima kasih langsung disampaikan oleh dr. Heriyah, selaku Direktur RSUD Sayang Rakyat. Menurutnya, bantuan APD yang diberikan Pertamina ini memang menjadi salah satu kebutuhan utama di rumah sakitnya yang mulai akhir pekan ini bakal menyiapkan 183 ruangan khusus pasien Covid-19.

“Bantuan Pertamina benar-banar dibutuhkan kami yang akan langsung menangani pasien Covid-19,” ujarnya.

Diakui Hatim, bantuan ini merupakan bentuk tindakan nyata Pertamina dalam penanganan Covid-19 khususnya di Kota Makassar.

“Bantuan yang diberikan berupa APD yang belakangan ini sangat sulit ditemukan padahal merupakan elemen penting bagi tenaga kesehatan dalam menangani dan merawat pasien Covid-19,” jelasnya.

APD yang diberikan, lanjut Hatim, diharapkan berguna bagi tenaga kesehatan dalam upaya mengurangi resiko terpapar Covid-19.

“Selain upaya penyembuhan pasien, tenaga kesehatan juga harus dilindungi kesehatannya karena mereka lah yang melakukan kontak langsung dengan pasien, sehingga resiko terpapar menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Bantuan ini merupakan lanjutan dari program yang sebelumnya di mana Pertamina juga memberikan sejumlah APD dan multivitamin bagi tenaga kesehatan di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo dan RS Dr. Tadjuddin Chalid.

“Total sudah empat RS rujukan Covid-19 di Kota Makassar yang kami berikan bantuan,” tutupnya.

Selain bantuan tersebut, Pertamina juga telah memberikan bantuan bagi 274 tenaga kesehatan wanita di tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di enam ibu kota provinsi yang ada di Sulawesi. Pertamina juga telah membagikan ribuan paket sembako sebagai bentuk simpatinya kepada kalangan yang harus berjuang lebih berat dalam masa pandemi Covid-19 ini. (*)

Pelindo IV Raih Peringkat “idAA” dari Pefindo

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) memeroleh penetapan “idAA” untuk surat utang dan prospek stabil untuk peringkat tersebut dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Hal itu berdasarkan laporan Pefindo yang dikutip dari koranbumn.com dan tayang pada 16 April 2020.

Menurut laporan Pefindo, peringkat idAA tersebut berlaku untuk Obligasi I Pelindo IV Tahun 2009 selama periode 13 April 2020 sampai dengan 1 April 2021.

“Peringkat idAA mencerminkan kemampuan obligor yang tinggi dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan dengan obligor lain di Indonesia. Peringkat tersebut juga mencerminkan pandangan Pefindo terhadap dukungan pemerintah yang kuat terhadap Pelindo IV,” tulis Pefindo dalam laporannya.

Menurut Pefindo, peringkat idAA juga mencerminkan arus pendapatan yang lebih tangguh selama kondisi global tidak menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Peringkat ini dibatasi oleh skala ekonomi yang lebih kecil dibandingkan dengan operator pelat merah lainnya.

Di samping itu, tingkat utang yang tinggi dan ukuran perlindungan arus kas yang lebih juga membatasi peringkat yang disandang Pelindo IV.

Di sisi lain, Pefindo menilai wabah virus Corona atau Covid-19 dan berbagai kebijakan untuk mengatasi virus ini di seluruh dunia telah berdampak pada operasional pelabuhan.

“Namun, risiko terhadap kegiatan kepelabuhanan relatif rendah terhadap pertumbuhan bisnis, profitabilitas, maupun profil keuangan Pelindo IV. Kami berpandangan bahwa profil kreditnya tetap dalam kategori peringkat saat ini, didukung oleh aliran pendapatan yang terbukti lebih tangguh selama situasi ekonomi global tidak menguntungkan,” tulis Pefindo.

Pefindo juga menilai, kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah tidak akan mengganggu lalu lintas kargo di pelabuhan. Pasalnya, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tetap mengizinkan transportasi untuk kebutuhan logistik seperti makanan, obat-obatan dan bahan pokok.

Untuk diketahui, Pelindo IV merupakan operator pelabuhan di wilayah Indonesia Timur dengan kantor pusat di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada 2019, Pelindo IV meraup pendapatan sebanyak Rp3,66 triliun dan laba bersih Rp438,8 miliar.

Covid-19, Operasional Pelindo IV Tetap Normal

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi menegaskan, meskipun Covid-19 tengah mewabah di negeri ini termasuk di Makassar, namun seluruh operasional bongkar muat barang utamanya di Terminal Petikemas Makassar (TPM) tetap berjalan normal.

Tentunya, kata dia, hal itu dilakukan dengan selalu berkoordinasi dan bekerja sama dengan beberapa instansi di pelabuhan seperti Otoritas Pelabuhan (OP), Kantor Imigrasi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda kapal serta seluruh penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK), sebelum kapal diizinkan untuk bersandar di pelabuhan.

“Intinya, Pelindo IV selalu siap melayani setiap kunjungan kapal yang masuk maupun keluar dari pelabuhan, dengan tetap menerapkan beberapa perlakuan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) selama masa tanggap darurat Covid-19 yang diberlakukan oleh pemerintah,” tegasnya.

Prasetyadi mencontohkan, seperti bekerja sama dengan instansi terkait (KKP) melakukan pemeriksaan terutama untuk kapal-kapal asing di jarak 2 mil dari pelabuhan atau dermaga tempat sandar kapal. Jika telah dinyatakan clear and clean, barulah kapal bisa sandar. (*)