Catat Tanggalnya, Gerakan “Aksi Kamisan” Perdana Di Makassar

Payung hitam dipilih sebagai maskot AKSI KAMISAN MAKASSAR, sebagai simbol perlindungan dan keteguhan iman.

KabarMakassar — “Aksi Kamisan” adalah sebuah gerakan yang menyuarakan semangat kebebasan berekspresi dan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia maupun Internasional.

Mengapa disebut dengan “Aksi Kamisan” karena ini adalah ritual pergerakan aktifis internasional dalam menyuarakan hak warga dalam berdemokrasi dan kebebasan berekspresi yang wajib dilaksanakan di setiap hari Kamis.

Menurut Koordinator relawan “Aksi Kamisan Makassar” Hajriana Ashadi kegiatan akbar yang disebut AKSI KAMISAN ini telah 515 kali dilakukan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia dan Makassar adalah kota yang pertama akan menyelenggarakan ritual aktifis hak asasi manusia ini.

Pilihan jatuh hari “Kamis”, adalah hari di mana peserta rapat bisa meluangkan waktu. Depan Istana Presiden menjadi lokasi aksi karena Istana merupakan simbol pusat kekuasaan. Waktu ditentukan pukul 16.00-17.00 (tepat) adalah saat lalu lintas di depan Istana Presiden ramai oleh kendaraan pulang bekerja.

Baca juga :   FOTO : Tim Polda Sulsel Tinjau Stadion Barombong

Aksi Kamisan, lanjutnya identik dengan payung hitam sebagai maskot karena simbol ini melambangkan perlindungan dan keteguhan iman. Payung merupakan pelindung fisik atas hujan dan terik matahari, dan warna hitam melambangkan keteguhan iman dalam mendambakan kekuatan dan perlindungan illahi.

Mantan Ketua Kohati Sulselbar ini menjelaskan tujuan aksi ini sebagai bentuk pemberian pemahaman ke masyarakat terkait perubahan gerakan aktifis dalam menyuarakan aspirasi mereka tanpa harus turun ke jalan dengan aksi membakar ban dan kegiatan lainnya.

“Aksi Kamisan ini akan menjadi sebuah wadah bagi para aktifis untuk menyampaikan pendapat dalam bentuk yang lebih kreatif seperti berdialog dan saling berbagi cerita, seni musik, pembacaan puisi dan aktifitas kreatif yang lebih produktif dan mengundang simpati masyarakat luas,” ujarnya.

Aksi Kamisan yang digagas perwakilan relawan Amnesty Internasional di Indonesia bekerjasama dengan relawan Komite Perlindungan Jurnalis Dan Kebebasan Berekspresi (KPJKB) yang merupakan lembaga independen yang terdiri dari perwakilan NGO, LSM, Lembaga mahasiswa hingga praktisi media lokal di Makassar.

Baca juga :   Menteri Yohana: Wanita Berpotensi Berantas Kemiskinan

Aksi Kamisan yang pertama di gelar di Makassar ini akan dilakukan serentak di empat kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya pada Kamis, 7 Desember 2017 mendatang.

Peluncuran “Aksi Kamisan” ini dilaksanakan mulai jam 14.00 siang hingga pukul 16.00 Wita bertempat di Taman Macan Makassar.

Dalam peluncuran ini juga akan hadir beberapa tokoh seperti Abraham Samad yang akan berorasi tentang HAM , kemudian ada pembacaan puisi oleh Mayser Yulanwar, Aksi Teater oleh FKP Sulsel Serta akan dihibur oleh DJ Austin .

Lebih lanjut, target dari acara ini adalah bagaimana mencegah dan memberantas kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia . Jadi akan hadir juga aktifis masyarakat sipil, Korban HAM, aktifis organisasi sipil, komunitas serta masih banyak yang lainnya.

Baca juga :   Kunjungi Korban Tindak Asusila, Danny Pomanto Imbau Jagai Anakta

Tentang Aksi Kamisan

Di penghujung tahun 2006, Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), yaitu sebuah paguyuban korban/keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) mengadakan sharing bersama JRK (Jaringan Relawan Kemanusiaan) dan KontraS untuk mencari alternatif kegiatan dalam perjuangannya.

Pada pertemuan hari Selasa, tanggal 9 Januari 2007, bersama KontraS dan JRK, disepakati untuk mengadakan suatu kegiatan guna bertahan dalam perjuangan mengungkap fakta kebenaran, mencari keadilan dan melawan lupa. Sebuah kegiatan berupa “Aksi Diam” sekali dalam seminggu menjadi pilihan bersama. Bahkan disepakati pula mengenai hari, tempat, waktu, pakaian, warna dan mascot sebagai simbol gerakan.

Penulis Andi Lasinrang Rusdin