Cara None Ngotot ke Pemprov Cairkan Tunjangan Sertifikasi Guru

Cara None Ngotot ke Pemprov Cairkan Tunjangan Sertifikasi Guru

Cara None Ngotot ke Pemprov Cairkan Tunjangan Sertifikasi Guru

Kabar Makassar -- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo atau akrab disapa None' ini melakukan cara ngotot kepada pemerintah provinsi untuk segera mencairkan pembayaran tunjangan sertifikasi guru. Perjuangan pun tak sia-sia akhirnya hari ini terbayarkan Kamis 23 Juni 2017.

Kepastian dibayarkannya tunjangan profesi bagi pendidik itu diperoleh setelah siang tadi pihak bank menemui Sekertaris Disdik Sulsel Dr. Setiawan Aswad di Kantor Disdik Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan kilometer 10. Mereka datang mengkonfirmasi kesiapan mereka mentransfer tunjangan yang menjadi hak guru yang telah lolos verifikasi mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Untuk diketahui jika sehari sebelumnya, Rabu 22 Juni 2017, None' berang mengetahui hingga H-3 Lebaran tunjangan yang ditunggu-tunggu 'Oemar Bakri' itu belum juga dibayarkan. Bersama Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Syahruddin Alrif, None menggelar rapat mendadak pada malam harinya di rujab kadisdik, Jl Lanto Dg Pasewang. Intinya, mereka kompak mendesak Pemprov Sulsel (pihak yang menangani proses pencairan) agar memproses pembayaran pada Kamis (hari ini). Alhasil, desakan None-Komisi E menuai hasil menggembirakan. Pihak Pemprov dalam hal ini BPKD (Badan Pengelola Keuangan Daerah) dan Bank BNI menemui kesepakatan melakukan pencairan.

"Iya, dari pihak bank akan mentransfer ke rekening setiap guru hari ini. Tadi begitu pembicaraan kami dengan pihak BNI yang datang ke kantor tadi siang," kata Setiawan.

Ia menambahkan, pembayaran tunjangan profesi guru dicairkan oleh BNI ke rekening guru dengan mekanisme guru mendatangi BNI setempat setelah mendapat surat pengantar kolektif dari UPTP dan menunjukkan persyaratan administrasi perbankan yang diperlukan untuk klaim nomor rekening dan uangnya.

Kabar ini pun langsung disambut gembira para guru. Najmatul Widadi misalnya, guru SMAN 5 Makassar, mengaku lega dan senang akhirnya sertifikasi dibayarkan jelang Lebaran. Ia salut dengan perjuangan panjang Disdik Sulsel terwujud di masa yang tepat. "Kami tentu sangat senang, setidak-tidaknya ini akan membantu kami memenuhi kebutuhan meskipun sebenarnya tunjangan ini adalah tunjangan profesi bukan semata-mata untuk kebutuhan konsumtif," katanya.

Sementara itu, koordinator pengawas Disdik Sulsel Nur Laely Bashir mengingatkan para guru kiranya kelengkapan yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang memproses tunjangan ini agar ke depan lebih responsif dan senantiasa memperhatikan prosedur yang berlaku.

Tunjangan profesi guru lingkup Disdik Sulsel yakni untuk guru SMK, SMA, dan SLB menunggak selama enam bulan. Penyebabnya bermacam-macam. Mulai dari verifikasi yang memakan waktu yang lama karena dilakukan ke orang per orang (berkas setiap guru) oleh pengawas provinsi hingga proses di keuangan (BPKD Provinsi Sulsel). Dari jumlah sekitar 16.000 guru di Sulsel, jumlah guru bersertifikasi yakni sekitar 12 ribu guru plus pengawas di tiap kabupaten/kota, Selebihnya belum memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi tersebut.

Guru dan pengawas di Sulsel termasuk sangat beruntung tunjangan profesi mereka dibayarkan jelang Lebaran. Pasalnya, untuk guru pendidikan dasar (SD dan SMP) yang berada dalam kewenangan Disdik kabupaten dan kota, kebanyakan belum terbayarkan hingga H-2 Lebaran, termasuk guru SD dan SMP di Makassar. [Adv]

Penulis: Fritz Wongkar

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close