Bupati Pinrang Minta Hentikan Pembuatan Surat Keterangan Rapid Test

Direktur RSUD Lasinrang, dr. H. Moh. Inwan

KabarMakassar.com — Surat Keterangan Pemeriksaan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Pinrang yang beredar di media sosial facebook. Hal ini pun menuai pro kontra dari sejumlah warganet.

Terkait hal itu, Direktur RSUD Lasinrang Pinrang, dr H Moh Inwan Ahsan mengatakan besaran pembayaran tersebut dikarenakan harga peralatan dan bahan yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan atau rapid test mahal saat dibeli.

“Saat peralatan dan bahan rapid test itu kita beli, harganya memang lagi mahal atau melonjak dari harga standar. Makanya, biaya surat keterangan pemeriksaan Covid-19 yang kita keluarkan itu mungkin sedikit mahal jika dibandingkan daerah lain,” kata Inwan Ahsan, Rabu (3/6).

Karenanya, lanjut Inwan, biaya pemeriksaan tersebut kemungkinan juga akan segera turun begitu harga peralatan dan bahannya juga turun mengikuti harga standar seperti saat ini.

“Bapak Bupati juga sudah memerintahkan kami untuk sementara menghentikan pemeriksaan Covid-19 dengan rapid test untuk kepentingan private atau perjalanan pribadi sambil menunggu evaluasi besaran harga,” ungkapnya.

Ia menambahkan surat keterangan pemeriksaan Covid-19 ini peruntukkannya private atau untuk kepentingan pribadi perjalanan keluar Pinrang. “Untuk yang sifatnya kepentingan publik seperti rapid test massal tidak dipungut biaya atau gratis,” pungkasnya.

Reporter :

Editor :

Rudi Hartono

Sofyan Basri

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

REKOMENDASI