Bonus Demografi Bagaikan Pisau Bermata Dua

M.Dahlan Abubakar

Kabar Makassar — Bonus Demografi yang diprediksi terjadi antara tahun 2025-2030, saat penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia mrncapai 70% dari total penduduk, bagaikan pisau bermata dua. “Di satu sisi akan membawa berkah di sisi lain akan membawa musibah,” kata Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Sulsel ketika berbicara di depan peserta Pelatihan Fungsional Dasar (LDU) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi Petugas KB PNS Angkatan I Kabupaten/Kota se-Sulsel di Aula Diklat BKKBN Sulsel, Kamis (14/9) sore.

Baca juga :   Awet Muda dan Berumur Panjang dengan Berpuasa

Dalam makalahnya bertajuk”Bonus Demografi: Fenomena Kependudukan dan Dampaknaya terhadap pembangunan bangsa”, wartawan senior itu menyebutkan.

Bonus Demografi, membawa berkah jika penduduk usia produktif itu memiliki pendidikan dan keterampilan sangat memadai untuk memasuki pasar kerja. “Jika tidak memiliki pendidikan dan keterampilan sama sekali akan berpotensi menjadi penyakit sosial, seperti menjadi begal dan pelaku tindakan kriminal lainnya,” ujarnya.

Baca juga :   Peserta BPJS Kesehatan Cabang Makassar Capai 2,4 Juta Jiwa

Solusinya, imbuh Dahlan, kita harus mempersiapkan penduduk usia produktif dengan gisi dan kesehatan yang baik serta pendidikan yang sangat memadai untuk memasuki pasar kerja. Jika kita tidak siapkan dengan baik. Bonus Demografi akan membuat kita repot menghadapi dampak negatifnya.

Pada saat bonus demogarafi seorang penduduk usia produktif akan menanggung 0,46 penduduk tidak produktif. Dua orang produktif menanggung bahkan tidak cukup 1 orang atau 0,92 penduduk tidak produktif.
Ia menekankan, pengendalian penduduk merupakan solusi cerdas untuk mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas dan memiliki akses positif mrnghadapi persaingan kerja. Termasuk, kata dia menghadapi ekonomi pasar bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Associaton) yang saat ini sudah bergulir. [MDA]