News

Bocah 9 Tahun Dengan Rompi Orange dan Buku Pelajaran

Bocah 9 Tahun Dengan Rompi Orange dan Buku Pelajaran

Kabar Makassar-- Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun, yang masih duduk dibangku kelas 3 di salah satu Sekolah Dasar di Makassar. Mengisihkan waktu bermainnya untuk mengais rupiah di depan sebuah minimarket di bilangan AP. Pettarani Makassar.

Bukan tanpa alasan bocah perempuan ini mangkal di depan minimarket yang tepat berada di samping kiri MC Donald (MCD) tersebut.

Bocah yang diketahui bernama Nabila ini, menggantikan tugas ayahnya yang berhalangan bekerja sebagai Juru Parkir.

Dilansir dari pengakuan tertulis, Junaedi (RT Mudayya). "Pada HarI Senin malam 30 Oktober 2017 sekira pukul 00.30 saya hendak membeli sesuatu ke salah satu Mini Market di Jl. Ap Pettarani Samping Mcd, sewaktu memarkir kendaraan di pelataran Mini market terdengar suara sumpritan yang saya kira seorang juru parkir yang biasa saya temui, sesuatu yang berbeda saya lihat di salah satu bangku yang berada di depan minimarket tersebut terdapat seorang anak kecil yang sedang menunduk," tulisnya pada akun media sosialnya.

"Setelah saya menghampirinya sesuatu yang berbeda itu terlihat, seorang anak kecil berjilbab mengenakan Rompi Juru Parkir Orange, di lehernya terlilit tali yang diikatkan pada peluit kecil dan tas, di depannya terdapat buku pelajaran yang rupanya dia sedang belajar dan mengerjakan Pekerjaan rumah (PR) dari sekolahnya,"

Namanya adalah Nabila gadis kecil yang berumur 9 Tahun, duduk di bangku Kelas 3 di salah satu Sekolah Dasar di Makassar, dengan wajah yang terlihat ceria tanpa keluh, ia harus mengorbankan waktu bermainnya untuk mengais rezeki menjadi tukang parkir dengan niat mulia membantu ayahnya yang biasa parkir di mini market tersebut.

”Saya kesini kalau pulang sekolah, untuk bantu bapak, biasa sampai malam ka' parkir kalau banyak motor, sekalian ku bawah tasku untuk belajar di sini dan kerja PR, saya tidak mau putus sekolah, saya parkir untuk bantu bapak juga biayai sekolahku, karena saya cita-cita kasih bahagia orangtua” aku Nabila dengan nada polos.

Junaedi yang menghampiri Nabila, sempat terdiam mendengar pengakuan dari gadis polos tersebut. Betapa tidak diusianya yang masih sangat muda tapi ia telah berpikir untuk meringankan beban ekonomi keluarganya.

Arini Wulandari

Journalist

Aktifis mahasiswi ini mulai aktif menulis sejak 2014 lalu. Kemampuan komunikasi personalnya di ekspresikan dalam bentuk karya jurnalistik.

 

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: