Bicara Kota Kreatif, BEKRAF Panelkan Deng Ical dengan Wali Kota Surabaya

Bicara Kota Kreatif, BEKRAF Panelkan Deng Ical dengan Wali Kota Surabaya

Bicara Kota Kreatif, BEKRAF Panelkan Deng Ical dengan Wali Kota Surabaya

Kabar Makassar -- Wakil Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI makin menunjukkan kelasnya. Tidak hanya pada level Makassar, tetapi juga pada level nasional. Buktinya, Kamis, 12 Oktober 2017, pria yang akrab disapa Deng Ical ini bakal tampil sebagai pembicara kunci (keynote speaker) pada acara yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

Pada acara yang digelar BEKRAF bersama Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Surabaya Creative Network (SCN) Deng Ical akan dipanel dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Satu lagi pembicara kunci lainnya adalah Ketua ICCN, Fiki C Safari.

“Ia saya diundang untuk tampil sebagai salah satu pembicara kunci pada ajang Suroboyo Creative Week 2017,” ujar Deng Ical saat dikonfirmasi, Rabu, 11 Oktober 2017.

Ajang ini merupakan acara untuk menjaring kreator-kreator muda di Kota Surabaya. Juga untuk membangun ekonomi dalam bidang kreatif.

Ketua tim pelaksana Suroboyo Creative Week 2017, Genie Anggita mengatakan rangkaian kegiatan dimulai 7 Oktober 2017 hingga 15 Oktober 2017. "SCW merupakan panggung, expose, barometer kemajuan komunitas kreatif di Kota Pahlawan. Jadi penyelenggaraan melibatkan berbagai perguruan tinggi, komunitas kreatif dan pemerintah daerah," kata Genie.

Nantinya, kata dia, kegiatan akan mencakup Master Class Branding & Packaging, Creative Talk, Design It Yourself, Workshop (paper moon puppet, video mapping, food design, food photography dan cardboad toys).

"Untuk master class, memang kami tidak membuka untuk umum dan dibatasi undangan. Karena yang utama, mereka harus mempunyai portofolio produk yang sudah dikerjakan," ujarnya.

Deng Ical akan tampil pada Creative Net City Talk. Yakni forum terbatas yang membahas mengenai potensi kreatif di Indonesia. “Keynote speakersnya yakni Ketua ICCN Fiki C Safari, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Makasar Syamsu Rizal MI,” ungkapnya.

Dosen ITS Agus Windarto mengatakan, di Indonesia ada 12 kampus atau perguruan tinggi kreatif. "Tetapi, banyak kalangan masyarakat yang belum sadar tentang kreatif design. Tidak hanya melalui visual, tetapi lebih ke experience. Acara ini upaya untuk mengenalkan dan mendialogkan ke kawula muda," ujarnya.

Ia berharap, acara ini menjadikan Surabaya sebagai kota kreatif Indonesia karena sebelumnya hanya dikenal sebagai kota perniagaan.

"Diharapkan pariwisata menjadi pendapatan terbesar dan industri kreatif menjadi back bonenya. Surabaya itu kota kreatif dan banyak yang tidak sadar. Dan ITS sendiri tiap tahun mengeluarkan 200 mahasiswa kreatif," tegasnya.

Mereka juga menargetkan dengan acara ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga Kota Surabaya bisa menjadi Kota Kreatif.(*)

Redaksi

Related Articles

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close
%d bloggers like this: