News

Berpeluang Rujuk, Danny Pomanto Masih Cari Deng Ical

Berpeluang Rujuk, Danny Pomanto Masih Cari Deng Ical

 

Kabar Makassar--- Dua bakal Calon Walikota Makassar yang bertarung pada Pilkada serentak Pilwalkot 2018 mendatang, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal dimungkinkan bisa rujuk dan berpeluang menang jika kembali berpasangan di Pilwalkot tahun depan.

Danny Pomanto sapaan akrab Walikota Makassar ini dikabarkan mencari Syamsu Rizal pasangannya diacara buka puasa bersama Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar, Farouk M Betta di Rujab Ketua DPRD Makassar, Jl Letjen Hertasning, Kota Makassar, Selasa, 13 Juni 2017. Dalam pertemuan tersebut suara Danny Pomanto jelas mencari Deng Ical. "Mana Deng Ical," kata Danny Pomanto dihadapan para legislator yang hadir.

Mencari Deng Ical yang juga merupakan wakilnya di Pemerintahan Kota merupakan sinyal rujuk keduanya. Dimana keduanya sempat dikabarkan renggang dan ingin maju sendiri-sendiri menjadi 01 di Kota Makassar.

Pengamat Politik Dosen Universitas Hasanuddin Makassar, Aswar Hasan mengatakan jika rujuknya Danny-Ical bisa menjadi kekuatan besar dan saling menguntungkan jika hal tersebut terjadi. "Jika keduanya berpasangan ini menjadi kekuatan besar dan jelas saling menguntungkan jika bertarung di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang," kata Azwar Hasan.

KUDA HITAM
Ia menambahkan jika sosok Danny dan Ical sama-sama memiliki kans yang besar di Kota Makassar, jika keduanya pisah dan tidak rujuk, hal lain bisa terjadi bahkan ada yang memanfaatkan situasi politik tersebut dan munculnya kandidat "kuda hitam".

"Ini bisa saja ada kuda hitam didalamnya kalau mereka pisah. Tetapi kalau mereka masing-masing memiliki pasangan yang tepat nantinya untuk maju, itu kecil kemungkinan tak ada Kuda hitam didalamnya, apalagi kalau partai pengusungnya pro aktif sebagai kendaraan politiknya," kata Dosen FISIP Unhas, Azwar Hasan saat dihubungi Kabarmakassar.com, Kamis, 15 Juni 2017.

Pisahnya Danny-Ical di Pilwalkot 2018 mendatang memang mengundang reaksi para legislator dan juga akademisi untuk turut bertarung di Pilwalkot Makassar, hal tersebut bisa menjadi kuda hitam dalam pertarungan kandidat 01 Makassar.

Bahkan muncul nama-nama yang bisa menjadi kuda hitam dalam Pilwalkot Makassar yakni Irman Yasin Limpo, Rusdin Abdullah, Husain Abdullah dan juga nama Munafri Arifuddin. "Kita lihat siapa pasangan Danny dan siapa pasangan Deng Ical, kalau salah pilih pasangan bisa jadi kuda hitam mendapatkan keuntungan disitu," kata Ketua KIP, Azwar Hasan.

PELUANG PARPOL
Danny Pomanto memiliki beberapa peluang untuk diusung dari berbagai partai, sebelumnya ia telah menjalani fit and proper test di Partai Gerindra, mendaftar di Partai PDIP bahkan partai Golkar pun menggadang-gadang DP untuk mendapatkan kendaraan politik untuk maju.

Deng Ical juga memiliki kendaraan politik melalui partai Demokrat untuk maju, dikarenakan ia juga menjabat sebagai pengurus DPD Demokrat Sulsel, tidak hanya itu besar kemungkinan PBB dan PKS akan merapat bersama Deng Ical dalam Bakal Calon usungan parpol tersebut. Sekalipun ia mengikuti fit and proper test Gerindra dan terdaftar di PDIP untuk bakal calon walikota usungan partai tersebut.

Keduanya baik Danny maupun Deng Ical juga giat melakukan safari ramadhan dibeberapa Parpol yang menjadi bakal usungan mereka. Sebelumnya Danny-Ical pada tahun 2013 hanya ada dua parpol yang mengusungnya yakni Partai Demokrat dan juga PBB.

PENDAMPING WALIKOTA
Danny dan Deng Ical jika ditakdirkan untuk tidak rujuk kembali ada beberapa sosok bakal pendamping mereka untuk maju di Pilwalkot 2018, muncul nama-nama politisi dan birokrat yang disinyalir bisa menjadi pendamping keduanya baik Danny maupun Ical.

Siapa yang akan menjadi pasangan mereka jika tidak bakal rujuk, ada nama Rahmatika Dewi atau Cicu' yang memiliki kendaraan politik NasDem, dimana partai ini dinilai total dalam mengusung kandidatnya dalam perhelatan Pilkada.

Selain Cicu' sosok Birokrat yakni Ibrahim Saleh dinilai tepat untuk menjadi pendamping kedua petahana baik Danny Maupun Deng Ical. Selain itu beberapa tokoh lain yang memiliki finansial yang dalam pertarungan Pilwalkot diantaranya Rusdin Abdullah (Rudal), Husain Abdullah (jubir Wakil Presiden RI) dan juga Munafri Arifuddin (CEO PT PSM Makassar).

Sebelumnya pasangan pemenang Pilwalkot 2013 lalu ini sempat renggang ditengah perjalanan mereka memimpin kota Makassar. Bahkan keduanya beberapa waktu lalu menegaskan jika tidak akan bersama dan memilih mencari pasangan baru untuk melanjutkan pembangunan kota Makassar.

Diketahui jika di era Danny dan Deng Ical telah meraup beberapa penghargaan nasional dan internasional sejak empat tahun belakangan memimpin. Pasangan yang memiliki konsep sombere dan smart city ini dinilai mampu membawa perubahan kota Makassar secara perlahan. Belum diketahui secara pasti dalam waktu setahun kedepan jika keduanya akan rujuk dan kembali bersama atau bahkan mencari pasangan baru dan bertarung di Pilwalkot 2018 mendatang.

Penulis: Fritz Wongkar
Editor: Dim

Redaksi

Related Articles

Leave a Reply

Close
Close

Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.

Close

Close