kabarbursa.com
kabarbursa.com
banner 728x250

Dipaketkan dengan Jenderal MT, Danny Pomanto: Semua Kemungkinan Bisa Terjadi

Danny Pomanto Perkuat Kerjasama Hukum Kawal Proyek Strategis
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto, saat ditemui di Balai Kota Makassar (Dok : Hanifah KabarMakassar).
banner 468x60

KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto memberikan sinyal mengenai kemungkinan terbentuknya koalisi politik dengan Mayjen TNI (P) Dr. Marga Taufiq, atau biasa dikenal dengan Jenderal MT yang berasal dari Luwu Raya dan Toraja.

Isu paketan ini muncul setelah pertemuan antara Moh Ramdhan Danny Pomanto dengan Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Iwan Darmawan Aras atau AIA.

Pemprov Sulsel

Jenderal MT merupakan sosok dari kalangan militer yang bakal digadang sebagai calon 02 untuk mendampingi Danny Pomanto. Ia memiliki banyak prestasi di militer dan dikenal dekat dengan Prabowo Subianto dan telah lama berkecimpung di internal Gerindra.

Dalam pernyataannya, Danny menekankan pentingnya menang dalam setiap langkah politik yang diambil. Hal ini bersrti dengan siapapun ia dipaketkan kemenangan adalah tujuannya.

“Semua kemungkinan terjadi, dengan simulasi semua kemungkinan saya kira menarik sekali,” ujar Danny, Kamis (20/06).

Danny menjelaskan bahwa semua opsi masih terbuka dan ia berfokus pada kemenangan.

Menurutnya, banyaknya isu kedekatannya dengan setiap figur-figur politik merupakan salah satu stimulasi yang dilakukannya sebelum mantap maju dalam pemilihan Gubernul (Pilgub) Sulsel November mendatang.

“Pokoknya saya yang penting menang, buat apa maju kalau tidak menang, saya punya banyak model, salah satu stimulasi itu,” katanya.

Munculnya nama Jenderal MT sebagai sosok yang akan mendampingu Danny Pomanto, sapaannya, secara tak langsung membuar sosok Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani yang juga berasal dari Luwu tersingkir.

Mengenai kemungkinan berkoalisi dengan figur-figur lain sepert, Danny menyatakan bahwa semua skenario dan potensi tersebut adalah bagian dari simulasi yang tergantung pada partai masing-masing.

“Banyak figur, semua potensi distimulasikan tergantung partainya masing-masing,” jelasnya.

Saat ditanya tentang Jenderal MT, Danny mengakui bahwa mereka sudah lama bersahabat dan sering berkomunikasi.

“Saya dengan beliau teman dari dulu, masih dari dandim, sampai beliau jadi pangdam di Maluku, sampai sekarang, saya bersahabat baik, sering baku WA,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju masih berjalan baik, dengan seringnya konsultasi dengan partai-partai besar.

Tak hanya dengan koalisi indonesia maju, Danny Pomanto juga menegaskan komunikasi politik terus berjalan dengan baik, meski dirinya lebih banyak diam dan merespons saat ditanya.

Danny juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan dalam politik. Menurutnya, dalam politik terdapat dua hal yang tidak boleh dilakukan. Yang pertama tidak boleh terlihat tidak mau sekali, serta tidak boleh tidak mau.

“Tidak boleh terlalu, harus tengah-tengah,” ujarnya.

Menurutnya, semua kemungkinan terbuka, termasuk konfigurasi dirinya menjadi 01 (Gubernur) atau 02 (wakil gubernur), asalkan tujuannya adalah kemenangan.

“Mau 01,00,03 yang penting menang,” tandasnya.

Diketahui, Saat ini nama Danny Pomanto masih sering digadang dengan beberapa figur politik lainnya. Sebelumnya, banyak bermunculan baliho kampanye yang mengusung Danny-Indah, keduanya pernah terlihat duduk bersampingan di Kantor Gubernur Sulsel saat bertemu dalam acara Rapat Koordinasi Pemantapan Pilkada Serentak, Kamis (2/5) kemarin.

Tak hanya itu, Indah pun sempat mengunjungi rumah kediaman Danny Pomanto di Jl Amirullah, Makassar, beberapa waktu lalu dan bersantap bersama.

Tah hanya Indah, kedekatan Danny-Adnan pun sempat tersoroti usai terlihat “mesra” dibeberapa forum bersama.

Diakhir, Danny Pomanto juga menanggapi terkait majunya Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kota Makassar, Irwan Adnan, sebagai bakal calon Wali Kota Makassar.

Danny menegaskan bahwa dirinya selalu bersikap fair dan bakal mendukung penuh siapapun yang akan menggantikan dirinya.

“Beliau ini minta izin sama saya dan saya izinkan. Jadi kalau ada yang bilang gara-gara tinggi sekali surveinya jadi saya tahan-tahan, itu sembarang,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dirinya selalu mendukung siapa pun yang meminta dukungan. Danny pun mengapresiasi keberanian Irwan Adnan untuk maju sebagai calon, menegaskan bahwa tidak mudah bagi seorang SKPD untuk mengambil langkah tersebut.

“Banyaknya SKPD cuma satu yang berani masuk, itu tidak gampang,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Irwan menyatakan niatnya untuk maju Pilwalkot Makassar. Irwan juga mengklaim telah mendapat restu dari Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto.

“Kita bismillah toh. Insyaallah kita juga mau maju (Pilwalkot Makassar 2024),” kata Irwan Adnan

Ia menyebht sebagai salah satu aparatur sipil negara (ASN) yang merupakan bawahan langsung Danny Pomanto, penting bagi dirinya untuk meminta izin Danny Pomanto.

“Saya kan bawahannya Pak Wali, masa saya tidak ngomong dulu dengan atasan saya. Alhamdulillah, saya menganggap Pak Wali itu, sosok yang luar biasa. Dia memberikan kesempatan kepada kita, bahkan memberikan peluang, petunjuk-petunjuk seperti apa,” ujar Irwan.

PDAM Makassar